Football

Sport

Feature

Result

Show

Spanyol Liga Champions Eropa Berita

Drama di Estadio da Luz: Vinicius Junior Jadi Korban Rasisme, Jose Mourinho Angkat Bicara

Arief Hadi - Rabu, 18 Februari 2026

BolaSkor.com - Belajar dari kekalahan 2-4 pada laga terakhir fase liga Liga Champions, Real Madrid tak lagi kalah di Estadio da Luz, markas Benfica.

Bermain pada leg satu fase play-off Liga Champions, Rabu (18/02) dini hari WIB, Los Blancos menang 1-0 melalui gol Vinicius Junior (50').

Madrid mendominasi permainan dengan 56 persen penguasaan bola juga dengan total 15 tendangan, delapan sepakan tepat sasaran.

Baca Juga:

Hasil Liga Champions: Real Madrid Berjaya di Estadio da Luz, PSG Menang Tipis

Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Benfica vs Real Madrid, Live Pukul 03.00 WIB

7 Fakta Menarik Jelang Duel Benfica vs Real Madrid: The Eagles Punya Rekor Buruk di Fase Gugur Lawan Tim Spanyol

Akan tapi ada satu hal yang menyita perhatian dari laga tersebut, selain kemenangan Madrid atas tim arahan Jose Mourinho.

Hal tersebut adalah kontroversi isu rasisme kepada Vinicius, tak lama setelah ia mencetak gol dan melakukan selebrasi gol yang memancing amarah fans tuan rumah.

Jose Mourinho Angkat Bicara

Pemain Benfica, Gianluca Prestianni, disinyalir bersikap rasis kepada Vinicius saat ia berbicara dengan menutupi mulutnya dengan baju.

Pasca melakukan protes kepada wasit dan sesuai aturan FIFA, pertandingan ditunda, Vinicius meninggalkan lapangan dan berbicara kepada kedua pelatih, Mourinho dan Alvaro Arbeloa.

Laga pada akhirnya dimulai kembali dengan tambahan waktu mencapai 10 menit di babak kedua. Soal isu rasisme tersebut, Mourinho angkat bicara.

Vinicius Junior saat ditenangkan Aurelien Tchouameni dan Alvaro Arbeloa (Foto: FotMob)

"Ada yang salah karena hal itu terjadi di setiap stadion," tutur Mourinho di Amazon Prime.

"Di stadion tempat Vinicius bermain, selalu ada sesuatu yang terjadi. Lihat, saya mengatakan itu adalah 50 menit pertandingan sepak bola yang bagus."

"Saya percaya jutaan orang menonton di seluruh dunia – gol yang luar biasa dan kemudian pertandingan berakhir."

"Saya melihat dua hal yang sangat berbeda. Saya ingin menjadi independen, dan saya tidak berkomentar tentang itu."

"Saya mengatakan kepadanya (Vinicius) persis seperti itu."

"Saya mengatakan kepadanya - ketika Anda mencetak gol seperti itu, Anda hanya merayakannya dan berjalan kembali."

"Ketika dia berdebat tentang rasisme, saya mengatakan kepadanya bahwa orang terbesar (Eusebio) dalam sejarah klub ini adalah orang kulit hitam."

"Klub ini, hal terakhir yang mungkin terjadi, bukanlah klub rasis. Jika dalam pikirannya ada sesuatu yang berhubungan dengan itu – ini di Benfica."

"Mereka (Vinicius dan Prestianni) mengatakan hal yang berbeda kepada saya. Tapi saya tidak percaya pada satu atau yang lain. Saya ingin menjadi independen."

"Para pemain berbakat ini mampu melakukan hal-hal indah, tetapi sayangnya dia (Vinicius) tidak hanya senang mencetak gol yang menakjubkan itu."

"Ketika Anda mencetak gol seperti itu, Anda merayakannya dengan cara yang penuh hormat," urainya.

Baca Artikel Asli