BolaSkor.com – Air mata tidak akan mengiringi langkah terakhir Didier Deschamps bersama timnas Prancis. Pelatih berusia 57 tahun itu menegaskan kesiapannya untuk melakoni laga pamungkasnya sebagai nakhoda Les Bleus tanpa ada tangisan.
Prancis dijadwalkan menghadapi Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026, Minggu (19/07) pukul 04.00 pagi WIB di Miami Stadium.
Pertandingan ini menandai akhir dari era keemasan Deschamps yang telah mempersembahkan trofi Piala Dunia 2018 dan mencapai final di Qatar empat tahun lalu.
Baca Juga:
Era Baru Timnas Prancis Dimulai, Zinedine Zidane Akan Menggantikan Didier Deschamps
Langkah Prancis untuk meraih trofi juara digagalkan oleh juara Eropa, Spanyol, setelah menelan kekalahan 0-2 di babak semifinal.
Akhir Perjalanan Deschamps
Pelatih Prancis, Didier Deschamps (Foto: Dailymail/Epa)
Meski gagal menembus partai puncak, Deschamps memilih untuk menyikapi akhir perjalanannya dengan kepala tegak.
Saya tahu bahwa tirai terakhir akan ditutup besok. Tidak ada seorang pun di sini yang akan menangis, tetapi saya tahu saya akan merindukan tim Prancis,
papar Deschamps dilansir dari L'Equipe.
"Selama 15 tahun, saya mendapat hak istimewa untuk mengalami momen-momen yang ajaib, dan momen lainnya yang sulit," ungkap Deschamps.
"Namun hidup terus berjalan. Saya adalah orang yang positif, dan saya tahu berbagai hal juga akan berjalan baik. Ini adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidup saya," tutur pria yang ditunjuk menukangi Prancis sejak tahun 2012 tersebut.
Deschamps juga merefleksikan betapa besarnya arti tim nasional dalam perjalanan hidupnya selama ini.
"Ini telah menyita 25 tahun hidup saya dan meninggalkan bekas yang abadi. Kenangan yang tak terlupakan akan tetap ada. Namun, hal yang paling penting adalah apa yang ada di depan," imbuhnya.
Kewajiban Profesional Prancis dan Inggris

Didier Deschamps (espn)
Deschamps, yang juga pernah mengangkat trofi Piala Dunia 1998 sebagai kapten tim, tidak memungkiri adanya rasa kecewa yang mendalam di dalam skuadnya karena gagal memenuhi ambisi besar mereka.
"Kami kecewa karena kami memiliki banyak ambisi untuk kompetisi ini. Kami harus menerima kekalahan ini, dan sekarang kami menghadapi pertandingan ini, dan setelah itu kami akan pergi berlibur – kami semua membutuhkannya," kata Deschamps.
Meski laga perebutan tempat ketiga seringkali tidak diinginkan oleh kedua tim yang kalah di semifinal, Deschamps menegaskan pentingnya menjaga profesionalitas demi mencapai target terakhir yang tersisa.
"Para pemain, staf, dan saya memiliki tugas untuk memberikan segalanya dan mencapai target terakhir ini, meski kurang penting dibandingkan memenangkan laga final, tetapi kami ada di sini."
"Tim Inggris tidak ingin bermain, begitu juga kami, tetapi ada sebuah target, ada pertandingan yang harus dimainkan," pungkasnya.
Kabarnya, posisi Deschamps sebagai pelatih Prancis akan digantikan oleh Zinedine Zidane.