Karut-marut Arsenal di Era Kepemimpinan Si Gubernur, Mikel Arteta

Mikel Arteta langsung dihadapkan pada tugas besar di awal karier kepelatihannya bersama Arsenal.
Arief HadiArief Hadi - Kamis, 17 Desember 2020
Karut-marut Arsenal di Era Kepemimpinan Si Gubernur, Mikel Arteta
Mikel Arteta (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Mengambilalih suatu tim yang sudah ditangani oleh satu manajer selama 20 tahun lebih memang bukan perkara mudah. Ketika itu terjadi warisan atau peninggalan dari rezim sebelumnya masih ada hingga menciptakan suatu istilah yang populer dengan nama: gagal move on.

Manchester United sudah menjadi contoh sahih darinya. Selepas ditinggal pensiun Sir Alex Ferguson pada 2013 klub mengalami vakum trofi liga sampai tujuh tahun (2020), bermain inkonsisten, dan juga gonta-ganti pelatih.

Hal serupa terjadi kepada tim yang notabene jadi rival besar MU di masa lalu, Arsenal. Selepas kepergian Arsene Wenger yang sudah melatih Arsenal selama 22 tahun pada 2018 klub 'jalan di tempat' dan tidak lebih baik saat masih dilatih Wenger.

Tongkat estafet klub London Utara pada awalnya diberikan kepada Unai Emery yang cuma bertahan setahun (2018-2019) di sana. Alasan pemecatannya pun klasik: performa tim naik turun. Emery bukan Wenger, manajemen tak memiliki keraguan kala memecatnya.

Arsenal sempat diambilalih legenda klub Freddie Ljungberg sebagai manajer interim sebelum akhirnya menunjuk mantan kapten tim, Mikel Arteta. Sedari awal ditunjuk visi Arteta sudah jelas: mengembalikan Arsenal ke habitatnya di papan atas Premier League.

Baca Juga:

Sindir Arteta, William Saliba Akan Disekolahkan Arsenal

Arsenal Terpuruk, Mikel Arteta Siap Dikritik Habis-habisan

5 Pelatih Papan Atas Calon Pengganti Mikel Arteta

Awal manis Mikel Arteta di Arsenal

"Saya ingin orang-orang bertanggung jawab atas pekerjaan mereka dan saya ingin orang-orang yang memberikan semangat dan energi di klub sepak bola. Siapa pun yang tidak setuju dengan ini, atau yang memiliki efek negatif atau apapun, tidak cukup baik untuk lingkungan ini atau budaya ini," tegas Arteta pada Desember 2019.

Penunjukan yang dilakukan Arsenal cukup berani, sebab Arteta datang dengan status pelatih baru minim pengalaman dan hanya punya bekal tiga tahun sebagai asisten Pep Guardiola di Manchester City.

Arteta salah satu pelatih atau manajer di tren dunia ketika mantan-mantan pemain melatih klubnya, sebut saja seperti Zinedine Zidane, Andrea Pirlo, Gennaro Gattuso, Ole Gunnar Solskjaer, dan Frank Lampard.

Ketenaran mereka sebagai pemain tak diragukan tapi dalam karier kepelatihan berbeda cerita. Ibarat berjudi mereka bisa sukses atau tidak kala melatih klub dengan kultur sepak bola yang mereka pahami dengan baik.

Zidane dan Guardiola contoh sukses, sementara Gattuso, Filippo Inzaghi, dan Clarence Seedorf contoh yang tidak sukses ketika melatih AC Milan. Arteta, Solskjaer, Pirlo, dan Lampard masih dalam tahap pembangunan dan belum bisa dikategorikan gagal.

Awal Arteta bersama Arsenal termasuk manis. Bulan madu itu dilalui dengan keberhasilan memenangi Piala FA dan Community Shield. Start Arsenal di awal musim 2020-2021 pun bagus.

Akan tapi di satu momen awan kelam mulai datang dan periode negatif dimulai semenjak Pierre-Emerick Aubameyang dkk menari-nari di Old Trafford, markas MU kala Arsenal menang pada awal November 2020.

Enam laga setelahnya di Premier League dilalui tanpa kemenangan: empat kekalahan dan dua hasil imbang. Arsenal ada di urutan 15 klasemen dengan raihan 14 poin terpaut lima poin dari Burnley yang ada di zona degradasi.

Dalam kondisi normal Arteta bisa dipecat pada situasi tersebut, namun Direktur Teknik Arsenal, Edu mewakili suara klub masih memercayai Arteta sebagai sosok yang tepat memimpin Arsenal. Suara dukungan yang juga diberikan oleh Guardiola.

Mikel Arteta dan Pep Guardiola

"Arsenal tak memiliki manajer lebih baik lagi yang bisa memimpin tahun ini dan nanti," tutur Guardiola. "Saya tak perlu memberikan dukungan terbuka saya karena dia sudah memilikinya. Dia adalah salah seorang manajer terbaik yang pernah bekerjasama dan saya lihat."

"Saya yakin sekali dia akan membalikkan keadaan dan tampil sebagaimana semua orang harapkan. Manakala sebuah klub tidak dalam masa yang baik, maka klub itu butuh waktu."

Hanya waktu dan hasil yang akan menentukan nasib Arteta di Arsenal. Namun untuk saat ini BolaSkor.com menganalisis faktor-faktor kesulitan Arteta meracik skuad Arsenal.

Si Gubernur vs Skuad Arsenal

Paradigma pelatih atau manajer menguasai kamar ganti pemain memang penting agar mendapatkan respek dan hormat dari skuad timnya. Akan tapi tiap pelatih atau manajer punya opsi ketika melakukannya.

Mereka bisa jadi pelatih dengan pendekatan personal ke masing-masing pemain, pelatih dengan CV mantan pemain tenar dunia (seperti Zidane) yang sudah pasti disegani, pelatih yang sekedar memberi instruksi, atau pelatih yang otoriter.

Berperan sebagai pelatih yang otoriter tidak mudah. Jika disegani namun 'tahu' cara memainkannya maka pelatih punya tim yang kuat selayaknya Jose Mourinho di Tottenham Hotspur saat ini, namun jika yang terjadi sebaliknya maka akan ada perlawanan dari pemain-pemainnya.

"Kepemimpinan harus menyenangkan, ramah, dan di atas segalanya emosional. Gaya kepemimpinan otoriter hilang. Sepak bola adalah tentang hidup. Anda tidak bisa marah sepanjang hari."

Kutipan di atas diutarakan oleh mantan pelatih timnas Spanyol dan Real Madrid, Vicente Del Bosque soal pelatih yang otoriter. Pada eranya pelatih otoriter dapat membuahkan kesuksesan besar seperti Sir Alex Ferguson di MU.

Itu pun tidak berjalan mulus karena ada saja cerita pembangkangan seperti yang terjadi kepada David Beckham. Saat ini jika menjadi otoriter maka Anda harus siap menanggung konsekuensinya.

Kemajuan zaman, teknologi, hingga media sosial menjadi 'kekuatan' pemain untuk melawan para pelatih jika mereka tidak suka dengan gaya kepelatihannya. Situasi itu diyakini Chris Wheatley (penulis Football.London) terjadi di Arsenal.

"Arsenal menghadapi krisis ruang ganti karena para pemain senior mengabaikan proyek Mikel Arteta yang gagal."

Begitulah Arteta coba memainkan perannya di Arsenal hingga ia punya julukan Si Gubernur (Governor). Legenda Arsenal Tony Adams mengetahui julukan itu dari asisten Arteta yang juga legenda klub, Steve Bould.

Mikel Arteta dengan Steve Bould

"Dia (Arteta) memiliki kemampuan luar biasa untuk bekerja dengan tim ini. Dia menghabiskan waktu berjam-jam di lapangan latihan. Dia sendiri berkuasa, jika (Mesut) Ozil tidak sesuai dengan pemikirannya, dia keluar, sesederhana itu. Saya tidak bisa berbicara cukup tinggi tentangnya," terang Adams.

"Kata-kata yang keluar (dari internal Arsenal), ketika saya berbicara dengan rekan saya Steve Bould, yang saat ini masih berada di klub mengambil tim U-23, dia berkata kepada saya 'Orang ini telah memiliki semuanya, dia adalah gubernur '."

"Dia yang terbaik yang terlihat dalam waktu yang lama. Dia benar-benar memahami permainan itu, dia mengekspresikan dirinya; dia sangat percaya diri."

Benarkah demikian, Tony Adams? Arsenal saat ini malah melempem lebih parah ketimbang MU bersama Solskjaer.

Dimulai dari Pencoretan Mesut Ozil

Mikel Arteta dan Mesut Ozil

Dicoretnya Ozil dari skuad Arsenal di Premier League dan Liga Europa memicu perdebatan. Mengingat statusnya sebagai bintang di Eropa dan mantan juara Piala Dunia 2014, Ozil setidaknya masih berguna untuk Arsenal meski - jika - Arteta tak memainkannya reguler.

Mencoretnya sama saja membekukannya dari skuad Arsenal. Alhasil Ozil hanya bisa berlatih tanpa pertandingan kompetitif, menerima gaji besar dan mengajukan permintaan transfer jika menginginkannya.

Pro kontra menyertainya. Sah-sah saja Ozil dicoret karena Arteta punya hak memutuskan memilih pemain dengan alasan taktik atau filosofi sepak bola, tapi status Ozil sebagai pemain senior tak bisa diabaikan begitu saja.

Ozil dan Sokratis dicoret dari daftar skuad Arsenal ketika keduanya pemain senior yang dihargai rekan setimnya. Terlebih Arteta menurut Football.London tidak menjelaskan ke skuad alasan pencoretan dan menimbulkan ketidaknyamanan.

"Alasan Ozil dan Sokratis tidak dimasukkan (dalam skuad Arsenal) tidak pernah diungkapkan kepada para pemain, itu adalah jurang yang lambat yang memang memengaruhi mood skuad dan meninggalkan suasana yang meresahkan di sekitar London Colney," tulis Wheatley dalam artikelnya.

Sokratis dan Mesut Ozil

Selepas pencoretan itu beberapa pemain Arsenal bak memberontak dan indisipliner kala bertanding. Nicolas Pepe dan Granit Xhaka menerima kartu merah, Pepe dikritik terbuka oleh Arteta di depan publik.

Lalu ada isu keributan Arteta dengan David Luiz, serta keributan - yang benar terjadi - antara Luiz dengan Dani Ceballos, dan isu hengkang William Saliba menyusul Lucas Torreira dan Matteo Guendouiz yang sudah terlebih dahulu 'disingkirkan'.

Masih dari sumber yang sama Arteta mendepak mereka dan tidak memainkan Saliba karena mereka rekrutan Unai Emery. Segala permasalahan internal itu masih berupa analisis, namun bukan tidak mungkin terjadi jika melihat angin-anginannya performa Arsenal saat ini.

Arteta pun disinyalir sudah mulai melunak dengan gaya kepemimpinannya. "Ketika ada kesempatan mungkin dia (Ozil) bisa kembali masuk (skuad Arsenal). Namun saat ini, hanya ingin fokus pada setiap pertandingan Arsenal," ucap Arteta.

Arteta memang harus berubah. Daripada 'api' di Arsenal semakin membesar dan berkaca dari pengalaman pahit Mourinho dengan Paul Pogba yang berakhir dengan pemecatannya, Arteta masih bisa meredam api tersebut.

Breaking News Arsenal Mikel Arteta Premier League Sosok Analisis

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Isenmulang FC vs Persebaya, Live Gratis di Sini!
Isenmulang Kalteng FC vs Persebaya live malam ini di Indosiar! Bajul Ijo membidik kemenangan kedua di BRI Super League 2026/2027. Simak jadwal, prediksi susunan pemain, dan link streaming di sini!
Johan Kristiandi - Jumat, 09 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Isenmulang FC vs Persebaya, Live Gratis di Sini!
Hasil akhir
Hasil ASEAN Club Championship: Remontada, Persib Kalahkan Port FC
Dalam pertandingan tersebut, Mariano Peralta mencetak gol.
Tengku Sufiyanto - Jumat, 09 Oktober 2026
Hasil ASEAN Club Championship: Remontada, Persib Kalahkan Port FC
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Persik vs Madura United, Live Gratis di Sini!
Persik Kediri vs Madura United live sore ini di Indosiar dan Vidio! Madura United mengincar kemenangan keempat beruntun, sedangkan Persik bertekad menghentikan tren negatif. Cek jadwal, prediksi skor, dan link streaming di sini!
Johan Kristiandi - Jumat, 09 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Persik vs Madura United, Live Gratis di Sini!
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Isenmulang FC vs Persebaya: Mangsa Empuk untuk Bajul Ijo
Prediksi Isenmulang Kalteng FC vs Persebaya di BRI Super League 2026/2027. Isenmulang terpuruk setelah 3 kekalahan beruntun, mampukah Bajul Ijo memanfaatkan situasi? Simak jadwal, prediksi skor, dan link streaming!
Johan Kristiandi - Jumat, 09 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Isenmulang FC vs Persebaya: Mangsa Empuk untuk Bajul Ijo
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Persik vs Madura United: Laskar Sape Kerrab Incar 4 Kemenangan Beruntun
Prediksi Persik vs Madura United di Super League 2026/2027. Laskar Sape Kerrab mengincar kemenangan keempat beruntun, simak jadwal, susunan pemain, head-to-head, prediksi skor, dan link streaming!
Johan Kristiandi - Jumat, 09 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Persik vs Madura United: Laskar Sape Kerrab Incar 4 Kemenangan Beruntun
Indonesia
Igor Tolic Bongkar Kunci Kemenangan Persib atas Port FC
Persib Bandung bangkit dan menang 3-1 atas Port FC di Shopee Cup 2026/2027. Igor Tolic ungkap kunci kemenangan Maung Bandung setelah tertinggal lebih dulu!
Johan Kristiandi - Jumat, 09 Oktober 2026
Igor Tolic Bongkar Kunci Kemenangan Persib atas Port FC
Internasional
Cristiano Ronaldo Sekadar Mesin Pengeruk Uang bagi Federasi Sepak Bola Portugal
Cristiano Ronaldo berselisih dengan Jorge Jesus setelah tak dimainkan melawan Norwegia. Benarkah FPF khawatir kehilangan pemasukan sponsor dan penjualan tiket jika Ronaldo pergi?
Johan Kristiandi - Jumat, 09 Oktober 2026
Cristiano Ronaldo Sekadar Mesin Pengeruk Uang bagi Federasi Sepak Bola Portugal
Inggris
Soal Kasus Manchester City, Jose Mourinho: Putusan Akhir Keluar Ketika Saya Berumur 80 Tahun
Jose Mourinho menyindir lamanya proses hukum Manchester City. Ia bahkan bergurau putusan akhir kasus Man City baru keluar saat dirinya berusia 80 tahun!
Johan Kristiandi - Jumat, 09 Oktober 2026
Soal Kasus Manchester City, Jose Mourinho: Putusan Akhir Keluar Ketika Saya Berumur 80 Tahun
Inggris
Angkat Bicara Terkait Skandal Keuangan, Ini Pesan Enzo Maresca untuk Skuad Manchester City
Man City diguncang putusan skandal keuangan senilai lebih dari £830 juta. Enzo Maresca meminta pemain tetap fokus dan didukung Erling Haaland.
Arief Hadi - Kamis, 08 Oktober 2026
Angkat Bicara Terkait Skandal Keuangan, Ini Pesan Enzo Maresca untuk Skuad Manchester City
Inggris
Luka Kekalahan di Final Liga Champions Masih Membekas di Hati Mikel Arteta
Mikel Arteta mengakui luka kekalahan Arsenal dari PSG di final Liga Champions masih membekas. Ia menjadikan rasa sakit itu sebagai motivasi.
Arief Hadi - Kamis, 08 Oktober 2026
Luka Kekalahan di Final Liga Champions Masih Membekas di Hati Mikel Arteta
Bagikan