BolaSkor.com - Ruang ganti timnas Portugal terus diterpa isu seputar skuad tim yang terbebani untuk mengoper bola kepada sang kapten, Cristiano Ronaldo. Banyak pihak menilai para pemain Selecao das Quinas kerap memprioritaskan sang megabintang di atas lapangan.
Sorotan semakin deras mengalir usai Portugal ditahan imbang Kongo 1-1. Terlebih, dengan adanya perpecahan di kalangan fans yang membela Ronaldo, karena dinilai tidak sering dioper bola oleh rekan setimnya, atau juga yang membela pemain lain semisal Bruno Fernandes, Joao Neves.
Baca Juga:
Portugal 1-1 Kongo: Cristiano Ronaldo Dicap Egois, Roberto Martinez Dituding Takut Menggantinya
Klasemen Sementara Grup K-L Piala Dunia 2026: Portugal di Urutan Tiga, Inggris Ditempel Ketat Ghana
Kabar miring yang berembus di sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 tersebut langsung mendapatkan bantahan keras dari internal tim. Winger muda Portugal, Francisco Conceicao, menegaskan bahwa timnya bermain secara kolektif.
Tidak Ada Kewajiban Mengoper Bola ke Ronaldo
Cristiano Ronaldo (Foto: The Independent)
Conceicao dengan tegas menolak anggapan bahwa para pemain merasa terpaksa atau terbebani untuk selalu mengarahkan aliran bola kepada Ronaldo. Menurutnya, skema permainan timnas Portugal tidak pernah berpusat pada satu nama saja.
Kami tidak memiliki kewajiban atau kebutuhan untuk mengoper bola kepadanya,
tegas Conceicao dikutip dari ESPN.
Pemain berusia 23 tahun itu menilai kehadiran Ronaldo murni didasari oleh kualitas sang pemain yang memang belum habis. CR7 hadir di dalam skuad arahan Roberto Martinez dengan porsi tanggung jawab yang sama seperti pemain lain.
"Tidak, saya pikir Cristiano, dengan kualitasnya dalam mencetak gol, saya rasa tidak ada orang seperti dia di departemen tersebut. Dan kami tidak memiliki kewajiban, kebutuhan untuk mengoper bola kepadanya," tegasnya ulang.
Bagi Conceicao, turnamen ini terasa sangat emosional karena menjadi debutnya di Piala Dunia. Momen ini terjadi tepat 24 tahun setelah sang ayah, Sergio Conceicao, membela Portugal di Piala Dunia 2002 silam.
Teladan Luar Biasa Sang Kapten
Alih-alih menjadi beban taktik, peraih lima gelar Ballon d'Or tersebut justru dipandang sebagai sosok mentor yang luar biasa. Etos kerja Ronaldo di usia 41 tahun menjadi anugerah tersendiri bagi perkembangan para pemain muda.
Cristiano adalah sebuah teladan karena bagaimana kariernya selama ini, karena rasa lapar yang dia tunjukkan setiap hari, sekarang di usia 41 tahun, rasa lapar yang dia tunjukkan untuk ingin menang setiap hari,
puji Conceicao.
Penyerang Juventus itu mengaku kagum melihat motivasi tinggi yang diperlihatkan seniornya tersebut di lapangan latihan. "Dia super termotivasi untuk berlatih seolah-olah itu adalah sesi latihan terakhirnya," lanjutnya.

Cristiano Ronaldo pada laga Portugal vs RD Kongo di PIala Dunia 2026 (fifa)
Sikap pantang puas dari Ronaldo dinilai menjadi cambuk motivasi yang sangat positif bagi generasi baru Portugal yang tengah merintis karier di level internasional.
"Saya pikir bagi saya, bagi generasi baru, dan bagi kita semua yang ada di sini, ini adalah sebuah contoh."
"Karena jika dia yang sudah menaklukkan begitu banyak hal masih memiliki rasa lapar itu, maka rasa lapar yang harus kita miliki untuk mencapai sedikit dari apa yang dia capai harus lebih besar lagi," urainya.
Sebagai penutup, Conceicao menegaskan bahwa kekuatan utama timnya tetap berada pada kebersamaan skuad.
"Dia adalah teladan karena hal itu, karena kepemimpinannya juga, karena gol-gol yang dicetaknya."
"Begitulah adanya, dia adalah satu lagi di dalam tim yang ada di sini untuk membantu kami, dan saya pikir kami membutuhkan semua kualitas individu agar kolektif dapat berjalan," pungkasnya.
Berikutnya, Portugal akan menghadapi Uzbekistan di laga dua grup K Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Rabu (24/06) pukul 00.00 dini hari WIB.