Timnas Spanyol menjadi tim yang paling dijagokan tampil sebagai pemenang pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Alasannya, performa gemilang mereka dalam beberapa tahun terakhir. La Furia Roja adalah juara Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dan menyempurnakan kesuksesan mereka dengan merengkuh trofi Piala Eropa dua tahun berselang. Namun, nyatanya Spanyol tak mampu berbuat banyak. Xabi Alonso dan kawan-kawan takluk dengan skor mencolok 1-5 melawan Timnas Belanda pada pertandingan pertama Grup B. Lima hari berselang, Tim Matador kembali kalah 2-0 melawan Chili. Spanyol bangkit di pertandingan terakhir Grup. Menghadapi Australia di Stadion Arena da Baxiada, Curitibia, Senin (23/6) malam WIB, La Furia Roja menang tiga gol tanpa balas. Ketiga gol Spanyol di laga ini masing-masing dilesakkan David Villa, Juan Mata, dan Fernando Torres. Namun, hasil itu tak mampu mengantar mereka ke babak 16 besar. "Iker Casillas tak dalam performa terbaik. Tapi, yang lain juga tak membantunya. Ada dua pemain di lapangan yang tak boleh melakukan kesalahan, penyerang dan kiper," ungkap Carlos seperti dilansir situs resmi FIFA. "Casillas harus bertanggung jawab. Sebagai teman, saya turut menyesal baginya dan timnya. Kemmapuan Anda harus terus meningkat karena kita tak hidup di masa lalu, tapi masa kini," ia menambahkan. Banyak pihak menganggap bahwa kegagalan ini menandai berakhirnya era keemasan Spanyol. Tak hanya itu saja, semua orang kini beranggapan bahwa pakem Tiki-taka, yang dianggap sebagai gaya permainan sepak bola terbaik, kini sudah tidak ampuh lagi. "Gaya permainan Tiki-taka belum berakhir. Spanyol, seperti Brasil, memiliki gaya permainannya sendiri. Mereka mengoper, mengoper dan mengoper. Mereka mengandalkan gaya permainan lambat. Gaya tersebut sudah ada sejak tahun 1970," demikian Carlos.
Carlos: Casillas Biang Keladi Kegagalan Spanyol
BolaSkor - Senin, 30 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 15 Juli 2026
Spanyol Sangat Percaya Diri, Tak Peduli Hadapi Inggris atau Argentina di Final Piala Dunia 2026
Rabu, 15 Juli 2026
Terima Kekalahan Prancis, Didier Deschamps Juga Menyindir Wasit Pertandingan
Rabu, 15 Juli 2026
Rating Pemain Prancis dan Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe dkk Redup, Pedro Porro Man of the Match
Rabu, 15 Juli 2026
8 Fakta Menarik Usai Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 Setelah Menyingkirkan Prancis
Rabu, 15 Juli 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Prancis Mati Kutu, Spanyol Menang 2-0 dan Amankan Tiket Final
Rabu, 15 Juli 2026
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
PILIHAN EDITOR
Rabu, 15 Juli 2026
Inggris vs Argentina: Kenangan Gol 'Tangan Tuhan' Maradona, Sosialisme dan Bentuk Protes Serangan Malvinas
Rabu, 15 Juli 2026
Inggris vs Argentina Pertaruhan Harga Diri Bangsa, Perang Malvinas hingga Gol Tangan Tuhan
Rabu, 15 Juli 2026
8 Fakta Menarik Usai Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 Setelah Menyingkirkan Prancis
Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Selasa, 14 Juli 2026
Membedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Inggris di Era Thomas Tuchel
Selasa, 14 Juli 2026
Menilik 4 Pelatih di Semifinal Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Jadi yang Terbaru
Selasa, 14 Juli 2026
Kisah di Balik Rakun Taksidermi, Oleh-oleh Erling Haaland dari Piala Dunia 2026
Senin, 13 Juli 2026