BolaSkor.com - Tidak ada angin tak ada hujan, Federasi Sepak Bola Afrika (CAF) memberikan pernyataan mengejutkan mengenai Piala Afrika 2025.
Seyogyanya, Piala Afrika 2025 sudah berakhir pada Januari 2026 dengan keberhasilan Senegal mengalahkan tuan rumah dengan skor 1-0 via gol Pape Gueye.
Pertandingan itu sarat drama dengan penalti Brahim Diaz yang gagal berbuah gol, serta aksi walk out (WO) atau meninggalkan lapangan pemain Senegal kala wasit memberi hadiah penalti kepada Maroko.
Baca Juga:
Hasil Final Piala Afrika 2025: Diwarnai Drama Walk-Off, Senegal Jadi Juara Usai Kalahkan Maroko
Prediksi Final Piala Afrika 2025 Maroko vs Senegal: Keuntungan Tuan Rumah
Inggris Kalah dari Senegal, Thomas Tuchel: Piala Dunia 2026 Masih Lama
Dua bulan berlalu, CAF membuat pernyataan mengejutkan dengan mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 dari Senegal, memberikannya kepada Maroko.
Terkait Aksi WO
Merujuk pada aturan yang ada terkait aksi WO pemain-pemain Senegal, meski pada akhirnya mereka kembali bermain setelah diminta Sadio Mane, CAF mencabut gelar juara Senegal dan menyatakan mereka kalah 0-3, memberikannya kepada Maroko.
"Dewan Banding CAF memutuskan bahwa berdasarkan Pasal 84 Peraturan Piala Afrika CAF (AFCON), Tim Nasional Senegal dinyatakan kalah dalam pertandingan final TotalEnergies CAF Africa Cup of Nations (AFCON) Maroko 2025, dengan hasil pertandingan tercatat 3–0 untuk Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF)," demikian pernyataan dari CAF.
FRMF selaku Federasi Sepak Bola Senegal merespons keputusan dari CAF, menegaskan apabila aksi WO mereka bukan untuk mencederai nilai-nilai olahraga melainkan tuntutan keadilan dari wasit.
"FRMF ingin menekankan bahwa pendekatannya tidak pernah dimaksudkan untuk menantang kinerja olahraga tim-tim yang berpartisipasi dalam kompetisi ini, tetapi semata-mata untuk menyerukan penegakan aturan kompetisi," tambah pernyataan dari FRMF.
"Federasi menegaskan kembali komitmennya untuk mematuhi aturan, kerangka kerja kompetitif yang jelas, dan stabilitas kompetisi Afrika."
CAF menegaskan apabila tak ada lagi banding terkait keputusan tersebut, tetapi Senegal dapat melakukannya via jalur lain yakni melali Arbitrase Olahraga Dunia atau CAS.