Serangan Bertubi-tubi Liverpool di Anfield bak Tsunami
BolaSkor.com - Pertandingan besar di pekan 28 Premier League antara Liverpool melawan Manchester City di Anfield, Minggu (10/03) malam WIB, berakhir dengan hasil imbang 1-1. Jalannya laga berjalan menarik, khususnya untuk fans netral.
Jual beli serangan terjadi di Anfield di antara dua tim pesaing titel Premier League, terlebih itu juga jadi pertemuan terakhir Pep Guardiola dengan Jurgen Klopp yang akan meninggalkan Liverpool di akhir musim ini.
Man City sempat unggul di menit 23 ketika John Stones, menerima umpan dari sepak pojok Kevin De Bruyne, mengelabui Darwin Nunez dan mencetak gol dari jarak dekat.
Akan tapi sebuah kesalahan terjadi di awal babak kedua. Backpass Nathan Ake disambar Nunez, memaksa Ederson Moraes menjatuhkannya di kotak penalti. Alexis Mac Allister mencetak gol penyama kedudukan di menit 50.
Baca Juga:
Liverpool 1-1 Man City: Duo Manchester Buat The Reds Frustrasi di Anfield
Bersaing dan Saling Hormat, Uniknya Hubungan Klopp dan Guardiola
Penguasaan bola kedua tim relatif ketat, 53 persen tuan rumah berbanding 47 persen Man City. Liverpool juga memiliki 19 tendangan (enam tepat sasaran), sedangkan Man City punya 10 tendangan (enam tepat sasaran).
Momentum dimiliki Liverpool setelah gol penyama kedudukan tersebut, terlebih mereka bermain di Anfield. Man City pun dihujani bertubi-tubi serangan dan juga ditekan (pressing) hingga tak leluasa memainkan bola.
Man City baru dapat sedikit mengontrol tempo bermain di lini tengah saat Guardiola memainkan Mateo Kovacic. Dengan adanya Kovacic, Rodri, dan Stones di lini tengah, City dapat mengimbangi lini tengah Liverpool.
Jalannya pertandingan di babak kedua itu digambarkan Guardiola bak tsunami yang menerjang timnya. Tak mudah keluar dari Anfield dengan poin, Guardiola pun menilai Liverpool tim terbaik kala melakukan pressing.
"Kami memulai dengan sangat baik bahkan sebelum gol terjadi dan bermain dengan kepribadian yang besar," ucap Guardiola dikutip dari Mirror.
"Setelah babak pertama sulit karena mereka punya (Wataru) Endo dan Mac Allister, jadi mereka punya pengumpan ekstra dan kualitas untuk bermain dibandingkan sebelumnya lebih langsung."
"Di babak kedua, di stadion itu, Anda tidak punya waktu. Kami memberikan penalti dan cepat atau lambat, selama 15 atau 20 menit, rasanya seperti tsunami! Ya Tuhan, ini akan terjadi pada semua pemain, mereka menguasai bola dan segalanya."
"Tetapi setelah kami memiliki Mateo, terutama ketika dia masuk, kami bisa melakukan umpan-umpan tambahan. Mereka sangat kuat dalam menekan dan melawan tekanan, di stadion ini tidaklah mudah. Namun kami tidak pernah berhenti berusaha untuk bermain."
"Dengan Mateo, John dan Rodri, kami kemudian memiliki kualitas untuk bermain dan menjaga bola. Kami punya peluang, mereka punya peluang. Kami ingin mempertahankan bola tapi terkadang tidak bisa, tapi mereka adalah tim terbaik yang pernah saya lihat dalam menekan," terangnya.
Arief Hadi
16.339
Berita Terkait
Hasil Premier League: Arsenal Mengamuk, Bantai Leeds United 4-0 di Elland Road
Jadwal Live Streaming Premier League Chelsea vs West Ham United, Tanding Mulai Minggu (01/02) Pukul 00.30 WIB di Stamford Bridge
Jadwal Live Streaming Premier League Leeds United vs Arsenal, Main di Elland Road dan Kick-off Sabtu (31/01) Pukul 22.00 WIB
Lawan West Ham United, Pertandingan Terbesar Chelsea Musim Ini
Mikel Arteta Minta Premier League Ubah Regulasi soal Jumlah Pemain pada Skuad Pertandingan
Prediksi Hasil Laga Leeds United vs Arsenal Versi Superkomputer: The Gunners Tanpa Kemenangan di Tiga Laga Beruntun
Prediksi Hasil Laga Liverpool vs Newcastle United Versi Superkomputer: Bidik Kemenangan Pertama pada 2026
Prediksi dan Statistik Chelsea vs West Ham United: Derby London Beda Kepentingan
Domino Efek Transfer Inter Milan: Frattesi Diincar Forest, Bidik Curtis Jones sebagai Pengganti
Prediksi dan Statistik Leeds United vs Arsenal: Bangkit atau Berpotensi Kehilangan Posisi di Puncak Klasemen