BolaSkor.com - AC Milan tengah terpuruk menyusul dua kekalahan beruntun di Serie A kontra Napoli (0-1) dan Udinese (0-3).
Dua kekalahan itu membuat Milan merosot ke peringkat tiga, juga rawan disalip tim-tim di bawahnya seperti Juventus, Como, AS Roma, dan Atalanta.
Salah satu pemain Milan arahan Massimiliano Allegri juga menjadi perhatian, yakni Rafael Leao.
Baca Juga:
Zlatan Ibrahimovic Susun Rencana Mendepak Massimiliano Allegri dari AC Milan
AC Milan Terpuruk, Butuh Pengalaman Besar Massimiliano Allegri untuk Bangkit
Masalah AC Milan Lebih dari Sekadar Sistem dan Eksperimen Gagal Max Allegri
Pemain timnas Portugal tersebut bahkan menjadi kambing hitam kekesalan fans saat Milan dibantai Udinese, disiuli saat digantikan pemain lainnya.
Pemain yang Malas
Rafael Leao (Foto: Football-Italia)
Paolo Di Canio, pandit sepak bola, turut memanaskan kritik yang ditujukan kepada Leao dan menilainya sebagai pemain yang malas, merujuk kepada pergerakan tanpa bolanya.
"Kita sedang membicarakan seorang pemain yang seharusnya melakukan 50 gerakan untuk menerima bola, tetapi bahkan tidak melakukan setengahnya kecuali dia yakin akan menerimanya," papar Di Canio dikutip dari Goal.
"Dia bahkan tidak melakukan gerakan untuk membuka ruang bagi rekan setimnya, karena dia tidak yakin akan menerima umpan."
"Setiap striker, di liga mana pun, harus bekerja sangat keras."
"Itu sulit bahkan untuk penyerang tengah alami; bayangkan untuk pemain yang tampak malas hampir setiap kali dia tidak menguasai bola," imbuh Di Canio.
Gaya Hidup Rafael Leao
Selain itu, gaya hidup Leao juga menjadi sorotan dengan fokusnya pada musik dan fashion. Fokus pada hobinya tersebut, menurut Di Canio, membuat Leao tak sepenuhnya fokus dengan sepak bola.
“Dia rileks; dia dimanja, dan dia tidak memiliki tekad atau keinginan untuk terus berkembang. Prioritasnya hampir menjadi hal lain," tambah Di Canio.
"Selama bertahun-tahun, saya tidak ingat pernah melihat begitu banyak video peragaan busana atau sesi rekaman delapan jam dengan label rekaman."
"Anda selalu mengatakan kita harus melihat kehidupan pribadi para pemain, tetapi jika seseorang menghabiskan empat atau lima jam melakukan hal lain, energi fisik dan mental mereka akan terkuras."
"Ini bukan seperti bermain PlayStation selama setengah jam. Jika Anda menghabiskan enam atau tujuh jam dengan label rekaman dan pergi ke peragaan busana, bagaimana Anda bisa memulihkan energi mental untuk bermain di level ini?" urainya.