BolaSkor.com - Tiga bulan sebelum Piala Dunia 2026 berlangsung di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, kecemasan suporter terkait kelancaran turnamen bermunculan.
Belum selesai isu keamanan Meksiko terkait konflik internal seiring kematian Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho, gembong kartel narkoba, dalam operasi militer yang memicu gelombang kekerasan di sejumlah wilayah.
Kini, timnas Iran berpotensi mengundurkan diri dari Piala Dunia 2026 menyusul konflik yang terjadi pasca serangan dari Amerika Serikat dan Israel.
Baca Juga:
Kabar Piala Dunia 2026: Timnas Iran Berpotensi Mundur, Digantikan Tim Lain
Kabar Piala Dunia 2026: Presiden FIFA Bicara Keamanan Suporter Terkait Kerusuhan di Meksiko
Hadapi Kritik soal Harga, Presiden FIFA Optimistis Tiket Piala Dunia 2026 akan Ludes Terjual
FIFA masih meninjau situasi dunia, termasuk konflik di Timur Tengah, tetapi jika Iran mundur maka mereka bukan satu-satunya negara yang mundur dari Piala Dunia. Ada tim lainnya juga, siapa saja?
1. Uruguay (Piala Dunia 1934)
Berstatus juara dunia jelang Piala Dunia kedua yang dimainkan pada 1934, tetapi timnas Uruguay memilih tidak hadir di Piala Dunia 1934.
Kendati menerima undahan, Uruguay tak ikut serta sebagai bentuk protes setelah sejumlah tim-tim Eropa tak bertolak ke Amerika Selatan pada Piala Dunia 1930, yang dihelat di Uruguay.
Sampai saat ini, Piala Dunia 1934 masih menjadi satu-satunya Piala Dunia kala juara bertahan tak berpatisipasi.
2. Austria (Piala Dunia 1938)
Austria merupakan salah satu tim favorit juara pada Piala Dunia 1938, tapi karena pasukan Nazi melakukan penjajahan paksa (aneksi) kepada Austria kala turnamen akan dimulai, Austria tak bisa berpatisipasi.
Beberapa pemain Austria bergabung dengan skuad Jerman untuk Piala Dunia 1938, tetapi itu tak termasuk pemain bintang, Matthias Sindelar, yang menolak membela negara yang mewakiliki Nazi di dalamnya.
3. India (Piala Dunia 1950)
Kasus yang satu ini terbilang unik. India hanya lolos sekali ke Piala Dunia dan negara Asia tak pernah punya kesempatan berkompetisi.
Akan tapi di Piala Dunia 1950, India melaju ke final secara otomatis setelah mengundurkan diri dari babak kualifikasi dan uniknya, mereka memilih tidak menghadiri turnamen.
Bertolak belakang dengan kepercayaan umum, bukan karena FIFA melarang bermain tanpa alas kaki (India melakukannya di Olimpiade dua tahun sebelumnya), tetapi karena waktu latihan, biaya perjalanan, dan masalah seleksi tim.
4. Tim-tim Afrika (Piala Dunia 1966)
Piala Dunia 1966 diingat sebagai satu-satunya momen saat Inggris, tuan rumah, menjadi juara dan meraih trofi besar yang terus bertahan sampai saat ini.
Akan tapi di tahun itu juga, tim-tim Afrika memboikot fase kualifikasi sebagai bentuk protes terhadap keputusan FIFA, yang mengalokasikan satu tempat yang dikombinasikan untuk federasi Afrika, Asia, dan Oseania.
5. Uni Soviet (Piala Dunia 1974)
Kasus terdekat mengenai isu politik yang memengaruhi partisipasi tim nasional di Piala Dunia.
Terjadi pada Piala Dunia 1974, saat laga play-off antar benua antara Chili dan Uni Soviet pada 1973.
Jelang leg dua yang dimainkan di Santiago, Uni Soviet menolak berpatisipasi sebagai bentuk protes terhadap kediktatoran Augusto Pinochet yang kejam.
Pinochet telah menggulingkan pemerintahan sosialis, mengubah Chili dari mantan sekutu Uni Soviet menjadi musuh.
Alhasil, para pemain Chili memasuki lapangan tanpa Uni Soviet dan sang kapten, Francisco Valdes, mencetak gol ke gawang yang kosong sebelum laga akhirnya dihentikan.