Arsenal, pemuncak klasemen sementara Grup F, menjamu wakil Prancis Marseille pada pertandingan kelima, Rabu (27/11) dini hari WIB. The Gunners menang tipis 1-2 di kandang Marseille pada pertandingan pembuka grup 18 September lalu. Kedua tim sama-sama mengandalkan formasi 4-5-1 di pertandingan ini. Arsenal bertumpu pada Olivier Giroud sebagai bomber solo di lini depan. Sementara, Marseille mengandalkan Andre-Pierre Gignac di lini serang. Arsenal menguasai penuh jalannya pertandingan dengan 70 persen penguasaan bola. Gol kilat langsung diciptakan Arsenal saat pertandingan belum genap berusia semenit. Menerima umpan terobosan Bacary Sagna, tembakan Jack Wilshere dari sisi kanan gagal ditepis penjaga gawang Steve Mandanda. 1-0 Arsenal unggul. Arsenal kembali mengancam gawang sang waki Prancis saat pertandingan menginjak menit ketujuh. Usai melakukan kerja sama apik dengan Jack Wilshere, Aaron Ramsey mengarahkan bola ke pojok kanan gawang. Namun, kali ini Mandanda berhasil menepisnya. Pola permainan cepat yang dikembangkan Arsenal benar-benar menyulitkan lini pertahanan Marseille. Mereka pun praktis hanya mampu bermain bertahan, sambil sesekali melakukan serangan balik. Arsenal mendapatkan hadiah penalti di menit ke-37. Aaron Ramsey dijatuhkan Jeremy Morel di kotak terlarang pada menit ke-37. Wasit tanpa ampun langsung menunjuk titik putih. Mesut Ozil maju sebagai algojo hadiah penalti tersebut. Namun, tembakan kaki kiri pemain asal Jerman itu ke arah kiri gawang mampu dibaca dengan baik oleh Mandanda. Skor 1-0 bagi keunggulan Arsenal bertahan hingga turun minum. Susunan Pemain: Arsenal: Szczesny; Sagna, Mertesacker, Koscielny, Monreal; Flamini, Ramsey; Wilshere, Rosicky, Ozil; Giroud. Marseille: Mandanda; Abdallah, Nkoulou, Mendes, Morel; Lemina, Romao, Imbula; J.Ayew, Gignac, Khalifa.
Gol Kilat Wilshere Antar Arsenal Ungguli Marseille di Babak I
BolaSkor - Selasa, 26 November 2013
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 01 Juli 2026
Superkomputer Prediksi Hasil Belgia vs Senegal: Setan Merah Jaga Rekor Tak Terkalahkan
Selasa, 30 Juni 2026
Superkomputer Prediksi Laga 32 Besar Piala Dunia 2026 Prancis vs Swedia: Les Bleus Lanjutkan Dominasi
Minggu, 28 Juni 2026
Mantan Kapten Arsenal Berpeluang Gabung Chelsea, Bereuni dengan Xabi Alonso
Sabtu, 27 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Aljazair vs Austria: Duel Krusial Tim Kuda Hitam
Jumat, 26 Juni 2026
Ambisius, Arsenal Inginkan Dua Gelandang Andalan Newcastle United
Jumat, 26 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Uruguay vs Spanyol: Misi La Roja, Juara Grup atau Lawan Messi di 32 Besar
Jumat, 26 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Cape Verde vs Arab Saudi: Menang atau Pulang!
Jumat, 26 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Senegal vs Irak: Saling Sikut demi Satu Peluang Menuju Fase Gugur Piala Dunia 2026
Rabu, 24 Juni 2026
Prediksi dan Statisik Meksiko vs Republik Ceko: Duel Beda Kepentingan
Rabu, 24 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Skotlandia vs Brasil: Tartan Army Kejar Sejarah
PILIHAN EDITOR
Selasa, 30 Juni 2026
Keterpurukan Timnas Jerman: Tidak Lagi Ditakuti Lawan, Bukan Tim Diesel, dan Terlalu Fokus dengan Sepak Bola Indah
Senin, 29 Juni 2026
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Senin, 29 Juni 2026
Cuma Loloskan Dua Tim ke Babak Gugur, Piala Dunia 2026 Jadi Cerminan Sepak Bola Asia
Minggu, 28 Juni 2026
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Kamis, 25 Juni 2026
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Kamis, 25 Juni 2026
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026