BolaSkor.com - Manchester United punya satu masalah besar pada musim ini. The Red Devils kesulitan mencetak gol. Bahkan, Setan Merah kalah tajam dari klub promosi, Luton Town.
Manchester United telah melalui 20 pertandingan Premier League pada musim ini. Dari kesempatan itu, Setan Merah hanya mengoleksi 31 poin. Tidak heran, Manchester United tercecer pada posisi kedelapan klasemen sementara.
Satu di antara masalahnya adalah soal ketajaman Manchester United. Man United baru mengoleksi 22 gol. Jumlah tersebut dua lebih sedikit dari Luton Town yang saat ini bertengger di zona merah atau lebih tepatnya posisi ke-18.
Baca Juga:
Jadon Sancho dan Tabiat Manchester United Meminjamkan Pemain Bermasalah
Manchester United Kembalikan Sergio Reguilon ke Tottenham Hotspur
Kesepakatan Tercapai, Berikut Detail Transfer Jadon Sancho ke Dortmund
Hal itu tentu menjadi pukulan telak bagi Manchester United. Man United yang punya sejumlah penyerang dengan nama besar, seperti Marcus Rashford, Anthony Martial, Antony, dan Alejandro Garnacho justru mengalami paceklik gol.
Bila melihat daftar pencetak gol pun pemandangan miris tersaji. Saat ini, justru Scott McTominay yang berposisi sebagai gelandang menjadi pemain tertajam. McTominay telah membukukan lima gol. Sementara itu, Rahsford baru tiga gol.
Tidak heran, Paul Scholes pernah mengatakan pada akhir tahun lalu jika mencetak gol memang akar dari problem Man United. Jika tidak diperbaiki, Man United bisa semakin sengsara.
"Manchester United punya masalah. Mencetak gol menjadi isu besar. Mereka tidak menciptakan peluang sama sekali. Pemain kesulitan soal kepercayaan diri ketia menyerang," ulas Scholes menurut laporan BBC.
Sejatinya, Manchester United telah mencoba mengatasi masalah mencetak gol dengan mendatangkan Rasmus Hojlund. Setan Merah rela mengeluarkan dana besar untuk mendapatkan penyerang 20 tahun tersebut. Namun, sejauh ini Hojlund baru mengemas sebiji gol di Premier League.
"Para striker harus naik level, menemukan kepercayaan diri, dan memberikan ancaman untuk lawan. Saat ini tidak ada ancaman dari mereka."
"Hal termudah untuk dilatih adalah bertahan. Sementara itu, paling sulit untuk mereka adalah mengajarkan mencetak gol. Manchester United sangat kurang dalam hal itu," timpalnya.
Keadaan kian pelik lantaran pertahanan Manchester United juga tidak kukuh. Man United sudah kebobolan 27 gol di Premier League. Jumlah gol itu lebih banyak dari gol yang diciptakan. Walhasil, Setan Merah mengalami minus untuk urusan produktivitas gol.
Jendela transfer musim dingin 2024 bisa jadi solusi masalah tersebut. Mendatangkan striker yang tepat sangat dibutuhkan Manchester United. Apalagi, ruang terbuka setelah kepergian Jadon Sancho. Namun, Man United pantang melakukan kesalahan seperti sebelumnya, yakni salah pilih pemain.