BolaSkor.com - Atletico Madrid adalah satu di antara kekuatan sepak bola Spanyol. Meski kerap dipandang sebelah mata ketika bersanding dengan Real Madrid dan Barcelona, namun Atletico tetap tidak bisa diremehkan.
Sebagai bukti, dalam 20 tahun terakhir, Atletico Madrid banyak meraih gelar bergengsi. Contohnya, titel LaLiga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, hingga Liga Europa silih berganti masuk lemari penyimpanan.
Satu di antara kunci di balik rentetan prestasi tersebut adalah kemampuan jitu Atletico Madrid dalam mencari striker. Bisa dihitung dengan jari ketika Los Rojiblancos kecewa saat memboyong seorang ujung tombak.
Parade kesuksesan penyerang Atletico Madrid dimulai dari Fernando Torres. Pemain yang baru-baru ini memutuskan gantung sepatu itu adalah anak didik akademi Atletico.
Baca juga:
Rodri, Suksesor Fernandinho dan Sergio Busquet-nya Pep Guardiola di Manchester City
3 Alasan Pemain Gratisan ke Juventus
Tanguy Ndombele, Gelandang Menjanjikan Pematah Stigma Tottenham Klub Kere
Sepanjang kariernya di Atletico Madrid, Torres membukukan 121 gol dalam 350 pertandingan. Bahkan, dalam periode terakhirnya di kota Madrid, pemain asal Spanyol itu masih bisa meraih trofi Liga Europa.
Tak heran, Liverpool berani mengucurkan dana 38 juta euro untuk memboyong El Nino pada 2007. Empat tahun berselang, harga Torres melonjak menjadi 58 juta euro.
Kepergian Torres dari Wanda Metropolitano tidak membuat Atletico gusar. Bermodal pencari bakat yang apik, Atletico memboyong Diego Forlan dari Villarreal dan Sergio Aguero dan Independiente.
Forlan dan Aguero kembali membuktikan jika Atletico Madrid tidak pernah kekurangan penyerang tajam. Membela Atletico Madrid dari 2007 hingga 2011, Forlan menorehkan 96 gol dalam 198 pertandingan. Sementara itu, Sergio Aguero 100 kali membobol gawang lawan dalam 230 laga.
Pada edisi selanjutnya, kehebatan penyerang Atletico Madrid tak sekali pun luntur. Masuk pada 2011, Radamel Falcao mampu mengoleksi 70 gol dalam 91 pertandingan.
Torehan itu membuat AS Monaco berani menggelontorkan dana hingga 43 juta euro untuk merekrutnya pada 2013. Anehnya, ketika Falcao hengkang ke Manchester United, penampilannya justru menurun pesat. Pemain Kolombia itu hanya menorehkan empat gol dalam 29 pertandingan.
Hegemoni penyerang Atletico Madrid belum runtuh ketika Diego Costa dan David Villa mengambil tongkat estafet. Costa yang sempat keluar masuk dan hingga saat ini masih berada dalam tim sudah menorehkan 76 gol dalam 178 pertandingan.
Sementara itu, untuk kasus David Villa, Atletico Madrid hanya mengeluarkan dana 2,1 juta euro ketika mendatangkan dari Barcelona pada musim 2013-2014. Hasilnya, jawara Piala Dunia itu mengemas 15 gol dalam satu musim.
Jika Anda berpikir barisan penyerang berbahaya Atletico sudah berakhir, buang jauh pikiran itu. Sebab, masih ada Mario Mandzukic dan Antoine Griezmann.
Atletico Madrid memburu Mandzukic yang ketika itu penampilannya bersama Bayern Munchen mulai berjalan di tempat. Setelah datang pada 2014, penyerang Kroasia kembali tampil trengginas dengan mencetak 20 gol dalam 43 laga.
Antoine Griezmann semakin mempertegas jika Atletico Madrid piawai dalam mencari penyerang andal. Pada musim 2014-2015, Atletico menggaet Griezmann dari Real Sociedad. Ketika meninggalkan Los Rojiblancos pada musim 2018-2019, Griezmann pergi dengan torehan 133 gol.
Kini, Atletico Madrid kembali mendaratkan pemain dengan tipe menyerang. Ya, bintang itu adalah Joao Felix yang berharga 125 juta euro.
Meski belum genap 20 tahun, namun Joao Felix juga sudah menunjukkan talenta luar biasa. Statistiknya di Benfica adalah 20 gol dalam 43 kesempatan.
Berdasarkan nilai transfer, Joao Felix adalah penyerang paling mahal yang pernah didatangkan Atletico Madrid. Pertanyaannya, apakah Atletico akan kecele atau kembali menahbisan diri sebagai klub dengan predator mematikan? Kita tunggu jawabannya bersama dari musim ke musim.