BolaSkor.com - Juara 15 kali Liga Champions, Real Madrid, akan menghadapi rival baru mereka di Eropa, Manchester City, di fase 16 besar.
Kedua tim sudah bertemu 15 kali di Liga Champions dengan catatan head to head yang ketat: Madrid dan Man City sama-sama menang lima kali, imbang lima kali.
Leg pertama 16 besar akan dilangsungkan di Santiago Bernabeu, Kamis (12/03) pukul 03.00 dini hari WIB, sebelum leg dua dihelat di Etihad Stadium, Rabu (18/03) pukul 03.00 dini hari WIB.
Baca Juga:
Real Madrid vs Manchester City: Rivalitas Baru di Kancah Eropa
Rayu Ibrahima Konate, Real Madrid Tawarkan Bonus Transfer Sebesar Rp288 Miliar
Sudah Biasa Bersaing di Banyak Kompetisi, Manchester City Fokus Hadapi Real Madrid
Selain itu, ada empat sorotan utama yang layak diperhatikan pada pertandingan tersebut yang dapat memengaruhi jalannya laga. Dilansir dari Opta Analyst, berikut ulasan lengkapnya:
1. Vinicius Junior: Bersinar atau Tenggelam

Vinicius Jr vs Atletico Madrid (LaLiga)
Seiring cederanya top skorer Madrid, Kylian Mbappe, serta pemain lain seperti Jude Bellingham dan Rodrygo Goes, Madrid sangat mengandalkan Vinicius Junior.
Vinicius memiliki keterlibatan 26 gol di fase gugur Liga Champions, menempatkannya hanya dari enam pemain lainnya.
26 keterlibatan gol itu datang dari 37 laga fase gugur pada rata-rata 0,70 per laga: hanya lima pemain dengan catatan yang lebih baik (20 atau lebih laga di fase gugur).
Bisa tidaknya Madrid meraih hasil positif atas Man City juga akan bergantung kepada Vinicius, yang dapat bermain buruk karena penjagaan ketat lawan atau bersinar dan menjadi pembeda.
2. Bentrok Dua Kiper Top Dunia
Laga fase gugur memiliki margin yang sangat kecil dalam efisiensi bermain, mengekspos kesalahan lawan, dan posisi kiper juga sangat penting.
Baik Man City dan Madrid sama-sama punya kiper top dunia. Thibaut Courtois mengawal gawang Madrid dan Gianluigi Donnarumma sebagai kiper utama Man City.
Courtois dua kali menjuarai Liga Champions dengan Madrid, punya rekor bagus di laga besar.
Performa di final Liga Champions 2022 jadi bukti ketangguhan Courtois, yang melakukan sembilan penyelamatan saat melawan Liverpool.
Sejak final tersebut, Courtois kebobolan 39 gol dari 53,2 xGOT (gol yang diprediksi terjadi dari peluang tepat sasaran) di Liga Champions, termasuk gol bunuh diri. Pada periode tersebut, Courtois merupakan salah satu kiper terbaik di turnamen.
Sedangkan Donnarumma bintang saat PSG juara Liga Champions musim lalu, melakukan sejumlah penyelamatan krusial di fase gugur kontra Aston Villa dan Arsenal, serta dua kali mencegah penalti dari Liverpool.
Sepanjang fase gugur, Donnarumma kebobolan 2,9 gol lebih sedikit ketimbang kualitas peluang yang dihadapi yang diprediksi sebelumnya. Singkatnya, Donnarumma satu dari tiga kiper yang mencetak lebih banyak gol.
3. Serangan Balik vs Serangan Terstruktur

Real Madrid vs Manchester City (Foto: Managing Madrid)
Bukan rahasia umum pola bermain kedua tim telah diprediksi: Man City mendominasi penguasaan bola, terstruktur saat menyerang dan sabar dalam melakukannya, sedangkan Madrid sangat berbahaya pada transisi bermain atau serangan balik.
Madrid kembali bermain dengan gaya main tersebut setelah Xabi Alonso mengundurkan diri, kini digantikan Alvaro Arbeloa.
Pada 15 kali bentrok Madrid dan Man City, City unggul dengan rata-rata 55 persen penguasaan bola. Bahkan pada pertemuan terakhir, saat Madrid unggul 51 berbanding 49 persen atas Man City di Bernabeu, Man City masih menguasai bola di area yang berbahaya.
Man City mencetak lebih banyak gol dari permainan terbuka dengan setidaknya ada 10 operan sebelum gol tercipta (enam gol).
Sebaliknya, Madrid tim paling berbahaya dari serangan langsung. Tidak ada tim yang mencetak gol lebih banyak dari serangan tersebut ketimbang Madrid (empat - selevel dengan Benfica).
4. Rekrutan Baru Man City

Antoine Semenyo dan Marc Guehi (Laman resmi Manchester City)
Man City merekrut dua pemain yang langsung bermain di tim utama pada bursa transfer musim dingin, yakni Antoine Semenyo dan Marc Guehi.
Transfer keduanya mencapai 85 juta poundsterling dan tak butuh waktu lama bagi keduanya beradaptasi.
Semenyo sudah mencetak tujuh gol dari 13 laga di seluruh kompetisi, lebih satu gol dari Omar Marmoush dari 26 laga.
Sedangkan Guehi langsung menambal lini belakang Man City dengan delapan penampilan di seluruh kompetisi, memenangi enam laga dan imbang dua kali - belum pernah kalah.
Sejak bermain untuk Man City, Guehi memiliki statistik 31 kali duel bola udara, setidaknya 10 lebih dari pemain City lainnya, dengan persentase memenanginya sebanyak 77,4 persen.