Premier League dan Sejarah Boxing Day di Inggris

Boxing Day di Inggris bukanlah sekedar hari biasa melainkan hari penuh hiburan selepas Natal.
Arief HadiArief Hadi - Sabtu, 26 Desember 2020
Premier League dan Sejarah Boxing Day di Inggris
Boxing Day di Inggris (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - "Jingle bells, jingle bells, Jingle all the way, Oh what fun it is to ride, In a one-horse open sleigh, Jingle bells, jingle bells, Jingle all the way, Oh what fun it is to ride, In a one-horse open sleigh.”

Lagu wajib Natal dinyanyikan seraya membuka kado di bawah pohon cemara yang sudah dihiasi. Anak-anak berimajinasi dan membayangkan Sinterklas itu ada. Keindahan Hari Natal dirayakan oleh seluruh umat Nasrani di seluruh dunia.

Suasana Natal begitu sangat terasa di Inggris dengan salju dan suasana dingin Ibu Kota Inggris, London. Hari semakin terasa sempurna dengan fakta Premier League masih bergulir.

Tidak ada istilah jeda musim dingin. Bagi warga Inggris, dengan budaya sepak bola yang begitu besar, Premier League adalah hiburan kelas premium.

Masyarakat bahagia, tapi manajer-manajer klub belum tentu senang dengan tradisi boxing day yang sudah mendarah daging di Inggris. Pep Guardiola, manajer Manchester City, contohnya.

Baca Juga:

7 Pertandingan Paling Seru dalam Sejarah Boxing Day

Nazi dan Aib Sepak Bola Prancis di Boxing Day

Ketika Premier League Sudah Menjadi Bagian Tradisi dan Sejarah Boxing Day

Pep Guardiola

"Kami harus beradaptasi dengan kalender, bisa jadi harus bertanding pada tanggal 26, 28, 30 Desember, hanya selang beberapa hari satu sama lain," ucap Guardiola, dilansir dari Manchester Evening News.

"Kali ini, kami mendapatkan jeda tiga atau empat hari. Kami akan berlatih pada 25 Desember sore sebelum away ke Leicester (City). Kami harus berlatih sebelum pertandingan, harus.”

"Biasanya kami berlatih mulai pukul 15.00 atau 16.00, tapi kami akan mulai pukul 17.00 agar pemain memiliki waktu satu jam lebih lama bersama keluarga di rumah," imbuh Guardiola.

Guardiola hanya satu dari banyaknya manajer asing yang menginginkan jeda musim dingin, yang biasanya diberlakukan liga-liga top Eropa menjelang Natal sampai Tahun Baru berakhir.

Guardiola tidak sekedar mengeluhkannya, tapi dia juga memberi saran jika memang tak ingin ada jeda musim dingin, maka lebih baik laga dilakukan tanggal 27 Desember, bukan 26 Desember.

"kami harus berlatih sebelum pertandingan resmi. Para pemain menyadari mereka di Inggris. Di jerman dan liga lain menghentikan kompetisi. Jika kami bermain pada 27 Desember, so pada 25 Desember bisa libur, dan latihan dimulai pada 26 Desember itu masih wajar," tambah Guardiola.

Manajer klub seperti Guardiola – dan juga manajer lainnya – wajar memang jika mengeluhkan boxing day. Jadwal padat (festive periods) di bulan Desember bisa mengakibatkan pemain mudah lelah dan rawan cedera, mereka juga bisa keletihan ketika memasuki paruh kedua musim.

Permasalahannya, boxing day sejarah yang tidak bisa begitu saja dihilangkan di Inggris. FA, Asosiasi Sepak Bola Inggris, sedianya sudah mengambil keputusan memberlakukan jeda musim dingin musim ini (2019-20). Tapi konsepnya berbeda dari kebanyakan jeda musim dingin di liga-liga top Eropa lainnya.

Premier League baru akan menjalani masa rehat pada Februari sebanyak 13 hari. Jadi, pertandingan Boxing Day di periode sibuk hingga Tahun Baru tetap ada. Fans dan warga setempat pun masih bisa menikmati Boxing Day yang sudah menjadi tradisi di Inggris.

Tahun ini (2020) Boxing Day tetap ada dalam situasi yang berbeda karena pandemi virus corona. Kendati demikian tidak banyak laga yang dimainkan tepat setelah Hari Natal di Inggris.

Tiga Versi Asal Boxing Day

Boxing Day bukan sekedar hari libur di Inggris

Secara harafiah, boxing day pastilah dianggap sebagai hari bertinju atau lebih ekstrimnya lagi, hari untuk memukuli orang-orang. Tidak, tidak, tidak seperti itu. Jika diikuti sejarah atau asal muasalnya, boxing day adalah hari yang mulia, saat kaum aristokrat menghargai kerja keras dan upaya kaum-kaum pekerja keras.

Tanpa mengetahui asal usul boxing day, mudah saja mengatakannya sebagai hari libur atau tanggal merah (kalau kata orang Indonesia). Faktanya, ada tiga versi berbeda untuk memaknai boxing day yang jatuh sehari setelah Hari Natal, yang dilakukan di Inggris dan negara persemakmuran Inggris seperti: Australia dan Selandia Baru.

Versi pertama, konon katanya ada perdebatan soal istilah boxing day, yang muncul dari gereja di abad pertengahan, ketika paroki (musafir, pengembara) mengumpulkan uang di dalam boks untuk kemudian diberikan kepada orang miskin. Mereka baru akan membukanya sehari setelah Natal untuk memberi penghormatan kepada St Stephen, martir Kristen pertama.

Kemudian yang kedua masih berhubungan dengan St Stephen. Boxing day bisa juga dimaknai dengan istilah St Stephen Day. St Stephen menjadi martir Kristen pertama karena keyakinannya dan dia dimartir di batu hingga mati tak lama setelah penyaliban Yesus Kristus. Itu terjadi di era kekaisaran Romawi.

Lalu yang terakhir dengan versi yang lebih mudah untuk dipahami. Boxing day populer di abad 19 ketika Ratu Victoria masih berkuasa di Britania Raya. Awalnya, boxing day dirayakan untuk masyarakat kasta rendah yang sudah melayani tuannya, bahkan bekerja di saat Natal.

Mereka diberi waktu libur sehari setelah Natal dan juga mendapatkan hadiah yang sudah rapih dibungkus kado. Namun seiring berjalannya waktu, boxing day tidak lagi diperuntukkan untuk masyarakat kasta rendah, melainkan seluruh elemen masyarakat dan etnis di Inggris.

Bagaimana bentuk pelayanan pemerintah Inggris sekarang ini? Jawabannya mudah, tidak melarang laga-laga Premier League berlangsung sehari setelah Natal. Keluarga bisa menikmati hari libur mereka dengan datang ke stadion, menyaksikan pertandingan di televisi sembari menikmati makanan khas Natal.

Premier League Melebur Dalam Tradisi Boxing Day

Boxing Day

Dahulu kala kaum aristokrat memberikan hadiah kepada pelayannya yang bekerja keras di hari Natal, tanpa libur, dengan hari libur di hari berikutnya dan menghadiahi mereka dengan kado. Kini, seluruh kasta atau kaum, tanpa memandang usia, gender, dan banyak hal lainnya, dihibur dengan Premier League.

Bukan tanpa alasan Premier League disebut liga terbaik dunia. Selain menghadirkan persaingan sengit kala semua tim bisa saling mengalahkan, pertandingan yang tetap berlangsung di festive periods juga menjadi hiburan bagi mereka, penggemarnya, yang sedang menikmati hari libur.

Dipelajari dari catatan sejarah Inggris, pertandingan pertama boxing day berlangsung pada 26 Desember 1860, yang mempertemukan dua klub tertua Inggris, Hallam FC melawan Sheffield FC di Sandygate Road. Sejak saat itu, akan lebih mudah bagi fans menyebut laga Premier League setelah Natal sebagai boxing day.

Pertarungan yang terjadi di boxing day pun tidak main-main. Cukup banyak pertandingan seru yang terjadi pada boxing day. Contohnya seperti saat Manchester United susah payah menang 4-3 melawan Newcastle United pada musim 2012-13, yang notabene musim terakhir Sir Alex Ferguson menangani tim.

Lalu drama delapan gol antara Chelsea dengan Aston Villa yang berakhir imbang 4-4 di musim 2007-08, atau ketika Thierry Henry muda mencetak hat-trick pertamanya saat Arsenal menang 6-1 atas Leicester City di musim 2000-01.

Sajian laga-laga seru itulah yang akan dirindukan jika Boxing Day sepenuhnya ditiadakan, meski konsekuensinya pemain-pemain rawan cedera karena kelelahan.

Breaking News Boxing day Premier League Nostalgia

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Timnas
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Erick Thohir Langsung Bicara Piala Dunia
Erick Thohir bicara soal target Piala Dunia setelah Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand lewat adu penalti.
Rizqi Ariandi - Selasa, 06 Oktober 2026
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Erick Thohir Langsung Bicara Piala Dunia
Timnas
Prabowo Puji Mental Juang Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prabowo Subianto memuji mental pantang menyerah Timnas Indonesia setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 dengan mengalahkan Thailand.
Rizqi Ariandi - Selasa, 06 Oktober 2026
Prabowo Puji Mental Juang Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Timnas
Hasil Final FIFA ASEAN CUP 2026: Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir, Timnas Indonesia Juara!
Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti. Puasa gelar selama 35 tahun akhirnya berakhir.
Arief Hadi - Senin, 05 Oktober 2026
Hasil Final FIFA ASEAN CUP 2026: Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir, Timnas Indonesia Juara!
Liga Dunia
Hasil Pertandingan: Pertama Sejak 2011, Jepang Kembali Jadi Juara Kirin Cup
Jepang kembali menjadi juara Kirin Cup setelah empat tahun. Samurai Biru mengalahkan Selandia Baru 2-1 di New National Stadium.
Arief Hadi - Senin, 05 Oktober 2026
Hasil Pertandingan: Pertama Sejak 2011, Jepang Kembali Jadi Juara Kirin Cup
Inggris
Virus FIFA, 2 Pemain Arsenal Kembali dalam Kondisi Cedera
Virus FIFA kembali menghantam Arsenal. Christos Tzolis dan Kai Havertz mengalami cedera hamstring saat membela timnas masing-masing.
Arief Hadi - Senin, 05 Oktober 2026
Virus FIFA, 2 Pemain Arsenal Kembali dalam Kondisi Cedera
Timnas
Cara Menonton dan Link Streaming Gratis Timnas Indonesia vs Thailand: Waktunya Garuda Angkat Piala
Timnas Indonesia vs Thailand, final FIFA ASEAN Cup 2026, di SUGBK, Jakarta, Senin (5/10), pukul 20.00 WIB, Live SCTV, Indosiar, Vidio, dan Rans Entertainment.
Rizqi Ariandi - Senin, 05 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Gratis Timnas Indonesia vs Thailand: Waktunya Garuda Angkat Piala
Timnas
Head to Head Timnas Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Terakhir Menang 2016
Simak head to head Timnas Indonesia vs Thailand jelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Tim Garuda terakhir menang atas Thailand pada Piala AFF 2016.
Rizqi Ariandi - Senin, 05 Oktober 2026
Head to Head Timnas Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Terakhir Menang 2016
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Jepang vs Selandia Baru, Live di Sini!
Cara menonton dan link streaming Jepang vs Selandia Baru di final Kirin Cup 2026. Cek jadwal, jam tayang, susunan pemain, H2H, dan prediksi skor.
Johan Kristiandi - Senin, 05 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Jepang vs Selandia Baru, Live di Sini!
Timnas
Kapten Thailand Akui Timnas Indonesia Berubah: Pemain Keturunan Jadi Kekuatan
Kapten Thailand, Chanathip Songkrasin, menilai Timnas Indonesia berubah drastis berkat kehadiran banyak pemain keturunan yang bermain di liga top Eropa.
Rizqi Ariandi - Senin, 05 Oktober 2026
Kapten Thailand Akui Timnas Indonesia Berubah: Pemain Keturunan Jadi Kekuatan
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Prancis vs Belgia, Live Gratis di RCTI
Cara menonton dan link streaming Prancis vs Belgia di UEFA Nations League. Cek jadwal, jam tayang RCTI, susunan pemain, H2H, dan prediksi skor.
Johan Kristiandi - Senin, 05 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Prancis vs Belgia, Live Gratis di RCTI
Bagikan