BolaSkor.com - Brasil menghadapi Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Houston Stadium, Selasa (30/6) dini hari WIB.
Sulit membahas duel Brasil melawan Jepang tanpa menyebut nama Zico. Legenda sepak bola Brasil itu memiliki ikatan yang sangat kuat dengan sepak bola Jepang. Zico dianggap sebagai salah satu sosok yang berjasa dalam perkembangan sepak bola Negeri Sakura.
Karena itu, saat Brasil dan Jepang bertemu di babak 32 besar Piala Dunia 2026, banyak yang menganggap Zico berada dalam posisi yang unik.
Baca Juga:
Jepang Tidak Takut Lawan Brasil di 32 Besar, Moriyasu Ingatkan Hasil Pertemuan Terakhir
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Kisah Kakak Beradik Dua Negara, Guela dan Desire Doue Menempuh Jalan Berbeda Menuju Piala Dunia
Namun, Zico menegaskan bahwa dukungannya tetap akan mengalir untuk tanah kelahirannya.
"Saya akan mendukung Brasil. Bagaimanapun juga, saya orang Brasil," kata Zico kepada FIFA.
"Tetapi jika Jepang menang, tidak apa-apa. Yang saya tahu, pertandingan ini akan menjadi laga yang hebat karena Jepang memainkan sepak bola yang sesungguhnya."
Pertemuan di Piala Dunia 2026 ini menjadi duel kedua Brasil dan Jepang di ajang Piala Dunia. Satu-satunya pertemuan sebelumnya terjadi 20 tahun lalu, tepatnya pada laga terakhir fase grup Piala Dunia 2006.
Saat itu Brasil menang 4-1, sementara Zico berdiri di sisi lapangan sebagai pelatih Jepang. Momen tersebut masih membekas dalam ingatannya.
Jepang Naik Kelas
Ketika Jepang tampil di Piala Dunia 2006, itu baru menjadi penampilan ketiga mereka di putaran final. Kini situasinya jauh berbeda.
Menurut Zico, kemajuan itu tidak lepas dari semakin banyaknya pemain Jepang yang berkarier di kompetisi elite Eropa.
Jepang sekarang berada di level yang jauh lebih kompetitif. Para pemain mereka bermain di Eropa, seperti halnya pemain-pemain Brasil dan Amerika Selatan,
ujar Zico.
Bagi Zico, perkembangan Jepang tidak hanya terlihat dari kualitas teknik dan taktik. Ia menilai kekuatan mental tim juga meningkat pesat dibandingkan saat dirinya masih menangani Samurai Biru.
"Tentu saja mereka berkembang secara taktik. Tetapi masalah terbesar Jepang dulu selalu ada pada aspek psikologis. Sekarang mereka tahu bagaimana menghadapi tekanan dan mampu bangkit ketika tertinggal," Zico menjelaskan.
"Tim Jepang sekarang jauh lebih berpengalaman. Mereka tahu bagaimana menguasai pertandingan dan mempertahankan keunggulan. Dulu kami belum memiliki kemampuan itu."