BolaSkor.com - Brasil akhirnya meraih kemenangan perdana di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Carlo Ancelotti tampil meyakinkan dengan menaklukkan Haiti 3-0 dalam laga Grup C di Philadelphia Stadium, Sabtu (20/6) pagi WIB.
Kemenangan ini bukan hanya memberi Brasil tiga poin penting untuk membuka peluang menuju babak gugur, tetapi juga menghadirkan sejumlah catatan menarik.
Baca Juga:
Hasil Piala Dunia 2026: Tekuk Haiti 3-0, Brasil Raih Kemenangan Perdana
Piala Dunia 2026: Carlo Ancelotti Akui Brasil Masih Jauh dari Harapan
Mulai dari dominasi historis hingga lahirnya generasi baru yang mulai mencuri perhatian.
Berikut tujuh fakta menarik dari kemenangan Brasil atas Haiti:
1. Brasil Paling Produktif di Piala Dunia

Kemenangan ini menjadi pertandingan ke-41 Brasil di Piala Dunia yang berakhir dengan mencetak tiga gol atau lebih. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah turnamen, unggul lima laga dari Jerman yang ada di posisi kedua dengan 36 pertandingan.
Tak hanya itu, tambahan tiga gol ke gawang Haiti membuat Brasil kini resmi menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni 241 gol, melewati rekor Jerman yang sebelumnya mengoleksi 239 gol.
2. Rapor Buruk Haiti
Bagi Haiti, hasil ini memperpanjang catatan kurang baik mereka di Piala Dunia. Dari lima pertandingan yang pernah dimainkan di turnamen ini, semuanya berakhir dengan kekalahan.
Tiga kekalahan pertama terjadi di edisi 1974, sementara dua lainnya datang di Piala Dunia 2026. Total, gawang Haiti kini sudah kebobolan 18 gol.
Mereka masih menyisakan satu laga kontra Maroko, tetapi tim asuhan Sebastien Migne sudah dipastikan tersingkir dari fase grup.
3. Brasil Perkasa Lawan Tim CONCACAF
Dominasi Brasil atas tim-tim CONCACAF di Piala Dunia terus berlanjut. Dari 10 pertemuan, Brasil mencatat sembilan kemenangan dan satu hasil imbang.
Menariknya, dalam sembilan kemenangan itu mereka juga berhasil menjaga clean sheet.
4. Vinicius Sejajar dengan Pele dan Ronaldo

Vinicius Junior menyumbang satu gol dan satu assist, yang membuat total kontribusinya kini mencapai enam gol dari enam pertandingan Piala Dunia.
Catatan itu menempatkannya sejajar dengan legenda-legenda besar Brasil. Sejak 1966, hanya ada tiga pemain Brasil yang mampu mempertahankan rata-rata satu kontribusi gol per laga setelah memainkan minimal lima pertandingan: Pele, Ronaldo Nazario, dan Tostao.
5. Matheus Cunha Ikuti Jejak Neymar dan Richarlison
Matheus Cunha menjadi bintang lewat dua golnya ke gawang Haiti. Torehan itu membuatnya menjadi pemain Brasil ketiga dalam empat edisi Piala Dunia terakhir yang sukses mencetak dua gol pada laga pertama sebagai starter.
Ia mengikuti jejak Neymar di Piala Dunia 2014 dan Richarlison pada edisi 2022.
6. Penampilan Pemain Muda Brasil

Pelatih Carlo Ancelotti memberi kesempatan kepada dua talenta muda, Endrick dan Rayan Vitor, untuk tampil sebagai pemain pengganti.
Endrick bermain pada usia 19 tahun 333 hari, sementara Rayan berusia 19 tahun 320 hari. Keduanya kini tercatat sebagai pemain keenam dan ketujuh termuda yang pernah tampil untuk Brasil di Piala Dunia.
7. Ulangan Piala Dunia 1958
Momen masuknya Endrick dan Rayan secara bersamaan juga menghadirkan catatan langka. Untuk pertama kalinya sejak 1958, Brasil memainkan dua pemain di bawah usia 20 tahun dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Terakhir kali hal itu terjadi adalah ketika Pele dan Jose Altafini bermain bersama pada Piala Dunia 1958. Kala itu Brasil keluar sebagai juara.