Terkait Tudingan Pelanggaran Keuangan Man City, Guardiola Justru Tantang Premier League
BolaSkor.com - Keberhasilan Manchester City menjadi juara Premier League tiga kali beruntun jadi bukti supremasi mereka di Inggris. Bahkan musim ini belum berakhir dan The Citizens berpeluang memenangi treble winners.
Anak-anak asuh Pep Guardiola masih bersaing di final Liga Champions (kontra Inter Milan) dan final Piala FA (melawan Manchester United). Skuad Man City saat ini juga dinilai sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa.
Kendati demikian selalu ada pro kontra dalam suatu kesuksesan. Begitu pula dalam konteks Man City, terkait isu dakwaan lebih dari 100 pelanggaran keuangan yang diberikan Premier League pada Februari lalu.
Dakwaan pelanggaran finansial itu terhitung dari 2009 hingga 2018. Man City juga dituding tidak kooperatif dengan penyelidikan sejak Desember 2018.
Baca juga:
Erling Haaland Ukir Rekor Berusia 92 Tahun, Winston Churchill Bahkan Belum Jadi PM Ingggris
Rencana Arsenal Usai Gagal Bendung Manchester City Juara Premier League
Tidak Benar Manchester City Ganggu Upaya Liverpool Datangkan Mac Allister
Itu menjadi cerita berlanjut Man City yang mampu membalikkan keputusan terkait pelanggaran Financial Fair Play (FFP) pada 2020, dengan potensi larangan dua tahun di kompetisi Eropa. Man City membalikkan keputusan dengan bantuan Court of Arbitration for Sport (CAS), namun klub tetap didenda 10 juta euro.
Sampai saat ini belum ada keputusan terkait dakwaan dari Premier League terkait pelanggaran keuangan. Akan tapi Pep Guardiola justru menantang agar keputusan segera dibuat, tak perlu berlarut-larut dalam mengungkap kebenaran.
"Yang saya inginkan adalah jika Premier League dan para juri bisa membuat sesuatu secepat mungkin (terkait dakwaan kepada Man City)," tegas Guardiola dikutip dari BBC Sport.
"Kemudian, jika kami telah melakukan kesalahan, semua orang akan mengetahuinya dan, jika kami seperti yang kami yakini sebagai klub selama bertahun-tahun, (melakukan sesuatu) dengan cara yang benar, maka orang-orang akan berhenti membicarakannya."
"Kami akan senang besok. Sore ini lebih baik dari besok. Mudah-mudahan mereka tidak terlalu sibuk dan para juri dapat melihat kedua belah pihak dan memutuskan mana yang terbaik, karena pada akhirnya saya cukup tahu apa yang kami menangkan di lapangan dan kami tidak memiliki keraguan."
"Ayo cepat. Jangan menunggu dua tahun. Mengapa kita tidak melakukannya lebih cepat? Dalam 24 jam, duduklah dengan hadirnya pengacara. Mari kita lakukan sesegera mungkin untuk kepentingan semua orang," terangnya.
Guardiola juga menegaskan komitmennya untuk bertahan hingga kontraknya habis pada 2025.
"Saya akan bertahan musim depan sementara ada 110 pelanggaran terhadap kami. Jangan khawatir, kami akan berada di sana," tambah Guardiola.
"Saat ini saya tidak berpikir untuk pergi, tapi siapa yang tahu?"
"Saya ingin melanjutkan di sini musim depan terlepas dari hasilnya. Saya tidak tahu bagaimana rasanya menang atau kalah, tapi perasaan saya adalah saya memiliki kontrak dan saya ingin menghormati klub," urainya.
Arief Hadi
16.239
Berita Terkait
Saat Ini, Michael Carrick Sosok yang Tepat Menangani Manchester United
Senne Lammens Punya Potensi Besar, tapi Belum Layak Jadi Kiper Utama Manchester United
Ada Banyak Pilihan, Manchester United Dilarang Permanenkan Michael Carrick
Manuel Ugarte Tak Cukup Bagus untuk Manchester United
Baru Berusia 23 Tahun, Cole Palmer Miliki Kualitas Pemain Kelas Dunia
Melihat Staf Kepelatihan Michael Carrick di Manchester United
Alasan Manchester United Pilih Carrick ketimbang Solskjaer sebagai Pelatih Baru
Alasan Antoine Semenyo Bisa Langsung Gacor di Manchester City
Profil Michael Carrick: Fans Newcastle, Penjaga Identitas Manchester United
Hasil Piala Liga Inggris: Bekuk Newcastle United 2-0, Satu Kaki Manchester City di Final