Pada pertandingan persahabatan di Sun Life Stadium, Miami, Amerika Serikat, Sabtu (6/9) pagi WIB, Kolombia sudah harus bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua usai Juan Cuadrado menerima kartu kuning kedua akibat melakukan pelanggaran. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan benar oleh Seleccao yang akhirnya bisa memecahkan kebuntuan berkat tendangan bebas Neymar di menit ke-83. Meski hanya laga persahabatan, Brasil versus Kolombia tetap berlangsung ketat. Statistik ESPN mencatat Brasil sedikit lebih dominan dengan 59 persen penguasaan bola dan 15 percobaan yang empat di antaranya mengarah ke sasaran. Di seberang kubu, Kolombia memiliki 41 persen penguasaan bola dengan 10 percobaan, yang tiga di antaranya mengarah ke gawang. Kolombia jug amencatat 13 foul, enam lebih sedikit dari Brasil. Brasil mengawali laga setelah dua kali kalah beruntun dari Jerman 1-7 di semifinal Piala Dunia 2014 dan 0-3 dari Belanda dalam perebutan tempat ketiga. Hasil jeblok itulah yang membuat Dunga kembali ditunjuk sebagai arsitek Neymar dan kawan-kawan, menggantikan Luiz Felipe Scolari. Usai awal-awal pertandingan yang 'keras', Brasil mampu mencetak gol di menit ke-24. Namun, gol itu dianulir karena dianggap sudah offisde. Delapan menit kemudian, Willian menginspirasi counter-attack Brasil dalam situasi empat lawan dua. Willian mengoper kepada Oscar di dalam kotak tapi sepakan Oscar masih melebar. Serangan balik Kolombia, Juan Camilo Zuniga meleaspak sebuah sepakan keras dari kotak penalti meski tipis melayang di atas mistar gawang yang dikawal Jeffeson. Hanya empat menit sebelum turun minum, Kolombia nyaris menciptakan gol pembuka setelah sepakan Cuadrado bisa ditepis Jeffenson untuk memaksakan sebuah sepak pojok. Pertandingan babak pertama ditutup dengan skor 0-0. Bencana bagi Kolombia setelah Cuadraco disuir wasit karena melakukan pelanggaran untuk menerima kartu merah. Tujuh menit sebelum waktu normal laga, Brasil dihadiahi tendangan bebas setelah pemain Kolombia melakukan hand ball yang sedikit kontroversial. Neymar sebagai eksekutor sukes mengirim bola ke sudut atas gawang Ospina. Susunan Pemain Brasil: Jefferson, Miranda, Maicon, Filipe Luis, David Luiz (Marquinhos 80'), Willian (Riberio 72'), Ramires (Fernandinho 46), Luiz Gustavo (Elias 46'), Oscar (Coutinho 77'), Tardelli (Robinho 77'), Neymar Kolombia: Ospina, Zapata, Armero, Valdes, Zuniga (Meija 73'), Sanchez (Ramos 85'), Cuadrado, James (Falcao 77'), Gutierrez (Bacca 64'), Martinez (Guarin 65') JANGAN LEWATKAN:
Gol Tunggal Neymar Antra Brasil Taklukkan Kolombia Uji Coba Internasional
BolaSkor - Sabtu, 06 September 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Jumat, 03 Juli 2026
Prediksi dan Statistik Kolombia vs Ghana: Los Cafeteros Unggul Kualitas
Jumat, 03 Juli 2026
Jadwal dan Live Streaming 32 Besar Piala Dunia 2026 Kolombia vs Ghana, Kick-off di Kansas City Stadium pada Sabtu (04/07) Pagi WIB
Rabu, 01 Juli 2026
Bagan 16 Besar Piala Dunia 2026 Mulai Terisi, Prancis dan Brasil Dapat Lawan Berat
Selasa, 30 Juni 2026
Jepang Meninggalkan Piala Dunia 2026 dengan Kepala Tegak
Selasa, 30 Juni 2026
Ancelotti Ungkap Alasan Tidak Memainkan Neymar Melawan Jepang
Selasa, 30 Juni 2026
Kalah Dramatis, Moriyasu Yakin Jepang Semakin Dekat ke Level Elite Dunia
Selasa, 30 Juni 2026
Rating Pemain Brasil vs Jepang: Casemiro Pamer Kualitas
Selasa, 30 Juni 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Menang Dramatis atas Jepang, Brasil Lolos ke 16 Besar
Senin, 29 Juni 2026
Cara Menonton Brasil vs Jepang Secara Gratis, Live Sebentar Lagi Pukul 00.00 WIB
Senin, 29 Juni 2026
32 Besar Piala Dunia 2026: Diunggulkan Menang, Brasil Pantang Remehkan Jepang
PILIHAN EDITOR
Jumat, 03 Juli 2026
7 Bintang di Piala Dunia 2026 yang Berpotensi Gabung Klub Premier League
Selasa, 30 Juni 2026
Keterpurukan Timnas Jerman: Tidak Lagi Ditakuti Lawan, Bukan Tim Diesel, dan Terlalu Fokus dengan Sepak Bola Indah
Senin, 29 Juni 2026
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Senin, 29 Juni 2026
Cuma Loloskan Dua Tim ke Babak Gugur, Piala Dunia 2026 Jadi Cerminan Sepak Bola Asia
Minggu, 28 Juni 2026
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Kamis, 25 Juni 2026
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Kamis, 25 Juni 2026
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026