Pelatih berpengalaman yang pernah membawa AC Milan merengkuh gelar Liga Champions tahun 2007 silam, kini berpeluang untuk merengkuh gelar yang sama dengan tim yang berbeda. Taktik jitu yang diterapkan Don Carlo, mampu menjinakan agresifitas permainan Bayern Muenchen dengan sentuhan tiki-taka ala Pep Guardiola. Strategi keseimbangan antara bertahan dan memanfaatkan serangan balik cepat sukses membuat Madrid bermain efektif dan mampu mencetak empat gol tanpa kebobolan. Menurut Ancelotti, ia berkaca pada partai final Liga Champions tahu 2005 saat ia masih menangani Milan. Kala itu Milan yang sudah unggul tiga gol justru harus kalah dari Liverpool lewat adu penalti. Liverpool mampu menyamakan kedudukan dan memaksa Milan harus melanjutkan laga lewat adu penalti. Hal itu yang dipelajari oleh Ancelotti dimana kemenangan harus dipastikan dengan mutlak hingga laga berakhir. Menurutnya juga, taktik untuk menjinakan Bayern dalam laga ini adalah bentuk keseimbangan bertahan dan menyerang. "Ini adalah hasil yang sempurna sekaligus mengejutkan. Kami bermain dengan kemampuan terbaik yang kami miliki, sepak bola adalah keseimbangan bertahan dan menyerang. Saat sudah menang 3-0 saya belum sepenuhnya percaya bahwa kami akan menang. Saya punya pengalaman yang sama saat sudah unggul tapi kehilangan segalanya, jadi harus dipastikan hingga laga berakhir," jelas Ancelotti, dilansir Football Espana.
Ancelotti: Sepak Bola Adalah Keseimbangan Menyerang dan Bertahan
BolaSkor - Selasa, 29 April 2014
- #Leg Kedua Semifinal Liga Champions
- #Carlo Ancelotti
- #Bayern Muenchen Vs Real Madrid 0-4
- #Pelatih Real Madrid
Bagikan
BERITA TERKAIT
Kamis, 23 Juli 2026
Cari Pelatih Baru Timnas Italia, Paolo Maldini Klaim Hubungi Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti
Minggu, 05 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Baru Main 14 Menit, Neymar Kecewa
Minggu, 05 Juli 2026
Prediksi dan Statistik Brasil vs Norwegia: Adu Tajam Vinicius Junior dengan Erling Haaland
Senin, 29 Juni 2026
32 Besar Piala Dunia 2026: Diunggulkan Menang, Brasil Pantang Remehkan Jepang
Senin, 29 Juni 2026
Brasil vs Jepang: Ancelotti Berharap Neymar Bisa Bermain Lebih Lama
Minggu, 28 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Brasil vs Jepang: Ambisi Samurai Biru Jegal Vinicius Junior Cs
Rabu, 24 Juni 2026
Hadapi Brasil, Jiwa Petarung Skotlandia Jadi Kunci
Senin, 22 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Cedera Hamstring, Raphinha Masih Dipertahankan Brasil
Sabtu, 20 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Ancelotti Pastikan Neymar Comeback Lawan Skotlandia
Jumat, 19 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Timnas Brasil Kembali Tanpa Neymar Lawan Haiti
PILIHAN EDITOR
Rabu, 26 Agustus 2026
Cerita Perjalanan Carlos Baleba: Darah Sepak Bola dari Keluarga, Bakti kepada Ibu
Rabu, 26 Agustus 2026
Siapa Igor Thiago? Menyempil di Antara Pemain Arsenal dan Duo Manchester dalam PFA Team of the Year
Senin, 24 Agustus 2026
Siapakah Alphadjo Cisse? Pemain 19 Tahun yang Mencetak Gol pada Debut bersama AC Milan
Jumat, 21 Agustus 2026
Prediksi Premier League 2026/2027: Arsenal Juara Lagi, Manchester United Bisa Bikin Kejutan
Kamis, 20 Agustus 2026
Prediksi Serie A 2026-2027: Inter Milan Favorit, Tim Lain Masih Berbenah
Rabu, 19 Agustus 2026
5 Calon Top Skor Premier League 2026/2027: Siapa Bisa Hentikan Erling Haaland?
Selasa, 18 Agustus 2026
Profil Diego Moreira, Pemain Baru Rp1 Triliun Milik AC Milan
Senin, 17 Agustus 2026
Profil 3 Klub Promosi Premier League 2026/2027: Coventry City, Ipswich Town, dan Hull City
Senin, 17 Agustus 2026
10 Fakta Menarik yang Jarang Diketahui dari Bek Baru Inter Milan, Djed Spence: Taekwondo dan Religius
Senin, 17 Agustus 2026