Dalam kekalahan 4-0 atas juara dunia tiga kali Jerman, mantan pemain Benfica itu harus ditarik keluar pada menit ke-65 setelah mengalami cedera di bagian paha ketika sedang berlari mengejar bola untuk menerima umpan panjang di sektor kiri penyerangan Portugal. Dalam pemeriksaan awal yang dilakukan oleh tim medis Portugal setelah pertandingan, Coentrao pun divonis harus absen di dua sisa pertandingan fase grup G melawan Amerika Serikat (23/6) dan melawan Ghana (26/6). "Saya pikir, Piala Dunia telah usai bagi saya. Saya cukup yakin kalau ini adalah cedera serius meskipun saya berharap saya salah. Ini tentu menjadi salah satu momen tersedih dalam hidup saya. Meski demikian, kami masih bisa lolos ke fase knock-out terlepas dari hasil pertandingan pertama kami." ujar Coentrao kepada harian AS. Kalah 4-0 dan kehilangan Coentrao bukan akhir dari berita buruk bagi Portugal. Tim berjuluk Seleccao itu juga dipastikan harus bermain tanpa striker utama mereka, Hugo Almeida di dua pertandingan sisa fase grup, sama seperti Coentrao. Penyerang jangkung yang bermain di Liga Turki bersama klub Besiktas Istanbul itu juga mengalami cedera di bagian paha setelah berduel dengan bek tengah Jerman, Mats Hummels pada menit ke-28. Almeida kemudian digantikan oleh bomber asal klub Braga, Eder dalam pertandingan tersebut. Situasi ini tentu menyulitkan pelatih Portugal, Paulo Bento yang harus memenangi dua laga sisa jika ingin memelihara asa lolos ke fase knock-out. Pasalnya, Portugal praktis hanya mengandalkan dua striker murni di dua pertandingan tersebut, Eder (SC Braga) dan Helder Postiga (Lazio). Di sektor pemain belakang, absennya Coentrao juga membuat stok bek sayap Portugal tersisa dua orang saja, yaitu Joao Pereira (Valencia) dan Andre Almeida (Benfica). Dua bek cadangan Portugal lainnya, yaitu Luis Neto (Zenit St.Petersburg) dan Ricardo Costa (Valencia) adalah seorang bek tengah, bukan bek sayap murni seperti Coentrao, Pereira ataupun Andre Almeida.
Coentrao Dan Almeida Perpanjang Penderitaan Portugal
BolaSkor - Selasa, 17 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 02 Juni 2026
Kenangan Diogo Jota Jadi Sumber Motivasi Portugal di Piala Dunia 2026
Senin, 25 Mei 2026
Pecahkan Rekor Dunia, Kartu Panini Cristiano Ronaldo Terjual Rp21 Miliar
Selasa, 19 Mei 2026
Demi Cristiano Ronaldo, Timnas Portugal Berambisi Memenangi Piala Dunia 2026
Selasa, 19 Mei 2026
Resmi, 26 Pemain dalam Skuad Portugal di Piala Dunia 2026: Rekor Cristiano Ronaldo dan Penghargaan untuk Diogo Jota
Rabu, 06 Mei 2026
Profil Tim Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Timnas Portugal, Tarian Terakhir Cristiano Ronaldo
Jumat, 24 April 2026
7 Pelatih dengan Bayaran Tertinggi di Piala Dunia 2026
Minggu, 29 Maret 2026
Hasil Imbang Meksiko vs Portugal Warnai Laga Bersejarah di Estadio Azteca
Jumat, 28 November 2025
Bekuk Austria, Portugal Juara Piala Dunia U-17 2025
Rabu, 19 November 2025
Lionel Messi dan Timnas Argentina Cuma Beruntung saat Menjuarai Piala Dunia 2022
Senin, 17 November 2025
Tanpa Cristiano Ronaldo, Timnas Portugal Lebih Baik?
PILIHAN EDITOR
Jumat, 05 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1998: Ketika Prancis Juara untuk Pertama Kalinya
Kamis, 04 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1994: Penalti Roberto Baggio dan Suka Cita Brasil di Amerika Serikat
Kamis, 04 Juni 2026
5 Pemain Termuda di Piala Dunia 2026, Salah Satunya Titisan Mesut Ozil
Rabu, 03 Juni 2026
Profil 11 Stadion Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat
Rabu, 03 Juni 2026
Sejumlah Rekor yang Bisa Dipecahkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Rabu, 03 Juni 2026
5 Klub yang Paling Banyak Sumbang Pemain ke Piala Dunia 2026: Manchester City Nomor Satu
Selasa, 02 Juni 2026
Tua-tua Keladi, 6 Pemain di Atas 40 Tahun yang Mentas pada Piala Dunia 2026
Senin, 01 Juni 2026
Profil Grup L Piala Dunia 2026: Inggris dan Kroasia Saling Sikut, Ghana Kuda Hitam
Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Perlu Berevolusi setelah Kalah dari PSG di Final Liga Champions
Minggu, 31 Mei 2026