Itu lantaran Tim Kuda Zebra baru saja melakoni laga berat melawan Trabzonspor di babak 32 besar Liga Europa Jumat kemarin. Di laga itu, Juve menang 2-0. Meski mepet dalam persiapan, pasukan Antonio Conte terlihat mengeluarkan permainan terbaiknya di laga ke-25 Liga Italia melawan Tim Banteng Turin. “Saya tidak melihat masalah kelelahan. Tak pelak ini adalah permainan yang sangat, sangat sulit, karena Torino tanpa beban. Bersama Verona mereka adalah keajaiban musim ini,” kata Conte seperti dilansir Sky Sports Italia. “Dalam pandangan saya, permainan kami sempurna secara taktik, sebagaimana kami bermain dengan kepala dingin dan hari panas. Kami biarkan Torino minim peluang dan berusaha untuk membatasi serangan balik mereka, yang merupakan kekuatan utama mereka.” Kedua tim kota Turin itu terlihat bermain terbuka dan saling beradu serangan sepanjang pertandingan. Hanya saja, solidnya lini belakang dari kedua tim membuat sejumlah peluang terbuang begitu saja. Tim Tuan Rumah yang sedikit unggul dalam penguasaan bola, 55 persen berbanding 45 persen, akhirnya meraih gol melalui Carlos Tevez di menit 30. “Torino memainkan tipe 3-5-2, lebih seperti 3-5-1-1 dengan satu penyerang lebih banyak melebar dari yang lain. Cerci sebagai penyerang mengubah karakteristiknya, namun kemudian dia memotong ke dalam dan jadi menghancurkan. Saya pikir kami bekerja luar biasa secara taktik untuk membatasi mereka.” Demikian Conte.
Ini Kunci Sukses Juventus Tekuk TorinoTurin Derby
BolaSkor - Minggu, 23 Februari 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 09 Juni 2026
Masih Cari Kiper Baru, Juventus Alihkan Pandangan ke Emiliano Martinez
Minggu, 07 Juni 2026
Cari Pengganti Dusan Vlahovic, Juventus Capai Kesepakatan dengan Alexander Sorloth
Kamis, 04 Juni 2026
Tinggalkan Juventus, Dusan Vlahovic Bisa Direkrut Gratis Klub-klub Peminat
Senin, 01 Juni 2026
Kevin De Bruyne Blak-blakan Mengaku Senang Antonio Conte Tinggalkan Napoli
Selasa, 26 Mei 2026
Palu Sudah Diketuk, AC Milan Tidak Akan Menunjuk Antonio Conte Menjadi Pelatih
Senin, 25 Mei 2026
Pecahkan Rekor Dunia, Kartu Panini Cristiano Ronaldo Terjual Rp21 Miliar
Senin, 25 Mei 2026
Antonio Conte Beberkan Alasan Mundur dari Napoli
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026