Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Ray Clemence, Sosok Pria Sejati, Sahabat Peter Shilton yang Dicintai Banyak Orang

Kabar duka kembali mengiringi sepak bola Inggris. kabar duka itu datang juga kepada sosok pria berposisi sebagai kiper, yakni Ray Clemence.
Arief HadiArief Hadi - Selasa, 17 November 2020
Ray Clemence, Sosok Pria Sejati, Sahabat Peter Shilton yang Dicintai Banyak Orang
Ray Clemence (Tengah - Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Kabar duka kembali mengiringi sepak bola Inggris. Satu tahun lebih setelah meninggalnya kiper legendaris Gordon Banks kabar duka itu datang juga kepada sosok pria yang tadinya berposisi sebagai kiper, yakni Ray Clemence.

"Dengan kesedihan besar, kami menulis untuk memberi tahu Anda bahwa Ray Clemence meninggal dengan damai hari ini, dikelilingi oleh keluarga tercintanya," tutur pernyataan dari keluarga Clemence dikutip dari Sky Sports.

"Setelah berjuang begitu keras (melawan kanker), untuk waktu yang lama, dia sekarang damai dan tidak lagi kesakitan."

"Keluarga ingin mengucapkan banyak terima kasih atas semua cinta dan dukungan yang dia terima selama ini. Dia sangat dicintai oleh kami semua dan dia tidak akan pernah dilupakan."

Baca Juga:

Timnas Inggris Temukan Secuil Sisi Positif dari Kekalahan atas Belgia

Inggris Kalah dari Belgia, Gareth Southgate Samai Catatan Minor Sven-Goran Eriksson

Berjuang 15 Tahun Melawan Kanker, Legenda Liverpool dan Inggris Meninggal Dunia

Ray Clemence

Clemence meninggal dunia setelah 15 tahun bertarung melawan kanker. Selayaknya kegigihannya dalam mengamankan gawang kala masih aktif bermain, Clemence bertarung melawan kanker dengan dukungan banyak orang termasuk salah satunya kiper Liverpool Alisson Becker.

Kabar meninggalnya Clemence direspons oleh banyak orang dari Fabio Capello (eks pelatih timnas Inggris), Kenny Dalglish (legenda Liverpool), Pepe Reina (mantan kiper Liverpool), serta Liverpool dan juga Tottenham Hotspur.

"Ray adalah orang yang luar biasa dan teman yang baik. Dia adalah anggota yang sangat penting dari staf pelatih Inggris, disukai dan dihormati oleh semua orang," tutur Capello.

"Ketika saya pertama kali tiba di Inggris, saya ingat Ray sebagai penjaga gawang yang brilian bersama Liverpool, Tottenham, dan tim nasional. Dia juga pelatih kiper yang sangat baik. Seorang pria yang memiliki selera humor yang tinggi."

"Kami sering bermain golf bersama Sir Trevor Brooking yang selalu saya nikmati. Saya sangat menghargai pengetahuan dan dukungan setianya selama saya menjadi manajer Inggris. Saya ingin menyampaikan belasungkawa yang terdalam kepada semua keluarga Ray."

Teman yang baik. Begitulah adanya Clemence. Sosok yang baik, dihargai banyak orang, dan juga selalu dapat diandalkan kala masih aktif bermain di masa lalu ketika sepak bola tidak seperti saat ini.

Ukiran Sejarah di Liverpool dan Tottenham Hotspur

Ray Clemence juara Liga Champions dengan Liverpool

Ray Clemence aktif sebagai pesepak bola profesional ketika pemain di kala itu (medio 1960-an) tidak sepenuhnya menjadi pesepak bola, ada pekerjaan lainnya dan juga kesibukan di musim panas.

Clemence lahir di Skegness, 5 Agustus 1948 dan bekerja sebagai pengatur kursi penonton yang terbiasa berlatih di pantai. Clemence memulai karier di Scunthorpe pada 1965 dan diboyong ke Liverpool pada 1967 sebesar 18.000 poundsterling oleh Bill Shankly.

Pada awalnya berada di tim cadangan Liverpool, Clemence baru merasakan tim utama The Reds pada 1970 dan belajar perlahan dari Tommy Lawrence. Shankly memutuskan regenerasi dalam skuad Liverpool yang sudah bertambah tua.

Lawrence bersama dengan Ron Yeats dan Ian St John didepak, Shankly memberikan kesempatan bermain untuk Clemence. Semenjak saat itu sisanya tinggal sejarah. Lawrence mengukir sejarah bersama The Reds dan juga bersama Tottenham Hotspur.

Total tiga titel Liga Europa, tiga Liga Champions, lima titel liga, dua Piala FA, dan satu Piala Liga diraih salah satu kiper dengan jumlah penampilan 1.000 dalam kariernya.

Clemence meninggalkan Liverpool pada 1981 menuju Tottenham setelah Liverpool merekrut Bruce Grobbelaar. Kendati demikian kepergiannya terjadi baik-baik untuk kiper yang kebobolan hanya 16 gol pada musim 1978-1979 ketika musim dimainkan sebanyak 42 laga.

"Anda hanya perlu mendengarkan legenda LFC dari masanya untuk memahami peran pentingnya. Mereka mengatakan itu lebih baik dari yang pernah saya bisa, bahwa Ray Clemence adalah salah satu alasan klub kami begitu spesial selama bertahun-tahun kemudian," tutur Jurgen Klopp.

"Dia adalah salah satu batu fondasi yang mendasari banyak kesuksesan klub ini. Perasaan kami saat ini tentu saja sangat sedih, tapi juga bentuk apresiasi."

Bersahabat dengan Peter Shilton dan Karier setelah Pensiun

Jika Anda melihat Wikipedia mengenai Ray Clemence maka Anda akan melihat jumlah 61 caps dengan timnas Inggris. Angka yang relatif kecil untuk kiper sekaliber Ray Clemence, namun hal itu dapat dimaklumi jika saingannya ... Peter Shilton.

Clemence dikenal sebagai kiper dengan refleks bagus, penempatan posisi bagus, dan dalam tulisan Paul Wilson di Guardian Clemence adalah kiper yang selalu terlihat ada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Begitulah Clemence: bisa menenangkan lini belakang tim.

Dengan kualitas seperti itu Clemence di sepak bola era modern sudah pasti akan direbutkan oleh banyak klub Eropa yang memberi penawaran dengan harga fantastis. Tapi tidak pada eranya kala ia bersaing dengan Peter Shilton.

Clemence meraih segalanya dengan Liverpool tapi begitu juga Shilton yang fantastis bersama Nottingham Forest-nya Brian Clough. Clemence dan Shilton dua kiper terbaik dunia. Pilihan yang mudah bagi Ron Greenwood, pelatih timnas Inggris kala itu.

Greenwood merotasi keduanya selama 10 tahun sampai dengan Piala Dunia 1982 sampai pada keputusan Shilton kiper utama Inggris. Sakit hatikah Clemence? Tidak juga.

Ray Clemence di timnas Inggris

"Kami kembali ke kamar dan tidak sekali pun ada rasa sakit," kata Shilton membahas kenangannya dengan Clemence. "Itu adalah ukuran dia (Clemence). Tempatkan demikian, itu tidak mencapai puncak dalam daftar tersebut."

Tidak ada rasa sakit hati dari Clemence atau mendendam karena Shilton lebih dipilih jadi kiper utama Inggris, malah keduanya satu kamar di pusat pelatihan Inggris dan bersahabat dengan baik. Sekali lagi, itulah Clemence.

"Saya benar-benar terpukul mendengar berita duka bahwa @ RayClem1 baru saja meninggal dunia," tutur Shilton soal kabar meninggalnya Clemence.

"Kami adalah rival, tapi berteman baik. Ray adalah penjaga gawang yang brilian dengan selera humor yang tinggi. Saya akan sangat merindukannya karena kami telah berteman lama setelah pensiun. RIP, teman saya."

Selepas pensiun sebagai kiper Clemence meneruskan pekerjaannya dalam staf kepelatihan timnas Inggris, serta bekerja di FA sebagai Kepala Pengembangan yang memantau pemain-pemain muda Inggris.

Seperti halnya Capello, Sven-Goran Eriksson eks pelatih Inggris lainnya juga memandang tinggi Clemence dari sisi profesional dan juga keramahannya dengan orang di sekitarnya.

Ray Clemence dalam staf kepelatihan Sven-Goran Eriksson

"Saya sangat menyesal untuk dia dan keluarganya. Sebagai pemain, dia adalah salah satu yang terbaik. Bekerja dengannya sangat fantastis," imbuh Eriksson.

"Saya sangat ingin mempertahankannya selama saya menjadi manajer Inggris. Dia positif, dia bahagia, dia memiliki humor yang bagus. Dia juga sangat terampil sebagai pelatih kiper."

"Ketika saya memulai pekerjaan (pelatih Inggris), saya bertanya kepadanya siapa penjaga gawang terbaik, dan terkadang dia memilih. Saya mempercayainya 110 persen."

"Dia pria yang hebat bagi saya, tidak hanya di level profesional, tapi juga pria hebat secara pribadi dan kami menjadi teman dekat," urai Eriksson.

Selamat jalan, Raymond Neal Clemence. Dunia sepak bola Inggris akan sangat merindukan senyuman dan kebaikan Anda.

Breaking News Liverpool Inggris Timnas Inggris Ray Clemence Sosok

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Liga Indonesia
Garudayaksa FC Sinergi dengan Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026, Bentuk Calon Bintang Masa Depan Timnas Indonesia
Bentuk calon bintang masa depan Timnas Indonesia lewat festival Grassroot.
Tengku Sufiyanto - Sabtu, 08 Agustus 2026
Garudayaksa FC Sinergi dengan Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026, Bentuk Calon Bintang Masa Depan Timnas Indonesia
Liga Indonesia
Erick Thohir Senang Chelsea hingga AC Milan Main di Indonesia, Bukti Industri Sepak Bola Kian Dipercaya
Erick Thohir menyebut Indonesia semakin dipercaya menjadi tuan rumah laga pramusim klub-klub dunia seperti Chelsea, AC Milan, Aston Villa, dan Brisbane Roar. Erick Optimistis industri sepak bola nasional akan terus berkembang.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 08 Agustus 2026
Erick Thohir Senang Chelsea hingga AC Milan Main di Indonesia, Bukti Industri Sepak Bola Kian Dipercaya
Timnas
Reaksi Erick Thohir Setelah Timnas Indonesia Terhenti di Fase Grup Piala AFF 2026
Erick Thohir buka suara usai Timnas Indonesia gagal ke semifinal Piala AFF 2026. PSSI memastikan akan melakukan evaluasi demi menghadapi turnamen berikutnya.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 08 Agustus 2026
Reaksi Erick Thohir Setelah Timnas Indonesia Terhenti di Fase Grup Piala AFF 2026
Timnas
4 Fakta Menarik Setelah Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026
Simak 4 fakta menarik setelah Timnas Indonesia gagal ke semifinal Piala AFF 2026 usai ditahan imbang Singapura, termasuk rekor tanpa gelar dan catatan fase grup.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 08 Agustus 2026
4 Fakta Menarik Setelah Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026
Klasemen
Klasemen Akhir Grup A Piala AFF 2026: Timnas Indonesia di Bawah Vietnam dan Singapura
Timnas Indonesia finis di peringkat 3 klasemen akhir Grup A Piala AFF 2026 usai bermain imbang melawan Singapura dan gagal lolos ke semifinal.
Rizqi Ariandi - Jumat, 07 Agustus 2026
Klasemen Akhir Grup A Piala AFF 2026: Timnas Indonesia di Bawah Vietnam dan Singapura
Hasil akhir
Hasil Piala AFF 2026: Imbang Lawan Singapura, Timnas Indonesia Back-to-back Gagal ke Semifinal
Timnas Indonesia gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2026 usai bermain imbang 1-1 melawan Singapura. Ragnar Oratmangoen mencetak gol, tetapi Ilhan Fandi menyamakan kedudukan.
Rizqi Ariandi - Jumat, 07 Agustus 2026
Hasil Piala AFF 2026: Imbang Lawan Singapura, Timnas Indonesia Back-to-back Gagal ke Semifinal
Timnas
Susunan Pemain Singapura vs Timnas Indonesia: Cahya Supriadi Starter, Mitchell Baker Jadi Tumpuan Lagi
Susunan pemain Singapura vs Timnas Indonesia resmi diumumkan. Cahya Supriadi jadi starter, sementara Mitchell Baker kembali diandalkan John Herdman.
Rizqi Ariandi - Jumat, 07 Agustus 2026
Susunan Pemain Singapura vs Timnas Indonesia: Cahya Supriadi Starter, Mitchell Baker Jadi Tumpuan Lagi
Sosok
Mengenal Cristian Orozco, Rekrutan Baru Manchester United Berusia 18 Tahun
Mengenal Cristian Orozco, gelandang muda Kolombia berusia 18 tahun yang resmi direkrut Manchester United dari Fortaleza CEIF.
Arief Hadi - Jumat, 07 Agustus 2026
Mengenal Cristian Orozco, Rekrutan Baru Manchester United Berusia 18 Tahun
Timnas
Calon Lawan Timnas Indonesia Pertimbangkan Mundur dari FIFA ASEAN Cup demi Hadapi Brasil
India dikabarkan mempertimbangkan mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia demi laga uji coba melawan Brasil. AIFF menuai kritik dari Bhaichung Bhutia.
Rizqi Ariandi - Jumat, 07 Agustus 2026
Calon Lawan Timnas Indonesia Pertimbangkan Mundur dari FIFA ASEAN Cup demi Hadapi Brasil
Analisis
Termasuk Witan Sulaeman, Ini 5 Pemain Persija Jakarta Paling Bersinar di Piala Presiden 2026
Persija Jakarta menutup Piala Presiden 2026 di peringkat ketiga. Witan Sulaeman, Victor Dethan, Arlyansyah Abdulmanan, Denis Kolinger, dan Fabio Calonego tampil sebagai pemain paling menonjol.
Rizqi Ariandi - Jumat, 07 Agustus 2026
Termasuk Witan Sulaeman, Ini 5 Pemain Persija Jakarta Paling Bersinar di Piala Presiden 2026
Bagikan