Profil Viktor Maslov, Pelatih Pencipta Formasi 4-4-2 yang Terlupakan

Perjalanan Viktor Maslov menciptakan formasi 4-4-2 hingga akhirnya dilupakan.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Minggu, 07 Februari 2021
Profil Viktor Maslov, Pelatih Pencipta Formasi 4-4-2 yang Terlupakan
Viktor Maslov (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Viktor Maslov jarang terdengar gaungnya di dunia sepak bola. Padahal, ia merupakan satu di antara pelatih terbaik yang pernah ada. Dalam perjalanan 40 tahun karier, Maslov merupakan komponis formasi 4-4-2.

Untuk setiap taktik yang membuahkan hasil, pasti ada seseorang di baliknya yang berperan sebagai dalang. Alasannya, sepak bola adalah olahraga yang dipenuhi dan dipengaruhi para pendahulu. Apalagi, dalam sepak bola tak ada yang benar-benar baru, melainkan modifikasi dari sesuatu yang sudah ada.

Sepak bola berkembang lebih cepat dari sebelumnya pada abad ke-20. Satu di antara inovator dari permainan modern yang terkemuka adalah Johan Cruyff. Namun, ada tokoh lain yang tak kalah hebat yang mendahului juru taktik asal Belanda tersebut.

Di antara jajaran inovator dalam sepak bola, ada satu nama yang kerap terlewat. Dia adalah Victor Maslov yang bisa mengklaim sebagai satu di antara nenek moyang sepak bola.

Beberapa kalangan menilai nama Maslov kurang dihargai karena sang pelatih berasal dari Rusia. Padahal, dia adalah orang yang menemukan taktik 4-4-2.

Baca juga:

Profil Brian Brobbey, Klien Terbaru Raiola yang Siap Jadi Rebutan

Tragedi Munich, Ketika Petaka Menghancurkan Dinding Rivalitas

Thiago Alcantara, Perwujudan Filosofi Sepak Bola Pep Guardiola

Viktor Maslov

Maslov lahir pada 1910 di Uni Soviet. Mengawali karier sebagai pemain, Maslov memperkuat RDPK Moscow pada 1930. Setelah itu, ia menuju Torpedo Moscow dan mulai menggapai tangga yang lebih tinggi dalam karier. Maslov pun sempat ditunjuk sebagai kapten selama tiga musim.

Kemudian, Maslov gantung sepatu pada 1942. Saat itu, Uni Soviet sedang dilanda perang dunia kedua. Namun, bukan karier sebagai pemain yang akan menjadi warisan Maslov.

Usai pensiun, Maslov menjadi juru taktik Torpedo. Namun, yang terjadi selanjutnya adalah enam musim yang mengecewakan. Ia pun dipecat pada 1948. Peliknya, Maslov mengetahui keputusan pemecatan dari petugas kebersihan.

Maslov sempat berlanglang buana usai meninggalkan Torpedo. Ia menukangi tiga tim dalam tujuh musim. Namun, setelah berpisah, Torpedo kembali menunjuk Maslov sebagai pelatih. Mulai saat itulah benih kesuksesan ditaburkan.

Dalam masa tugas selama empat tahun, Maslov mempersembahkan gelar liga pada musim 1959-1960 dan dua titel Piala Liga. Setelah itu, Maslov hengkang ke SKA Rostov-na-Donu. Ia membangun tim tangguh yang menempati tempat kedua liga tertinggi Soviet pada 1966. Penampilan impresif Maslov di belakang kemudi akhirnya mendapatkan afeksi Dynamo Kiev yang melayangkan penawaran pada 1964.

Dalam melatih tim, Maslov menggunakan formasi yang tak lazim saat itu, 4-4-2. Biasanya, klub pada saat itu akan tampil dengan taktik 4-2-4, sebuah skema yang laris usai Vicente Feola membawa Brasil meraih Piala Dunia 1958.

Perbedaan terletak pada penempatan pemain di lini tengah. Pada 4-4-2 versi Maslov, ia memangkalkan dua pemain sayap yang melebar ke sisi tengah. Maslov membangun tim yang bertumpu pada lini tengah, tetapi tetap tidak mengurangi kreativitas di lini depan. Mengutip pernyataan jurnalis asal Inggris, Jonathan Wilson, ia tak ragu menyebut Maslov sebagai penemu 4-4-2.

Dengan formasi 4-4-2, Maslov bisa meminta timnya menekan lawan ketika sedang menguasai bola. Pada saat itu, memberikan tekanan pada lawan sudah lazim dalam dunia olahraga di luar sepak bola.

Melirik olahraga hoki, Thomas Patrick Gorman memperkenalkan konsep Forechecking di mana para pemain depan akan maju secara agresif untuk mendekatkan diri kepada lawan yang menguasai bola. Mereka memotong ruang dan memblokir jalur yang akan dilewati.

Dalam 4-4-2, tim akan lebih seimbang ketika menyerang dan bertahan. Banyaknya pemain di lini kedua membuat tim lebih mudah dalam melakukan transisi. Hal tersebut membuat sepak bola menuju pada sistem yang efisien daripada mengandalkan kemampuan individu.

Viktor Maslov

Pelatih-pelatih seperti Mauricio Pochettino dan Jurgen Klopp juga bermain dengan sistem menekan lawan pada hari ini. Namun, inti dari taktik tersebut sudah ada sejak beberapa dekade lalu.

Beberapa di antaranya memuji Rinus Michels. Sementara itu, yang lain mengaitkan dengan kesuksesan Ernst Happel membawa Feyenoord meraih titel Piala Eropa 1970. Namun, jika ditarik lebih jauh, sejatinya ada peran Maslov.

Untuk bisa bermain dengan formasi 4-4-2 plus pressing defence tinggi, Maslov peduli segala aspek. Ia memberikan perhatian khusus dalam hal pelatihan dan pemulihan.

Maslov memperkenalkan latihan fisik yang intens. Selain itu, dia juga fokus dalam hal nutrisi dan pemulihan kebugaran. Meskipun, saat ini apa yang dilakukan Maslov menjadi sebuah hal yang lumrah.

Satu di antara narasi terbesar sepak bola Inggris adalah formasi 4-4-2 yang diklaim diciptakan di sana. Klaim tersebut seolah menjadi fakta setelah tim nasional Inggris memenangi Piala Dunia 1966 dengan formasi 4-4-2 ala Alf Ramsey.

Tak pelak, Ramsey dianggap sebagai pelopor formasi 4-4-2. Namun, tidak diragukan lagi ia mengadopsi sistem yang pertama kali dirancang Maslov.

Seperti banyak pionir lainnya, Maslov unggul pada masanya. Meskipun sekali lagi, tidak banyak bunga yang diberikan untuknya.

Padahal, berkat lini tengah yang kuat, Dinamo Kiev memenangi gelar liga tiga tahun berturut-turut. Kiblat sepak bola Rusia juga bergeser dari Moskow ke Kyiv.

Perhatian Maslov kepada etos kerja kolektif di dalam dan luar lapangan menjadi pembeda dengan pelatih lainnya. Ia secara rutim menggelar konsultasi untuk para pemain dan staf. Maslov juga mengumpulkan pasukannya sebelum laga untuk membicarakan rencananya dan memimta saran dari para pemain.

Relasi yang dibangun menjadi hal penting bagi taktiknya yang berpusat kepada tim. Tak heran, para pemain sangat dekat dengan Maslov.

Maslov dipecat pada 1970 setelah Dynamo Kiev merosot ke posisi ketujuh di liga. Maslov tidak memiliki tim dengan kedalaman skuad yang cukup dan kegagalan para pemainnya di Piala Dunia membuat situasi semakin kalut.

Maslov kembali ke Torpedo dan merengkuh gelar piala domestik. Kemudian, ia bertugas di Ararat Yerevan. Namun, saat itu kariernya sedang menurun. Pada akhirnya, Maslov tutup usia pada Mei 1977 saat berumur 67 tahun.

Garis yang ditorehkan Maslov perlahan terkikis oleh pemain yang pernah ditolaknya, Valeriy Lobanovskyi. Visi Lobanovskyi sebagai pelatih berkisar pada sains. Ia menjalin kerja sama dengan Profesor Anatoly Zelentsov yang menjadi dekan institut ilmu fisika setempat. Eksploitasinya mereka membawa Dinamo Kiev meraih lebih banyak prestasi. Namun, pada prisipnya tetap sama dengan apa yang diukir Maslov.

Tak perlu ditentang, Viktor Maslov adalah satu di antara orang yang memberikan warisan besar dalam dunia sepak bola dengan melahirkan formasi 4-4-2. Sayangnya, ia tidak mendapatkan tempat yang sepantasnya lantaran fakta yang tereduksi kisah lain.

Breaking News Viktor Maslov

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Liga Indonesia
Marc Klok Tegaskan Persib adalah Wakil Indonesia di Kompetisi Asia
Marc Klok menegaskan Persib bukan hanya membawa nama klub, tetapi juga Indonesia saat menghadapi FC Seoul di ACL Two 2026/2027.
Johan Kristiandi - Selasa, 15 September 2026
Marc Klok Tegaskan Persib adalah Wakil Indonesia di Kompetisi Asia
Liga Indonesia
Membandingkan Tiga Pemain Termahal Persib dan FC Seoul: Maung Bandung Kalah Mewah?
Membandingkan 3 pemain termahal Persib dan FC Seoul jelang ACL Two 2026/2027. Cek nilai pasar Thom Haye, Yazan Al-Arab, hingga Mariano Peralta.
Johan Kristiandi - Selasa, 15 September 2026
Membandingkan Tiga Pemain Termahal Persib dan FC Seoul: Maung Bandung Kalah Mewah?
Spanyol
5 Statistik dan Prediksi Superkomputer Elche vs Real Madrid: Los Blancos Sulit Dibendung
Prediksi Elche vs Real Madrid di LaLiga 2026/2027. Simak statistik, head to head, dan prediksi superkomputer Opta sebelum laga.
Johan Kristiandi - Selasa, 15 September 2026
5 Statistik dan Prediksi Superkomputer Elche vs Real Madrid: Los Blancos Sulit Dibendung
Ragam
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
AS Roma memuncaki klasemen Serie A 2026/2027 dengan rekor sempurna. Simak 5 alasan Giallorossi melaju kencang bersama Gasperini dan Donyell Malen.
Johan Kristiandi - Selasa, 15 September 2026
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
Jadwal
Cara Menonton Ipswich Town vs Arsenal: Disiarkan TV dan Ada Link Streaming Gratis?
Cara menonton Ipswich Town vs Arsenal di Carabao Cup 2026/2027. Cek jadwal, jam tayang, siaran TV, dan link streaming Ipswich vs Arsenal di sini.
Johan Kristiandi - Selasa, 15 September 2026
Cara Menonton Ipswich Town vs Arsenal: Disiarkan TV dan Ada Link Streaming Gratis?
Timnas
Dewa United Banten FC Dukung Penuh Proses Naturalisasi Taisei Marukawa
Dewa United Banten FC dukung penuh proses naturalisasi Taisei Marukawa. Pengalaman dan kecepatannya dinilai siap bantu Timnas Indonesia.
Gazza Roosaryatama - Selasa, 15 September 2026
Dewa United Banten FC Dukung Penuh Proses Naturalisasi Taisei Marukawa
Jadwal
Jadwal Pertandingan Bola Malam Ini: Real Madrid, Liverpool, dan Arsenal Beraksi
Jadwal bola malam ini 16 September 2026: Real Madrid, Liverpool, dan Arsenal beraksi. Cek jadwal lengkap LaLiga, Carabao Cup, dan Coppa Italia.
Johan Kristiandi - Selasa, 15 September 2026
Jadwal Pertandingan Bola Malam Ini: Real Madrid, Liverpool, dan Arsenal Beraksi
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Ipswich Town vs Arsenal: Rotasi Jadi Solusi
Prediksi Ipswich Town vs Arsenal di Carabao Cup 2026/2027. Simak jadwal, link streaming, H2H, prediksi skor, dan susunan pemain selengkapnya.
Johan Kristiandi - Selasa, 15 September 2026
Prediksi dan Link Streaming Ipswich Town vs Arsenal: Rotasi Jadi Solusi
Jadwal
Link Streaming Inter Milan vs Udinese, Live Sebentar Lagi
Inter Milan vs Udinese segera dimulai! Cek link streaming resmi, jadwal, prediksi susunan pemain, dan cara menonton laga Serie A 2026/2027.
Johan Kristiandi - Selasa, 15 September 2026
Link Streaming Inter Milan vs Udinese, Live Sebentar Lagi
Liga Indonesia
Bikin Mariano Peralta Mati Kutu, Kyohei Yoshino Dipuji Habis Shin Tae-yong
Kyohei Yoshino mendapat pujian Shin Tae-yong usai tampil solid sebagai bek kanan Persija Jakarta dan sukses mematikan pergerakan Mariano Peralta saat mengalahkan Persib 2-1.
Rizqi Ariandi - Senin, 14 September 2026
Bikin Mariano Peralta Mati Kutu, Kyohei Yoshino Dipuji Habis Shin Tae-yong
Bagikan