Profil Monchi, Direktur Olahraga Penganut Besar Tiang daripada Pasak

Profil dan perjalanan karier Monchi menjadi direktur olahraga papan atas.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Minggu, 03 Januari 2021
Profil Monchi, Direktur Olahraga Penganut Besar Tiang daripada Pasak
Monchi (Twitter Monchi)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Ramon Rodriguez Verdejo sudah berkecimpung di dunia sepak bola lebih dari 30 tahun. Namun, kemungkinan besar nama tersebut tidak familier di telinga Anda. Mungkin, lain halnya jika nama Monchi yang diutarakan.

Monchi tidak pernah dianggap sebagai bintang lapangan. Pria 52 tahun itu menghabiskan seluruh kariernya sebagai kiper cadangan di Sevilla. Monchi mencatatkan 126 laga dalam 11 tahun sebelum akhirnya gantung sarung tangan pada 1999.

Satu tahun berselang, Monchi, nama alternatif di Spanyol untuk seseorang bernama Ramon, ditunjuk sebagai direktur olahraga. Padahal, saat itu pengalaman Monchi sangat minim.

Akan tetapi, Monchi berani mengambil tantangan dan menyelam sambil minum air. Ia mengambil ilmu dari metode transfer klub lain sambil meracik formula terbaik.

Dua klub yang menarik perhatian Monchi adalah FC Porto dan Olympique Lyon. Kedua tim tersebut memiliki kebiasaan menjual pemain bintang usai meraih titel.

Baca juga:

Profil Nicolo Rovella, Calon Bintang Juventus yang Ditempa Akademi Inter

Takumi Minamino dan 6 Pemain dari Jepang yang Mencetak Gol di Premier League

Karut-marut Arsenal di Era Kepemimpinan Si Gubernur, Mikel Arteta

Monchi

Pelajaran pertama yang dipetik Monchi adalah ikhlas ketika kehilangan pemain terbaik. Namun, pada sisi lain ia harus bisa memastikan klub mendapatkan pengganti dengan kemampuan sepadan, tetapi harga lebih murah.

Sevilla tidak mengeluarkan sepeser pun pada dua tahun pertama Monchi menjabat sebagai direktur olahraga. Hebatnya, Sevilla tetap bisa membangun kembali kekuatan di bawah asuhan Joaquin Caparros.

Pada musim berikutnya, Monchi baru mendapatkan lampu hijau untuk berinvestasi di bursa transfer. satu di antara investasi pertamanya adalah meminjam Dani Alves dari klub Brasil, Bahia, dengan harga 500 ribu euro. Enam tahun berselang, Barcelona menggelontorkan 23,5 juta pounds untuk menggaet Alves.

Sevilla telah menikmati berada di LaLiga selama 20 tahun berturut-turut. Hal tersebut tidak terlepas dari filosofi Monchi yang berani menjual pemain untuk berkembang. Menurutnya, pemain bintang cenderung tidak bertahan lama.

Hasilnya pun bisa dipanen di lapangan. Sevilla memenangi Copa del Rey pada 2007 dan 2010. Sevilla juga meraih titel Piala UEFA pada 2006 dan 2007. Satu yang paling mentereng adalah Los Nervionenses menjadi yang terbaik di Liga Europa pada 2014, 2015, 2016, dan 2020.

Pada periode emas tersebut, Monchi memiliki andil besar. Meskipun, ia sempat menyeberang ke AS Roma selama dua tahun antara 2017 hingga 2019.

Ketika menuju Roma, Monchi mengaku ingin mencari tantangan baru. Ia membawa Roma mendapatkan keuntungan sekitar 180 juta pounds dari bursa transfer.

Sayangnya, kisah Monchi dengan Serigala Ibu Kota tidak bertahan lama. Monchi merasa sistemnya tidak bisa diterapkan di AS Roma.

Monchi

Kini, Monchi telah kembali ke Sevilla. Ia tahu ke mana harus pulang ketika kaki sudah letih melangkah.

Tantangan baru dihadapi Monchi pada era pandemi seperti saat ini. Monchi perlu memasukkan beberapa faktor baru dalam mengambil keputusan di bursa transfer. Monchi tidak mau keliru.

"Sejatinya, ini adalah waktu yang cukup intens untuk menghadapi Skenario yang tidak diketahui dan mengelola masalah yang melampaui tanggung jawab sebagai direktur olahraga," ujar Monchi seperti dilaporkan BBC.

"Negosiasi menjadi sedikit lebih rumit. Kami harus mengandalkan pekerjaan yang dilakukan sebelum lockdown. Kami memberikan tugas kepada pemandu bakat untuk meninjau kembali pemain luar biasa yang telah kami ikuti."

"Bahkan, rencana transfer kami berbeda bergantung kepada skenario di masa depan, termasuk pembatalan LaLiga," timpalnya.

Membotong Ivan Rakitic dari Barcelona merupakan satu di antara langkah cerdik yang diambil Monchi. Sevilla mendapatkan sang gelandang dari Schalke pada 2011 dengan harga 2,5 juta euro. Tiga tahun berselang, Rakitic menuju Barcelona dengan mahar 20 juta euro.

Hebatnya, saat memulangkan Rakitic ke Andalusia, Los Palanganas hanya membutuhkan 1,5 juta euro untuk pemain yang saat ini sudah berusia 32 tahun tersebut.

Untuk bisa mengambil keputusan cerdik seperti itu, Monchi selalu berpegang kepada data. Ia tidak bisa memilih hanya berdasarkan rekomendasi pemandu bakat.

"Kami membandingkan sudut pandang subjektif pemandu bakat dengan kriteria objektif data. Kami lebih memercayai data besar kali ini karena punya departemen data yang lebih berkembang," ulas Monchi.

"Meskipun platform kami tidak 100 persen lengkap, itu telah membantu kami lebih banyak ketika menganalisis pemain yang menarik. Data kami setahun yang lalu tidak seakurat seperti sekarang."

"Kami punya data kecil bertahun-tahun lalu. Laporan panduan di Microsoft Word. Jika seorang pemain berkaki kiri atau kanan, itu juga merupakan data."

"Kendati demikian, kami tidak bisa mengabaikan sudut pandang pemandu bakat. Kami menggabungkan kedua pendekatan tersebut," kata Monchi.

Monchi

Monchi dan timnya berencana memperluas revolusi data untuk membantu menggali informasi lain dari operasi klub seperti penjualan tiket dan pemasaran.

Namun, membangun sistem yang hebat untuk menemukan pemain yang dibutuhkan dengan harga yang tepat tetap menjadi prioritas.

Algoritma yang mereka kembangkan menganalisis lebih dari 18.000 pemain yang dapat disesuaikan dengan tim. Di belakang layar, itu menjadi bahan Monchi dalam memilih.

"Saat ini, kami sedang berbicara dengan pakar kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin yang tidak memiliki pengalaman sepak bola untuk bergabung dengan kami. Kami sedang berjuang dengan perusahaannya saat ini, boleh dikatakan begitu," umbar Monchi.

"Kami ingin terus berkembang. Jika memutuskan untuk membangun departemen penelitian dan pengembangan, Anda harus menyediakan orang-orang yang akan memberi nilai tambah dengan memahami data dari berbagai sudut."

Berkat kesuksesan filosofi Monchi di Sevilla, semakin banyak klub yang menyontek. Klub-klub seperti Benfica, Sporting, AS Monaco, dan Ajax Amsterdam mengambil beberapa intisari dari kebijakan transfer Monchi.

Monchi tidak pernah menyembunyikan ketertarikannya pada sepak bola Inggris. Faktanya, dia menghabiskan enam bulan di London pada 2013 untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan melakukan beberapa penelitian.

"Saya sedang mencari informasi bisnis. Klub Premier League memiliki model bisnis yang sangat maju. Saya ingin menerapkan itu di Sevilla."

"Mereka membuat sepak bola benar-benar menguntungkan lewat televisi, pemasaran, dan rasa memiliki, segala sesuatu yang membuat pendapatan sepak bola di Inggris dua kali lipat lebih banyak dari Spanyol pada saat itu," terang Monchi.

Monchi

Setelah 20 tahun membuat keputusan sulit, Monchi mengaku tahu bagaimana mengatasi tekanan. Dia senang dengan pekerjaannya dan masih merasa memiliki banyak hal untuk ditawarkan.

Akan tetapi, ada satu rasa sesal dalam diri karena tak bisa membagi waktu dengan keluarga.

"Saya punya utang kepada keluarga, teman, dan diri sendiri. Saya harus mengembalikan waktu itu kepada mereka. Oleh karena itu, saya tidak akan lama di sini," tegas Monchi.

"Semua orang berada pada urutan kedua. Saya sudah mengenal istri sejak berusia 15 tahun. Anak-anak saya yang berusia 27 dan 21 tahun dibesarkan dalam keadaan seperti ini."

"Saya sangat memprioritaskan klub sehingga mengorbankan keluarga. Enam jam tidur sudah cukup untuk saya. Ketika bangun pagi, saya berolahraga. Namun, ponsel dan komputer tetap menyala. Mematikan koneksi sangat tidak masuk akal bagi pekerjaan saya," imbuh sang direktur olahraga.

"Ini akan berlangsung selama merasa senang. Saya akan berhenti saat merasa cemas ketika membuka pintu kantor."

"Saya beruntung memiliki teman yang tidak marah ketika berjanji untuk menelepon kembali, dan melakukannya lima hari berselang."

Dalam mengambil keputusan, Monchi selalu mempertimbangkan beberapa faktor. Ia tidak ragu melego pemain bintang asalkan mendapatkan keuntungan berlipat. Baginya, tidak ada peribahasa besar pasak daripada tiang.

Monchi Sevilla Breaking News

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Liga Indonesia
Persija Dihukum 2 Laga Usiran dan Denda Rp40 Juta Usai Kalahkan Persib
Persija Jakarta dijatuhi sanksi Komdis PSSI berupa dua laga kandang usiran dan denda Rp40 juta akibat insiden sebelum dan saat melawan Persib.
Rizqi Ariandi - Kamis, 17 September 2026
Persija Dihukum 2 Laga Usiran dan Denda Rp40 Juta Usai Kalahkan Persib
Liga Indonesia
Persija vs Java United Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
Persija Jakarta vs Java United digelar tanpa penonton di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, karena Pilkades serentak di Gianyar pada 20 September.
Rizqi Ariandi - Kamis, 17 September 2026
Persija vs Java United Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
Basket
Dewa United Sudahi Kerja Sama dengan Agusti Julbe
Dewa United Basketball resmi menyudahi kerja sama dengan pelatih Agusti Julbe usai evaluasi performa di IBL dan BCL Asia 2026.
Gazza Roosaryatama - Kamis, 17 September 2026
Dewa United Sudahi Kerja Sama dengan Agusti Julbe
Timnas
Kelme Luncurkan Jersey Ketiga Timnas Indonesia, Usung Nuansa Laut dan Bunga Melati
Kelme resmi merilis jersey ketiga Timnas Indonesia dengan warna biru muda dan motif bunga melati. Jersey tersedia dalam versi Player Issue dan Replica.
Rizqi Ariandi - Kamis, 17 September 2026
Kelme Luncurkan Jersey Ketiga Timnas Indonesia, Usung Nuansa Laut dan Bunga Melati
Liga Indonesia
Persija vs Java United, Shin Tae-yong Waspadai Gustavo Almeida
Shin Tae-yong mewaspadai kekuatan Java United yang diperkuat Gustavo Almeida, David da Silva, serta Yakob dan Yance Sayuri jelang menghadapi Persija.
Rizqi Ariandi - Kamis, 17 September 2026
Persija vs Java United, Shin Tae-yong Waspadai Gustavo Almeida
Liga Indonesia
Shayne Pattynama Bantah Akan Tinggalkan Persija Jakarta
Shayne Pattynama membantah rumor pindah dari Persija Jakarta ke Arema FC. Bek Timnas Indonesia itu menyebut kabar tersebut hoaks dan berharap segera pulih dari cedera punggung.
Rizqi Ariandi - Kamis, 17 September 2026
Shayne Pattynama Bantah Akan Tinggalkan Persija Jakarta
Liga Indonesia
Persija vs Java United, Shin Tae-yong Tak Terganggu Perpindahan Venue ke Bali
Persija Jakarta tetap menjalani persiapan normal jelang menghadapi Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, meski laga dipindah dari Jakarta.
Rizqi Ariandi - Kamis, 17 September 2026
Persija vs Java United, Shin Tae-yong Tak Terganggu Perpindahan Venue ke Bali
Liga Indonesia
Persija Bisa Turunkan Skuad Lebih Baik saat Lawan Java United
Shin Tae-yong menyebut Persija Jakarta bisa tampil dengan skuad lebih baik saat menghadapi Java United setelah Witan Sulaeman pulih dari cedera.
Rizqi Ariandi - Kamis, 17 September 2026
Persija Bisa Turunkan Skuad Lebih Baik saat Lawan Java United
Liga Indonesia
Denilson Junior Terharu Bawa Dewa United ke Puncak Klasemen Berkat Dua Golnya
Denilson Junior mencetak dua gol di masa injury time untuk membawa Dewa United menang 3-1 atas Borneo FC sekaligus memuncaki klasemen Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Kamis, 17 September 2026
Denilson Junior Terharu Bawa Dewa United ke Puncak Klasemen Berkat Dua Golnya
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Manchester City vs Norwich City: Pantang Seperti Tetangga
Prediksi Manchester City vs Norwich City di Carabao Cup 2026/2027. Simak prediksi skor, susunan pemain, head to head, jadwal, dan link streaming.
Johan Kristiandi - Kamis, 17 September 2026
Prediksi dan Link Streaming Manchester City vs Norwich City: Pantang Seperti Tetangga
Bagikan