BolaSkor.com - Gelandang Ghana, Thomas Partey, dipastikan tidak dapat memasuki Kanada untuk pertandingan pembuka timnya di Piala Dunia 2026 setelah permohonan visa ditolak.
Kabar tersebut dikonfirmasi FIFA, yang berarti Partey akan absen saat Ghana menjalani laga pertama fase grup di Toronto pada 18 Juni.
Baca Juga:
5 Legenda Sepak Bola yang Tidak Pernah Tampil di Piala Dunia
Profil Julian Quinones, Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia 2026
Gilberto Mora, Pemain Termuda di Piala Dunia 2026 yang Pecahkan Rekor 96 Tahun
Seperti dilaporkan USA Today, FIFA menjelaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan otoritas Kanada.
Partey tidak akan dapat melakukan perjalanan ke Kanada untuk pertandingan tersebut karena permohonan visanya telah ditolak oleh pemerintah Kanada,
tulis FIFA.
FIFA juga menegaskan bahwa mereka tidak memiliki peran dalam proses imigrasi negara tuan rumah.
"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk penentuan visa. Seperti pada turnamen FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa dan diizinkan masuk ke negara tersebut."
Meski tidak bisa tampil di Kanada, FIFA memastikan Partey tetap memenuhi syarat untuk bermain dalam dua pertandingan fase grup Ghana yang digelar di Amerika Serikat.
Saat ini Partey bermain untuk Villarreal di Spanyol setelah meninggalkan Arsenal pada 2025, usai menghabiskan lima musim bersama klub Inggris tersebut. Pemain berusia 32 tahun itu pertama kali memperkuat tim nasional Ghana pada 2016.
Kasus dan Tuduhan yang Dihadapi Thomas Partey
Partey tengah menghadapi sejumlah tuduhan serius di Inggris. Pada Juli 2025, dia didakwa atas lima tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan pelecehan seksual di London. Ia membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan tidak bersalah.
Pada Februari 2026, Partey kembali didakwa atas dua tuduhan pemerkosaan tambahan. Dia juga mengaku tidak bersalah atas tuduhan-tuduhan baru tersebut.
Penyelidikan terhadap Partey bermula pada Februari 2022 ketika detektif dari Kepolisian Metropolitan London menerima laporan dugaan pemerkosaan.
Tuduhan itu diajukan oleh tiga perempuan berbeda. Selain itu, seorang perempuan lain juga melaporkan Partey kepada polisi pada Agustus 2025.
Persidangan kasus ini semula dijadwalkan berlangsung pada November. Namun, proses tersebut kini ditunda dan diperkirakan baru akan dimulai pada 2027.
Hingga saat ini, proses hukum masih berlangsung dan Partey tetap membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.