BolaSkor.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengaku sedih Indonesia tak bisa masuk ke Piala Dunia. Padahal menurutnya, Indonesia punya potensi besar dengan 280 juta jiwa penduduk.
Presiden Prabowo mengundang lebih dari 150 periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8).
Baca Juga:
Presiden Prabowo Subianto Dukung Langkah Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
Presiden Prabowo mendengarkan pemaparan dan penjelasan secara langsung hasil riset dan inovasi yang mendukung program-program prioritas pemerintahan seperti tanggul laut raksasa (giant sea wall), Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat (SR), Gentengisasi, pengolahan sampah, dan program-program lainnya seperti kemandirian energi, ketahanan pangan, pertahanan dan keamanan, serta program tiga juta rumah.
Dalam pembahasan, Presiden Prabowo menyingung sepak bola Indonesia, tepatnya Timnas Indonesia yang belum masuk Piala Dunia.
Contoh kecil saja kita negara keempat dengan penduduk terbesar di dunia, hampir 280 juta jiwa. Saya sangat sedih terus terang saja, masalah sepak bola saja, kita tidak mampu masuk Piala Dunia,
ungkap Presiden Prabowo, dikutip BolaSkor.com dari YouTube Sekretariat Presiden.
“Ini fakta tidak enak, negara kecil serti Cape Verde, mungkin jumlah penduduknya dengan Kabupaten Sumedang tidak lebih banyak dari Kabupaten Sumedang, tapi masuk. Bagaimana ceritanya,” tambahnya.
Daftar Isi
Presiden Prabowo Mention Ketum PSSI
Daftar Isi

Timnas Indonesia dan Vietnam usai laga Grup A Piala AFF 2026. (BolaSkor.com/Didik Setiawan)
Presiden Prabowo mengapresiasi kerja keras PSSI di bawah komando Ketua Umum Erick Thohir. Menurutnya, tidak ada gunanya lagi mengeluh setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
“Intropeksi sekarang, tidak ada gunanya lagi mengeluh. Ini saya ambil contoh kecil soal sepak bola, masih ada contoh-contoh lainnnya. Kalau di sini tidak ada yang tersinggung kan. Menpora, beliau baru menjabat, kalau PSSI sudah lumayan. Beliau sudah berjuang luar biasa, kemarin kita hampir sedikit masuk.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut di antarnya Kepala BRIN Arif Satria, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media Hasan Nasbi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.