BolaSkor.com - Revolusi dilakukan AC Milan usai gagal mencapai target lolos Liga Champions. Massimiliano Allegri sudah dipecat dan eksodus pemain dimulai, diawali dari kepergian Rafael Leao.
"Saya bangga telah membuat sejarah di AC Milan, tetapi saya ingin babak baru. Saya merasa siap bermain di liga lain," ucap Leao baru ini kepada Sport Tv Portugal.
"Saya telah melakukan yang terbaik untuk Milan, tetapi sekarang saatnya mencoba tantangan lain."
Baca Juga:
Lebih dari 600 Juta Euro, Belanja Pemain Manchester United di Serie A Sejak 2015/2016
5 Pemain dari Klub-klub Degradasi yang Dapat Direkrut Liverpool, Manchester United, atau Arsenal
Kalahkan Manchester United, Manchester City Terdepan Rekrut Elliot Anderson
Membela Milan sejak 2019, musim 2025/2026 menjadi yang terakhir bagi Leao setelah banyak dikritik hingga disiuli fans setiap kali bermain.
Berusia 26 tahun, berkualitas, dan berpengalaman, Leao dikaitkan dengan sejumlah klub Eropa termasuk salah satunya Manchester United.
Man United Tak Disarankan Rekrut Leao

Rafael Leao (Laman resmi AC Milan)
Man United dihubungkan dengan Leao untuk menambah kedalaman skuad di lini depan, mengingat klub akan memainkan jadwal padat di musim 2026/2027.
Akan tapi menurut pandit sepak bola, Dean Saunders, akan lebih baik bagi Man United jika mereka tak merekrut Leao.
Saunders menyoroti karakter Leao, yang kerapkali dinilai malas berlari, melakukan pressing (menekan lawan), hingga membantu tim dalam fase bertahan. Karakter itu bisa memengaruhi skuad Man United yang saat ini membaik kondisinya.
"Setiap perekrutan Manchester United saat ini sangat penting. Dengan kesalahan yang telah mereka buat selama sepuluh tahun terakhir, mereka harus memperbaikinya," tegas Saunders di TalkSport.
"Apakah dia memiliki sikap yang baik? Saya akan langsung merekrutnya, dia jelas pemain yang bagus, tetapi bagaimana sikapnya?"
"Anda tidak bisa membiarkannya masuk jika dia memiliki sikap yang buruk."
"Manchester United semakin baik, pemain-pemain seperti (Bryan) Mbeumo, (Matheus) Cunha yang mereka rekrut, mereka lebih baik daripada pemain-pemain yang mereka miliki sebelumnya yang hanya menerima gaji. Malas."
"Anda harus merekrut pemain dengan sikap yang tepat dan klub akan berakhir seperti Arsenal sekarang. Sikap yang baik di dalam klub," urai Saunders.