Football

Sport

Feature

Result

Show

Italia Berita

Juventus Keluar dari Zona Liga Champions, Luciano Spalletti Introspeksi Diri

Arief Hadi - Senin, 18 Mei 2026

BolaSkor.com - Persaingan sengit dalam merebutkan zona Liga Champions terjadi pada penghujung musim 2025/2026 di Serie A.

Pekan 37 Serie A telah berlangsung dan perubahan besar terjadi di empat besar, terutamanya kala Juventus kalah 0-2 melawan Fiorentina.

Di saat AC Milan menang 2-1 atas Genoa, Roma mengalahkan Lazio 2-0, dan Pisa kalah telak 0-3 melawan Napoli, Il Bianconeri kalah di kandang menghadapi Fiorentina.

Baca Juga:

Klasemen Serie A Terbaru: AC Milan dan AS Roma Jaga Peluang Lolos Liga Champions, Juventus Melorot

Hasil Serie A: AC Milan dan AS Roma Tambah Tiga Poin, Juventus Tumbang di Kandang

Prediksi dan Statistik Juventus vs Fiorentina: Nasib Bianconeri di Tangan Sendiri

Parahnya lagi, La Viola menang dengan 10 pemain setelah Luca Ranieri menerima kartu merah di menit 71. Dua gol Fiorentina dicetak Cher Ndour (33') dan Rolando Mandragora (82').

Luciano Spalletti Introspeksi Diri

Juventus
Juventus vs Fiorentina (X/Juventus)

Alhasil, Juventus turun ke urutan enam klasemen dengan 68 poin di bawah Milan, Roma (70 poin), dan Como (68 poin).

Jika ingin bermain di Liga Champions, Juventus tak cukup menang saat melawan Torino di laga terakhir Serie A seraya juga berharap Milan, Roma, dan Como tak meraih poin penuh alias menang.

Mengetahui nasib Juventus kini tak di tangan mereka sendiri, Luciano Spalletti memilih introspeksi diri ketimbang menyalahkan anak-anak asuhnya.

"Pertama-tama, saya harus mempertanyakan diri sendiri daripada para pemain," kata Spalletti dikutip dari Football-Italia.

"Seperti yang saya katakan kepada mereka hari ini, jika ini yang ditawarkan tim saya, saya harus menilai terutama apa yang telah saya lakukan, sebelum menganalisis apa yang telah mereka lakukan."

“Penampilan mereka sangat buruk dalam banyak aspek."

"Kadang-kadang kami juga kurang beruntung. Kami tertinggal 0-1 meskipun tidak banyak menderita (serangan dari lawan)."

"Kami tidak memulai dengan baik; kami tidak memenangkan banyak duel, dan kami tidak membangkitkan atmosfer di stadion."

"Saya harus, pertama-tama, menganalisis diri sendiri. Apakah saya melakukan segalanya untuk membawa mereka ke kondisi mental yang tepat? Ini sebagian besar tentang pikiran. Saya harus berbicara dengan diri sendiri, pertama-tama," urainya.

Baca Artikel Asli