"Spanduk ini sengaja kami pasang ditengah Kota Malang, sebagai wujud kekecewaan kami sebagai bagian Aremania, atas tingkah laku para caleg yang menyeret nama Arema dan Aremania untuk mendapatkan keuntungan pribadi, dalam hal perolehan suara waktu pemilihan legislatif mendatang," ungkap pria gondrong itu, Jumat dini hari (21/03/2014) saat ditemui usai memasang spanduk. Lebih lanjut pria yang baru mendapatkan momongan itu menambahkan, diharapkan dengan adanya aksi nyata dari dirinya bersama dengan puluhan aremania ini, dapat mengajak Aremania yang ada diseluruh daerah, untuk bergerak dan mengeluarkan kreatifitas lainnya dalam memberikan kritik terhadap kondisi yang ada.
>
"Walaupun para caleg juga ada yang asli Arek Malang, akan tetapi tingkah laku mereka seperti bukan orang asli kelahiran Malang, yang seharusnya menghargai nama besar Arema dan Aremania," tambahnya. "Saya merasa dirugikan sebagai Aremania, harusnya orang Malang itu Satu Jiwa dengan nama besar Arema, bukan malah menarik nama Arema ke ranah politik yang saat ini banyak melakukan pembohongan publik. Terbukti saat mereka telah jadi wakil rakyat, para anggota dewan lupa dengan kepentingan masyarakat," imbuhnya.