"Jika Puyol ingin bermain di MLS, Puyol akan sangat diterima. Kedatangan Puyol akan memberikan dampak bagus bagi MLS dan akan selalu menyenangkan untuk memiliki pemain sebagus Puyol." ujar Henry kepada ARA, seperti dilansir oleh Goal. Thierry Henry yang sekarang bermain untuk New York Red Bulls di MLS, pernah menjadi rekan setim Carles Puyol ketika bermain bagi Barcelona selama tiga musim, 2007-2008 hingga akhr musim 2009-2010 silam. Hengkang dari Barcelona, legenda hidup Arsenal itu langsung bermain bagi New York Red Bull di MLS, meski sempat dipinjamkan ke Arsenal selama beberapa bulan pada awal tahun 2012 silam. Tentang keputusan Puyol yang memutuskan untuk hengkang dari Camp Nou, meski sebenarnya masih terikat kontrak hingga tahun 2016 mendatang, menurut Henry adalah sebuat keputusan yang berat bagi seluruh pihak yang terlibat dengan Barcelona namun tetap harus dihormati. "Kita harus menghargai dan menghormati keputusan Puyol untuk pergi dari Barcelona dan harus menikmati bulan-bulan terakhir Puyol mengenakan ban kapten Barcelona. Puyol adalah contoh kehebatan dari Barcelona." ujar Henry yang kini berusia 36 tahun itu. Carles Puyol sendiri belum memutuskan apakah, ia akan terus bermain sepakbola setelah hengkang dari Barcelona atau memutuskan untuk gantung sepatu. Thierry Henry juga mengakui kalau ia belum menghubungi Puyol untuk membujuk wakil kapten Tim Nasional Spanyol di Piala Dunia Afrika Selatan 2010 silam untuk bermain bersama di MLS.
"Carles Puyol Akan Sangat Diterima Bermain Di MLS"
BolaSkor - Jumat, 07 Maret 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 23 Juni 2026
Alasan Donald Trump Tak Terlihat Menonton Langsung Laga-laga Piala Dunia 2026
Senin, 22 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Cuaca Ekstrem, Laga Prancis vs Irak Berpotensi Ditunda
Senin, 22 Juni 2026
Di Tengah Kesulitan, Iran Bermain Baik di Piala Dunia 2026
Sabtu, 20 Juni 2026
Klasemen Sementara Grup C-D Piala Dunia 2026: Brasil Ditempel Maroko dan Skotlandia, Amerika Serikat Segel Urutan Pertama
Sabtu, 20 Juni 2026
Juara Piala Dunia 2026 Bukan Lagi Sekadar Impian untuk Timnas Amerika Serikat
Sabtu, 20 Juni 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Maroko Tekuk Skotlandia, Amerika Serikat Lolos ke Fase Gugur
Kamis, 18 Juni 2026
Pro dan Kontra Jeda Minum di Piala Dunia 2026, Disebut bak Amerikanisasi Sepak Bola
Kamis, 18 Juni 2026
Dapat Visa AS, Ibu Pahlawan Cape Verde Bereuni dengan Putranya di Piala Dunia 2026
Minggu, 14 Juni 2026
Klasemen Sementara Grup D Piala Dunia 2026: Amerika Serikat dan Australia Memimpin
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026