BolaSkor.com - Menjelang Piala Dunia 2026 yang akan dimulai di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 12 Juli mendatang, pemberitaan soal event akbar sepak bola empat tahunan itu mulai ramai terdengar.
Seperti salah satu cerita menarik dari Kansas City, Missouri, yang berada di Amerika Serikat. Di sana, masyarakat sekitar melihat langsung perjuangan tiga fans sepak bola yang melakukan segalanya untuk melihat tim kesayangan mereka bermain.
Tiga orang itu bernama Vicente Conculini, Yamandu Martinez, dan Miguel Silio. Ketiganya baru tiba di Kansas City setelah meninggalkan kampung halaman, Argentina, pada Agustus 2025.
Baca Juga:
Piala Dunia 2026: Sempat Cemas, Spanyol Pede Lamine Yamal Siap Tampil di Laga Pembuka
Prediksi dan Statistik Spanyol vs Irak: Menguji Kesiapan La Roja Jelang Piala Dunia 2026
Mereka tidak tahu kapan Argentina bermain atau juga lokasi markas latihan selama Piala Dunia 2026. Namun dengan niat yang kuat, Conculini, Martinez, dan Silio bertolak ke Amerika dengan menggunakan sepeda.
Tempuh 10.000 Mil Perjalanan, Lalui 17 Negara
Menempuh banyak medan berat, cuaca ekstrim, ketiganya bepergian dari Amerika Selatan ke Amerika Serikat dengan sepeda.
Conculini, Martinez, dan Silio menempuh perjalanan 10.000 mil dan telah melalui 17 negara untuk mencapai destinasi tujuan.
Saat memasuki Musem Seni Nelson-Atkins pada Selasa (02/06) waktu setempat, ketiganya disambut oleh pulihan pesepeda lokal.
"Kami tidak bisa membayangkan orang-orang ini datang ke sini, seperti, untuk kami," kata Conculini dikutip dari Kmbc.
"Terima kasih semuanya, atas kedatangan kalian. Kami benar-benar sangat berterima kasih atas hal ini."
"Entahlah, setelah sepuluh bulan, hari ini adalah hari terakhir. 10.500 mil, 17 negara. Kurasa kita sudah sampai di sini."
Satu-satunya momen, saat mereka tak menggunakan sepeda adalah saat rombongan harus terbang melewati Terusan Panama. Di sepeda mereka juga ada sekitar 80 pon perlengkapan selama sembilan bulan terakhir.
"Ini pakaian kami untuk musim dingin, musim panas, musim hujan," imbuh Conculini.
"Semua yang kami miliki, tenda, kantong tidur, air dingin, makanan, peralatan, semuanya. Ini rumah kami selama satu tahun."