Utak-atik Taktik ala Maurizio Sarri
BolaSkor.com - Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, membuktikan diri sebagai satu di anatara juru taktik terbaik di Italia. Sarri membawa La Vecchia Signora mengalahkan Inter Milan 1-2 di Giuseppe Meazza.
Awalnya, Maurizio Sarri menggunakan formasi 4-3-1-2. Cristiano Ronaldo ditemani Paulo Dybala di lini depan. Sementara itu, Federico Bernardeschi menempati posisi yang biasanya diisi Aaron Ramsey.
Juve sudah unggul ketika pertandingan baru berjalan tiga menit. Sepakan Paulo Dybala membuat jala gawang Samir Handanovic bergetar.
Inter Milan kemudian membalas melalui gol Lautaro Martinez pada menit ke-18. Gol tersebut tercipta lewat proses penalti setelah Matthijs de Ligt dinyatakan menyentuh bola dengan tangan di kotak terlarang.
Baca juga:
Inter Milan 1-2 Juventus: Pengalaman Jadi Pembeda di Derby d'Italia
Derby d'Italia: Laga Derby, namun Tak Mempertemukan Tim Sekota
Pahlawan Kemenangan Juventus, Gonzalo Higuain Tak Masalah Jadi Cadangan
Maurizio Sarri melakukan perubahan pada menit ke-62 dengan memasukkan Rodrigo Bentancur dan Gonzalo Higuain. Kedua pemain tersebut Menggantikan Sami Khedira dan Bernardeschi.
Akan tetapi, perubahan yang diinginkan Sarri tidak terjadi. Inter justru lebih mendominasi dan tekanan Juventus menurun.
Eks pelatih Napoli itu menyadari jika memainkan Ronaldo, Dybala, dan Higuain secara bersamaan tidak memberikan dampak positif. Tak pelak, pada menit ke-71, Emre Can masuk menggantikan Dybala.
"Kami sedang menguasai pertandingan dan saya merasa tidak adil bila kami tidak menang. Jadi, kami mencoba trio itu untuk sementara," ucap Sarri seperti dikabarkan Sky Sport.
"Namun, saya merasa sensasi dari sisi lapangan dan mementum tersebut telah mengubah arah. Sehingga, saya kembali melakukan perubahan."
Taktik Sarri pun berbuah manis. Pada menit ke-80, Higuain mencetak gol lewat tembakan dari dalam kotak penalti. Gol tersebut membuat Juve pulang dengan raihan tiga poin.
Maurizio Sarri menegaskan jika dirinya bukanlah pelatih yang miskin strategi. Pelatih 60 tahun tersebut mengatakan selalu punya taktik berbeda setiap menangani sebuah tim.
"Orang-orang mungkin menilai saya bodoh. Namun, mereka hanya tidak memperhatikan," papar Sarri.
"Saya memulai dengan sistem di Empoli, kemudian mengubahnya secara total. Saya hengkang ke Napoli dengan menggunakan satu sistem dan mengubahnya selama tiga musim."
"Selanjutnya, ketika di Chelsea saya memainkan taktik yang terlihat serupa. Namun, pada kenyataannya itu menggunakan interpretasi yang berbeda. Anda harus mengadaptasi taktik sesuai dengan karakter pemain," sambung sang pelatih.
Maurizio Sarri memang satu di antara pelatih yang memiliki banyak formasi. Sebelum menggunakan formasi 4-3-1-2, Sarri terkenal dengan skema tiga bek.
Johan Kristiandi
17.893
Berita Terkait
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Girona vs Real Madrid, Live Sebentar Lagi
Hasil Super League 2025/2026: Thom Haye Cetak Gol, Persib Cukur Madura United
Crystal Palace vs Manchester United, Joshua Zirkzee Akhiri Paceklik Gol Setelah 364 Hari
Hasil Premier League: Comeback, Manchester United Bawa Pulang Tiga Poin dari Markas Crystal Palace
Superkomputer Prediksi Hasil Chelsea vs Arsenal: The Blues Gigit Jari
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming West Ham vs Liverpool, Live Sebentar Lagi
Link Streaming Madura United vs Persib Bandung di Super League 2025/2026 30 November 2025, Live Sebentar Lagi
Persib Bandung Depak Wiliam Marcilio?
Superkomputer Prediksi Hasil Crystal Palace vs Manchester United
Ultra Cycling Signature Malang Century Journey 2025, Hadirkan Sport Tourism di Kota Apel