BolaSkor.com - Pelatih asal Spanyol berusia 52 tahun, Roberto Martinez, menjadi sorotan usai gagal membawa timnas Portugal lolos ke perempat final Piala Dunia 2026.
Perjalanan Selecao das Quinas berakhir di 16 besar usai kalah 0-1 lawan Spanyol di Dallas Stadium, Selasa (07/07) dini hari WIB, melalui gol Mikel Merino (90+1).
Kekalahan itu kian menjadi sorotan di era kepelatihan Martinez karena Portugal bermain relatif hati-hati, bermain aman, tanpa urgensi untuk mencetak gol.
Baca Juga:
Hasil Piala Dunia 2026: Perjalanan Cristiano Ronaldo dkk Berakhir, Spanyol Menang 1-0 atas Portugal
Cara Menonton Portugal vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi Pukul 02.00 WIB
Spanyol nyaman dengan 56 persen penguasaan bola serta total 15 tendangan, enam tepat sasaran, berbanding tiga peluang tepat sasaran Portugal yang dapat dicegah Unai Simon dengan mudah.
Roberto Martinez Mundur
Cristiano Ronaldo dan Roberto Martinez (UEFA)
Martinez pun dikritik karena sebelumnya pada medio 2016-2022 gagal mengangkat Belgia di generasi emasnya bersama Eden Hazard, Kevin De Bruyne, Thibaut Courtois, Romelu Lukaku, hingga Vincent Kompany.
Dalam enam tahun melatih, Belgia sekali mencapai semifinal (Piala Dunia 2018), perempat final Euro 2020, dan bahkan kandas di fase grup pada Piala Dunia 2022.
Sementara dengan Portugal, yang telah dilatihnya dari 2023, Martinez membawa Portugal mencapai perempat final Euro 2024 dan fase 16 besar Piala Dunia 2026, yang notabene Piala Dunia terakhir untuk Cristiano Ronaldo.
Pada eranya, Portugal juga pernah memenangi UEFA Nations League pada musim 2024-2025. Kini, Portugal menatap era baru setelah Martinez mengundurkan diri.
Memang benar ini adalah pertandingan terakhir saya bersama tim nasional Portugal. Tetapi ada dua hal yang ingin saya sampaikan,
papar Martinez dikutip dari akun @henrywinter.
"Pertama-tama, saya ingin berterima kasih kepada rakyat Portugal karena ini adalah perjalanan yang luar biasa - sebuah kehormatan yang tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata."
"Semangat dan energi para penggemar, seluruh negeri, terima kasih untuk semuanya. Saya akan membawa kenangan itu sepanjang hidup saya."
"Kedua, saya ingin berterima kasih kepada para pemain, karena mereka luar biasa. Ada banyak sekali talenta, tetapi yang terpenting, ada komitmen untuk menjadi sebuah tim."
"Memiliki pemain hebat di tim nasional itu mudah - mereka adalah yang terbaik - tetapi yang benar-benar penting adalah membangun sebuah tim."
Ada 45 pertandingan, menghasilkan rekor terbaik dalam sejarah Portugal. Itu dimungkinkan karena komitmen para pemain. Saya pergi dengan kenangan tak terlupakan: memenangkan Nations League, memecahkan rekor.
"Saya juga ingin menyampaikan rasa terima kasih terdalam saya kepada Federasi atas semua dukungan yang telah mereka berikan kepada kami, dan kepada staf pelatih, yang menunjukkan tingkat profesionalisme yang luar biasa sejak hari pertama."
"Kami bekerja tanpa lelah untuk membantu para pemain kami. Saya pergi dengan kenangan tak terlupakan dan ucapan terima kasih yang paling tulus kepada rakyat Portugal," urai eks pelatih Wigan Athletic tersebut.