Prediksi Serie A 2022-2023: Tiga Kuda Pacu Perebutan Scudetto

AC Milan akan dapat tantangan untuk mempertahankan titel Serie A.
Arief HadiArief Hadi - Rabu, 10 Agustus 2022
Prediksi Serie A 2022-2023: Tiga Kuda Pacu Perebutan Scudetto
Laga Juventus vs Inter Milan musim 2021-2022 (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Terlepas dari kesulitan tim-tim dari Serie A tampil kompetitif di Eropa, atau lebih tepatnya di Liga Champions, melawan tim-tim dari Inggris dan Spanyol, persaingan di liga kian memanas dalam dua musim terakhir.

Antonio Conte jadi sosok penting yang mengawali dominasi Juventus di Serie A, kemudian pada musim 2020-2021, mengakhiri dominasi itu bersama tim rival Inter Milan. Kemudian Conte pergi dan musim lalu rival sekota Inter, AC Milan meraih Scudetto.

Butuh penantian 11 tahun bagi Il Rossoneri untuk memenanginya kembali dan itu diakhiri oleh pelatih asal Italia, Stefano Pioli, dalam skuad yang berisikan Theo Hernandez, Sandro Tonali, Franck Kessie, Olivier Giroud, dan Zlatan Ibrahimovic.

Baca Juga:

Profil Calon Juara dan Kuda Hitam Serie A 2022-2023

Cari Pengganti Paul Pogba, Juventus Incar Dua Gelandang Sekaligus

Profil Singkat 3 Klub Promosi Serie A 2022-2023

Tak ayal dalam dua musim terakhir perebutan titel Serie A menjadi seru kembali setelah dominasi panjang Juventus. Musim ini pun demikian, malah bertambah seru. Sebab Juventus bisa bangkit dan duo Milan masih jadi pesaing perebutan Scudetto.

BolaSkor akan memberikan prediksi mengenai persaingan di Serie A mulai dari tim-tim calon kandidat juara, perebutan empat besar (zona Liga Champions), hingga calon-calon degradasi. Dimulai dari tim-tim yang akan bertarung menjauh dari zona degradasi.

Kandidat Degradasi: Cremonense, Salernitana, Spezia

Cremonense tim promosi Serie A musim ini setelah menjadi runner-up Serie B musim lalu di bawah juara bertahan, Lecce. Tim berjuluk I Grigiorossi dilatih Massimiliano Alvini, pelatih baru pengganti Fabio Pecchia yang membawa tim promosi.

Di tengah proses adaptasi itu Cremonense juga tidak banyak merekrut pemain baru, setidaknya mereka yang punya pengalaman bermain di Serie A. Dalam skuad saat ini hanya ada Johan Vasquez, Vlad Chiriches, dan Ionut Radu yang pernah bermain di Serie A - dan bukan pemain top di mantan klubnya masing-masing.

Butuh keajaiban bagi Cremonense bertahan di Serie A dan tidak degradasi lagi. Satunya-satunya nilai plus bagi mereka adalah 'kebutaan' tim lawan akan formasi mereka, plus Cremonense punya kolektivitas bermain.

Salernitana, klub dari Salerno, Campania, musim lalu hanya terpaut satu poin dari Cagliari yang degradasi. Tim besutan Davide Nicola masih jauh dari potensi kategori klub yang aman dari zona degradasi.

Meski faktanya Salernitana punya pemain berpengalaman seperti Franck Ribery, Federico Fazio, dan Norbert Gyomber, tapi usia mereka tak lagi muda khususnya dua nama pertama. Salernitana masih belum memiliki skuad memadai untuk bertarung di papan tengah klasemen.

Klub terakhir adalah Spezia. Tim arahan Luca Gotti punya jarak enam poin dari Cagliari yang degradasi musim lalu dan relatif aman. Tetapi pertarungan menjauh dari zona degradasi terus terjadi hampir di sepanjang musim.

Jika situasi itu tak berubah musim ini maka ceritanya akan sama. Spezia berisikan banyak pemain dari berbagai negara, serta membawa pengalaman mereka seperti Albin Ekdal, Samuel Mraz, dan Mehdi Bourabia.

Namun di satu sisi berbeda ada keseimbangan dari pemain berpengalaman semisal Mattia Caldara, Albin Ekdal, dan Jacopo Sala. Di antara Cremonense dan Salernitana, Spezia paling berpeluang selamat dari degradasi.

Kandidat Empat Besar: AS Roma, Napoli, Lazio, Fiorentina, Atalanta

Perebutan tempat di empat besar alias zona Liga Champions tidak kalah seru musim ini. Dibanding perebutan Scudetto, persaingan di empat besar atau zona Liga Champions lebih seru karena terbuka.

Dengan asumsi tiga besar masih akan diperebutkan AC Milan, Inter Milan, dan Juventus, maka satu tempat tersisa akan diperebutkan oleh AS Roma, Napoli, Lazio, Fiorentina, dan Atalanta. Mengapa kelima tim tersebut?

Roma memasuki musim kedua dengan Jose Mourinho setelah musim lalu juara UEFA Conference League. Pelatih bermental juara sepertinya akan selalu menginginkan trofi, tak ayal Roma bisa jadi kuda hitam Scudetto atau kandidat kuat empat besar.

Apalagi Roma sudah mendatangkan pemain-pemain berpengalaman berkualitas seperti Nemanja Matic, Paulo Dybala, hingga Georginio Wijnaldum. Kiprah Roma layak dinanti musim ini.

Sementara kompetitor lainnya masih berkutat di antara Napoli, Lazio, Fiorentina, dan Atalanta. Napoli sedianya masih dilatih Luciano Spalletti, tapi kans mereka jadi kuda hitam Scudetto kecil setelah ditinggal Lorenzo Insigne, Dries Mertens, Kalidou Koulibaly, dan Fabian Ruiz.

Tak ayal Napoli diprediksi akan bersaing di empat besar ketimbang perebutan titel Serie A, sebab mereka masih tim tradisional Italia yang kuat. Begitu juga dengan Lazio besutan Maurizio Sarri, Fiorentina, serta Atalanta besutan Gian Piero Gasperini.

Kandidat Juara: AC Milan, Inter Milan, Juventus

Perebutan titel Serie A 2022-2023 diprediksi akan diperebutkan tiga kuda pacu: AC Milan, Inter Milan, dan Juventus. Milan, juara bertahan, tidak akan menemui kemudian melawan Inter dan Juventus dalam mempertahankan trofi Serie A.

Transfer Milan relatif lamban karena baru mendatangkan Divock Origi dan Charles De Ketelaere, plus ditinggal pemain seperti Alessio Romagnoli dan Franck Kessie tanpa adanya pengganti langsung di kedua posisi tersebut.

Mengingat usia Olivier Giroud dan Zlatan Ibrahimovic yang tak lagi muda, Milan praktis hanya mengandalkan Origi, Ante Rebic, dan Rafael Leao di lini depan. Tak ayal butuh 'tangan dingin' Stefano Pioli untuk membawa konsistensi bermain musim lalu ke musim ini.

Berbeda dari Milan, skuad rival sekota mereka Inter Milan terlihat lebih siap memenangi Scudetto kembali seiring datangnya Henrikh Mkhitaryan, Andre Onana, dan Romelu Lukaku. Sekedar informasi, Lukaku adalah duet Lautaro Martinez kala Inter juara Serie A 2020-2021.

Skuad Inter merata di tiap lini dari belakang, tengah, dan depan. Musim depan mereka menjadi runner-up, tidak memenangi titel Serie A, tapi juara Coppa Italia dan Piala Super Italia. Inter bisa jadi kekuatan besar untuk memenangi Scudetto musim ini.

Sementara Juventus memasuki musim kedua di periode dua Massimiliano Allegri melatih tim. Usai dua musim beruntun tak memenangi Serie A, Juventus berbenah dengan merekrut Angel Di Maria, Paul Pogba, dan Gleison Bremer.

Skuad Il Bianconeri belum ideal setelah ditinggal Giorgio Chiellini, Alvaro Morata, dan Matthijs de Ligt, tapi jika Federico Chiesa fit dan Dusan Vlahovic prima, dengan kombinasi pengalaman-kualitas Di Maria serta Pogba, Juventus layak diperhitungkan.

Pola pikir pragmatis Massimiliano Allegri bisa memberikan konsistensi dan hasil akhir jika skenario berjalan baik. Itu sudah teruji di periode pertamanya dengan Juventus. Jadi, Juventus bersama duo Milan akan bersaing ketat dalam perebutan Scudetto.

Serie a Trivia Sepak Bola Analisis Milan AC Milan Inter Milan Juventus

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Klasemen
Klasemen Sementara Serie A 2026/2027 Usai AS Roma dan Inter Imbang 2-2
Klasemen sementara Serie A 2026/2027 setelah AS Roma ditahan Inter Milan 2-2. Roma dan Inter sama-sama mengoleksi 13 poin.
Rizqi Ariandi - Minggu, 20 September 2026
Klasemen Sementara Serie A 2026/2027 Usai AS Roma dan Inter Imbang 2-2
Hasil akhir
Hasil Pertandingan: AS Roma Ditahan Inter di Kandang, Barcelona Perpanjang Rekor Kemenangan
Rekap hasil Serie A dan LaLiga 2026/2027: AS Roma ditahan Inter Milan 2-2, sedangkan Barcelona menang 3-1 atas Sevilla.
Rizqi Ariandi - Minggu, 20 September 2026
Hasil Pertandingan: AS Roma Ditahan Inter di Kandang, Barcelona Perpanjang Rekor Kemenangan
Jadwal
AS Roma vs Inter Milan Disiarkan ANTV? Ini Informasinya!
AS Roma vs Inter Milan disiarkan ANTV atau tidak? Cek jadwal siaran, jam tayang, dan link streaming Roma vs Inter malam ini di Vidio.
Johan Kristiandi - Sabtu, 19 September 2026
AS Roma vs Inter Milan Disiarkan ANTV? Ini Informasinya!
Jadwal
Jadwal Pertandingan Serie A yang Disiarkan ANTV pada Weekend Ini: AC Milan dan Como Kebagian Jatah
Jadwal Serie A 2026/2027 yang tayang di ANTV akhir pekan ini. Ada Frosinone vs Como dan AC Milan vs Lecce. Cek jadwal lengkapnya!
Johan Kristiandi - Sabtu, 19 September 2026
Jadwal Pertandingan Serie A yang Disiarkan ANTV pada Weekend Ini: AC Milan dan Como Kebagian Jatah
Prediksi
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Venezia vs Lazio: Momen Il Biancocelesti untuk Kembali Menang
Simak prediksi skor, susunan pemain, H2H, kabar tim, jadwal, dan link live streaming Venezia vs Lazio di Serie A 2026-2027.
Arief Hadi - Sabtu, 19 September 2026
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Venezia vs Lazio: Momen Il Biancocelesti untuk Kembali Menang
Jadwal
Cara Menonton, Jadwal, dan Link Live Streaming AS Roma vs Inter Milan
AS Roma vs Inter Milan berlangsung Sabtu (19/09) pukul 23.00 WIB. Simak jadwal, cara menonton, prediksi, dan link live streaming di Vidio.
Arief Hadi - Sabtu, 19 September 2026
Cara Menonton, Jadwal, dan Link Live Streaming AS Roma vs Inter Milan
Italia
Prediksi Skor AS Roma vs Inter Milan Versi Superkomputer: Berbagi Poin?
Prediksi AS Roma vs Inter Milan di Serie A 2026/2027 versi superkomputer Opta. Simak peluang menang Roma, Inter, dan hasil imbang.
Johan Kristiandi - Sabtu, 19 September 2026
Prediksi Skor AS Roma vs Inter Milan Versi Superkomputer: Berbagi Poin?
Prediksi
Prediksi Skor dan Link Live Streaming AS Roma vs Inter Milan: Duel Dua Klub Papan Atas Serie A
Simak prediksi skor, H2H, susunan pemain, jadwal, kabar tim, dan link live streaming AS Roma vs Inter Milan di pekan kelima Serie A 2026-2027.
Arief Hadi - Sabtu, 19 September 2026
Prediksi Skor dan Link Live Streaming AS Roma vs Inter Milan: Duel Dua Klub Papan Atas Serie A
Italia
Ironi, Serie A Punya 14 Pemain di Top 50, tetapi Hanya 5 yang Berasal dari Italia
Serie A mengirim 14 pemain ke Top 50 U-21 Eropa versi Sofascore, tetapi hanya lima yang berasal dari Italia. Simak fakta selengkapnya.
Arief Hadi - Jumat, 18 September 2026
Ironi, Serie A Punya 14 Pemain di Top 50, tetapi Hanya 5 yang Berasal dari Italia
Ragam
Floyd Samba, Putra Legenda Blackburn Rovers yang Mencuri Perhatian Bareng Manchester City di Piala Liga
Floyd Samba mencetak dua gol pada debut bersama Manchester City. Striker 17 tahun itu merupakan putra mantan bek Blackburn Rovers, Christopher Samba.
Arief Hadi - Jumat, 18 September 2026
Floyd Samba, Putra Legenda Blackburn Rovers yang Mencuri Perhatian Bareng Manchester City di Piala Liga
Bagikan