Skuad Terakhir Tottenham kala Memenangi Piala Liga dan Nasibnya Saat Ini

Tottenham Hotspur berusaha mengakhiri penantian titel sejak 2008. Berikut susunan starting lineup pemain Tottenham dalam taktik 4-4-2
Arief HadiArief Hadi - Kamis, 22 April 2021
Skuad Terakhir Tottenham kala Memenangi Piala Liga dan Nasibnya Saat Ini
Tottenham Hotspur ketika menang Piala Liga 2008 (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Tottenham Hotspur akan berusaha mengakhiri penantian titel sejak terakhir meraihnya pada 2008. The Lilywhites akan menghadapi Manchester City di final Piala Liga 2020-2021 di Wembley, Minggu (25/04) pukul 22.30 WIB.

Tottenham dilatih oleh Ryan Mason yang menjadi manajer interim pengganti Jose Mourinho, sementara Man City arahan Pep Guardiola berusaha memenangi treble winners usai tersingkir di Piala FA.

Tottenham terakhir memenangi titel pada 2008 dan uniknya itu adalah titel Piala Liga (titel Piala Liga keempat untuk Tottenham). Kala itu Tottenham arahan Juande Ramos menang 2-1 atas Chelsea besutan Avram Grant.

Baca Juga:

Ryan Mason, Manajer Termuda dalam Sejarah Premier League

Sejumlah Statistik yang Ditinggalkan Jose Mourinho di Tottenham Hotspur

Liga Super Eropa Respons Pengunduran Diri Wakil Premier League

Chelsea sempat unggul dari gol Didier Drogba (39') namun Tottenham mampu membalikkan keadaan dari gol Dimitar Berbatov (70' penalti) dan Jonathan Woodgate (94').

Berikut susunan starting lineup pemain Tottenham kala itu dalam taktik 4-4-2 dan nasibnya saat ini:

1. Paul Robinson - Kiper

Mantan kiper timnas Inggris dan menghabiskan empat tahun dengan Tottenham Hotspur pada medio 2004-2008, setelah sebelumnya membela Leeds United. Setelah di Spurs Paul Robinson bermain di Blackburn Rovers dan Burnley.

Robinson pensiun pada 2017 dan uniknya titel Piala Liga dengan Spurs adalah satu-satunya titel yang diraih dalam kariernya. Saat ini Robinson jadi pandit sepak bola.

2. Pascal Chimbonda - Bek Kiri

Full-back yang dapat bermain di kanan atau kiri. Saat melawan Chelsea Pascal Chimbonda jadi bek kiri. Pemain asal Prancis dua periode membela Spurs (2006-2008 dan 2009). Perjalanan kariernya cukup panjang.

Le Havre, Bastia, Sunderland, Blackburn Rovers, dan terakhir dengan Ashton Town pada 2019 adalah klub-klub lain yang pernah dibela Chimbonda. Pasca pensiun tak ada pekerjaan tetap baginya dan serabutan menjadi pandit sepak bola atau pengisi acara sepak bola.

3. Ledley King - Bek Tengah

Legenda Tottenham. Andai tidak diganggu banyak cedera Ledley King adalah salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki Inggris. Kuat, tangguh, disiplin, lugas, dan sulit dilewati lawan. Seperti namanya 'King' yang artinya raja.

Sepanjang kariernya produk akademi Tottenham membela tim dari periode 1999 hingga 2012. King punya 21 caps dengan timnas Inggris dan saat ini menjadi asisten pelatih di Tottenham.

4. Jonathan Woodgate - Bek Tengah

Tottenham menjadi tempat ideal Jonathan Woodgate membangkitkan kariernya setelah hancur di Real Madrid (2004-2007). Padahal kala membela Leeds United (1998-2003) Woodgate disebut salah satu bek tengah Inggris dengan prospek cerah.

Woodgate membela Spurs pada medio 2008-2011 kemudian dengan Stoke City dan Middlesbrough sebelum pensiun pada 2016. Woodgate banting setir jadi pelatih dan kini membesut Bournemouth menggantikan Eddie Howe.

5. Alan Hutton - Bek Kanan

Kuat saat bertahan dan rajin membantu serangan di sisi sayap kala masih aktif bermain. Alan Hutton membela Tottenham pada medio 2008-2011 di awal karier selepas pergi dari Rangers, lalu setelahnya dengan Aston Villa dan terakhir terlihat bermain dengan Bolton Wanderers pada 2014.

Selepas pensiun pria asal Skotlandia menjadi pandit sepak bola dan sering memberikan pendapatnya mengenai Tottenham.

6. Steed Malbranque - Gelandang Sayap Kiri

Gelandang sayap dengan kemampuan mendribel bola kala melakukan penetrasi ke pertahanan lawan. Steed Malbranque membela Tottenham pada periode 2006-2008 dan setelahnya sempat bermain untuk Sunderland, Lyon, dan Caen.

Pada usia 41 tahun saat ini Malbranque membela klub Prancis FC Limonest Saint-Didier.

7. Didier Zokora - Gelandang Tengah

Gelandang bertahan dengan kemampuan fisik bagus, dapat melapis lini belakang, dan membantu tim melakukan transisi bermain dari defensif ke ofensif. Pemain asal Pantai Gading pernah membela Semen Padang.

Didier Zokora membela Tottenham pada 2006 hingga 2009 dan sempat tiga tahun memperkuat Sevilla. Pengemas 123 caps dan satu gol dengan timnas Pantai Gading kini jadi asisten pelatih klub Pantai Gading, AFAD Djekanou.

8. Jermaine Jenas - Gelandang Tengah

Gelandang box to box kala masih aktif bermain: dapat membantu tim bertahan dan bermain ofensif ketika melakukan penetrasi. Di Premier League Jermaine Jenas terkenal ketika membela Newcastle United (2002-2005) dan Tottenham (2005-2013).

Jenas pensiun dengan Queens Park Rangers pada 2014 dan setelahnya banting setir jadi pandit sepak bola, pekerjaan umum yang dilakukan eks pesepak bola profesional.

9. Aaron Lennon - Gelandang Sayap dan Penyerang Sayap

Winger lincah asal Inggris dengan kelebihan teknik ketika mendribel bola dan cepat kala bergerak, setidaknya itu terjadi ketika Aaron Lennon masih prima bermain. Lennon membela Spurs pada 2005-2015.

Selain menghabiskan 10 tahun di London Utara Lennon juga pernah bermain di Leeds United, Everton, Burnley, dan saat ini di usia 34 tahun masih aktif bermain dengan klub Turki Kayserispor.

10. Dimitar Berbatov - Striker

Duetnya dengan Robbie Keane merupakan yang terbaik di Premier League dan juga yang pernah dimiliki Spurs. Dimitar Berbatov lebih elegan dalam permainannya, sedangkan Keane mengandalkan insting dan kecepatan.

Berkat penampilan apiknya dengan Spurs pada medio 2006-2008 Berbatov diboyong Sir Alex Ferguson ke Manchester United (2008) dan bermain selama empat tahun. Eks pemain Bayer Leverkusen sempat bermain dengan Fulham, Monaco, PAOK, dan Kerala Blasters sebelum pensiun dan kini jadi pandit sepak bola.

11. Robbie Keane - Striker

Legenda Tottenham Hotspur (2002-2008 dan 2009-2011) serta salah satu penyerang top yang pernah dimiliki Republik Irlandia. Robbie Keane punya 146 caps dan torehan 68 gol untuk timnas, ia juga sempat membela Inter Milan, Leeds United, Liverpool, Celtic, dan Los Angeles Galaxy.

Baru pada 2018 Keane sepenuhnya berhenti bermain usai membela klub India ATK. Keane sempat menjadi asisten pelatih di ATK, Republik Irlandia, dan terakhir dengan Middlesbrough pada 2020. Sesekali Keane menjadi pandit sepak bola.

Pemain cadangan: Radek Cerny, Younes Kaboul, Teemu Tainio, Tom Huddlestone, Darren Bent

Breaking News Trivia Sepak Bola Tottenham Tottenham Hotspur Piala Liga

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Timnas
Termasuk Emil Audero, 3 Pemain Timnas Indonesia Cedera Jelang Lawan Malaysia
John Herdman mengungkap kondisi Emil Audero, Dean James, dan Ragnar Oratmangoen jelang Timnas Indonesia menghadapi Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Rizqi Ariandi - Minggu, 27 September 2026
Termasuk Emil Audero, 3 Pemain Timnas Indonesia Cedera Jelang Lawan Malaysia
Sports
Jadwal, Cara Menonton, dan Link Streaming Timnas Voli Indonesia vs Thailand di Asian Games 2026
Indonesia vs Thailand di Asian Games 2026! Cek jadwal, jam tayang, cara nonton, dan link streaming Timnas Voli Putra Indonesia vs Thailand di Vidio.
Johan Kristiandi - Minggu, 27 September 2026
Jadwal, Cara Menonton, dan Link Streaming Timnas Voli Indonesia vs Thailand di Asian Games 2026
Prediksi
Cara Menonton dan Link Streaming Jerman vs Yunani, Live RCTI?
Jerman vs Yunani di UEFA Nations League 2026/27! Simak jadwal, cara menonton, dan link streaming resmi pertandingan malam ini.
Johan Kristiandi - Minggu, 27 September 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Jerman vs Yunani, Live RCTI?
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Norwegia vs Portugal, Live RCTI?
Norwegia vs Portugal live RCTI! Simak jadwal, cara menonton, dan link streaming UEFA Nations League yang tersedia untuk laga seru ini.
Johan Kristiandi - Minggu, 27 September 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Norwegia vs Portugal, Live RCTI?
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Austria vs Kosovo: Berebut Puncak Klasemen
Austria vs Kosovo di UEFA Nations League 2026/27! Simak jadwal, prediksi skor, starting XI, head to head, klasemen, dan link streaming.
Johan Kristiandi - Minggu, 27 September 2026
Prediksi dan Link Streaming Austria vs Kosovo: Berebut Puncak Klasemen
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Denmark vs Wales: Duel Dua Tim Terluka
Denmark vs Wales di UEFA Nations League 2026/27! Simak prediksi skor, jadwal, starting XI, head to head, dan link streaming laga malam ini.
Johan Kristiandi - Minggu, 27 September 2026
Prediksi dan Link Streaming Denmark vs Wales: Duel Dua Tim Terluka
Spanyol
Real Madrid Sudah Lakukan Pemeriksaan, Kapan Kylian Mbappe Bisa Kembali Tampil?
Kylian Mbappe mengalami cedera lutut saat membela Prancis. Simak diagnosis, perkiraan waktu pemulihan, dan peluang tampil bersama Real Madrid.
Johan Kristiandi - Minggu, 27 September 2026
Real Madrid Sudah Lakukan Pemeriksaan, Kapan Kylian Mbappe Bisa Kembali Tampil?
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Norwegia vs Portugal: Awas Ada Erling Haaland!
Prediksi Norwegia vs Portugal, Senin (28/9) pukul 01.45 WIB. Simak Erling Haaland, prediksi skor, susunan pemain, H2H, dan link streaming.
Johan Kristiandi - Minggu, 27 September 2026
Prediksi dan Link Streaming Norwegia vs Portugal: Awas Ada Erling Haaland!
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Jerman vs Yunani: Der Panzer di Atas Angin
Prediksi Jerman vs Yunani di UEFA Nations League 2026. Simak head to head, prediksi skor, starting XI, dan link streaming laga malam ini.
Johan Kristiandi - Minggu, 27 September 2026
Prediksi dan Link Streaming Jerman vs Yunani: Der Panzer di Atas Angin
Hasil akhir
Hasil Inggris vs Spanyol: La Furia Roja Menangi Drama Lima Gol
Hasil Inggris vs Spanyol berakhir 2-3 untuk kemenangan La Furia Roja. Simak drama lima gol, penalti Harry Kane, dan gol penentu Mikel Oyarzabal.
Johan Kristiandi - Minggu, 27 September 2026
Hasil Inggris vs Spanyol: La Furia Roja Menangi Drama Lima Gol
Bagikan