Menghadapi Panama pada laga uji coba di Stadion Serra Dourada, Rabu (4/6) dini hari WIB, Brasil menurunkan komposisi pemain terbaiknya. Fred diplot sebagai penyerang tunggal dibantu Neymar, Hulk dan Oscar di lini kedua. Tampil di hadapan pendukung sendiri, Tim Samba langsung menekan jantung pertahanan Panama. Tujuh menit laga berjalan, pasukan Felipe Scolari berkesempatan membuka keunggulan. Namun sayang, sepakan tendangan bebas masih jauh dari sasaran. Tempo permainan tidak berjalan begitu cepat. Hanya saja, penampilan apik Neymar di sepertiga serangan terlihat begitu dominan. Publik tuan rumah akhirnya bergemuruh pada menit 27 saat menyambut gol indah yang diciptakan oleh Neymar. Pemain Barcelona itu sukses menaklukkan penjaga gawang Panama, McFarlane, melalui eksekusi bola mati tak jauh dari luar garis kotak penalti. Selepas gol tersebut pola serangan Brasil semakin sporadis. Marcelo dan Dani Alves bergantian membangun serangan dari sisi sayap. Tak mau kalah, trio Neymar, Hulk dan Oscar turut membahayakan gawang Panama. Meski begitu, barisan belakang tim tamu tampak cukup disiplin dalam menjaga area pertahanan, seperti saat menghalau sepakan Dani Alves dari luar kotak penalti pada menit 32. Menit 40, Brasil sanggup menggandakan keunggulan. Melihat begitu banyak pemain Panama yang berada di daerah pertahanan, Alves memutuskan untuk menghempaskan sepakan keras dari luar kotak penalti. Keputusan yang tepat, karena bola tak mampu dibendung oleh McFarlane. Hingga turun minum tak ada gol lagi tercipta. Susunan pemain Brasil (4-2-3-1): Julio César; Dani Alves, David Luiz, Dante, Marcelo; Ramires, Luiz Gustavo; Oscar, Hulk, Neymar; Fred Panama (4-4-2): McFarlane; Torres, Machado, Carroll, Baloy; Henriquez, Cooper, Gabriel, Quintero; Tejada, Munoz
Brasil Masih Terlalu Perkasa untuk PanamaBabak I Pemanasan Piala Dunia
BolaSkor - Selasa, 03 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 24 Juni 2026
Hadapi Brasil, Jiwa Petarung Skotlandia Jadi Kunci
Rabu, 24 Juni 2026
Cristiano Ronaldo Ukir Sejarah, Jadi Pemain Pertama Cetak Gol di 6 Piala Dunia Berbeda
Selasa, 23 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Michael Owen Yakin Cristiano Ronaldo Akan Hat-trick Lawan Uzbekistan
Selasa, 23 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Panama vs Kroasia: Saling Sikut demi Tiga Poin
Selasa, 23 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Kolombia vs RD Kongo: The Leopards Emban Misi Ambisius
Selasa, 23 Juni 2026
Klasemen Sementara Grup I-J Piala Dunia 2026: Prancis dan Argentina Tak Terbendung
Selasa, 23 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Inggris vs Ghana: Waktunya Amankan Tiket Babak 32 Besar
Selasa, 23 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Samai Gol Miroslav Klose, Messi Didekati
Selasa, 23 Juni 2026
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Inggris vs Ghana, Live TVRI Rabu (24/6) Pukul 03.00 WIB
Selasa, 23 Juni 2026
Kick-off Babak Kedua Ditunda karena Badai Petir, Prancis Sementara Ungguli Irak 1-0
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026