Piala FA: Bermain seperti Tim Championship, Manchester United Beruntung Lolos ke Final
BolaSkor.com - Manchester United kembali ke final Piala FA setelah musim lalu mencapainya, kemudian kalah 1-2 oleh rival sekota, Manchester City, yang kemudian memenangi treble winner. Red Devils mencapainya setelah menyingkirkan Coventry City.
Di atas kertas, sebelum laga dimulai, Man United diunggulkan dengan kualitas skuad yang mereka miliki meski badai cedera pemain masih terjadi. Terlebih, The Sky Blues - julukan Coventry - bermain di Championship.
Kala kedudukan menjadi 3-0 dari gol Scott McTominay (23'), Harry Maguire (45+1'), dan Bruno Fernandes (58'), prediksi itu tepat. Tapi, seperti halnya yang sering diperlihatkan Man United musim ini dalam menahan keunggulan, mereka lengah.
Man United tak dapat mengontrol pertandingan dengan baik, tak kuasa menghadapi intensitas bermain Coventry, hingga akhirnya comeback terjadi.
Baca Juga:
Man United 3-3 Coventry City (Penalti 4-2): Derby Manchester di Final Piala FA
Man City Tidak Akan Pernah Menjadi Klub Sebesar Man United
Dilibatkan Menyusun Rencana Man United, Masa Depan Erik Ten Hag Tetap Tanda Tanya

Coventry mencetak tiga gol dari Ellis Simms (71'), Callum O'Hare (79'), dan Haji Wright (90+5' penalti). Laga dilanjutkan ke drama adu penalti dan pada momen tersebut, Man United menang 4-2 setelah dua penendang penalti Coventry, Callum O'Hare dan Ben Sheaf, gagal mencetak gol.
Man United mencapai final Piala FA ke-22, mencatatkan rekor sebagai tim yang pertama melakukannya melewati Arsenal (21 kali). Akan tapi, cara mereka lolos ke final menyisakan cerita.
Coventry dinilai lebih layak lolos dengan kegigihan bermain, menyamakan kedudukan setelah tertinggal tiga gol, mengingat mereka tim Championship.
Bahkan, legenda Man United yang kini jadi pandit, Roy Keane, menilai Man United bermain bak tim Championship dan beruntung bisa lolos ke final.
"Saya tidak menyukai apa yang saya lihat dari tim United ini,” kata Keane kepada ITV. "Sulit menyukai mereka. Mereka bermain dalam momen-momen tertentu. Kita membahas tentang kepemimpinan dan karakter, namun saya tidak melihat semua itu terjadi di grup United ini."
"Ya ampun, mereka memanfaatkan keberuntungan mereka pada akhirnya. Pergantian pemain, gol memberi kepercayaan pada Coventry dan tiba-tiba mereka tampak seperti tim Premier League di perpanjangan waktu dan United tampak seperti tim Championship."
Keane sampai tak tahan melihat performa Man United hingga ia sempat ingin berhenti menyukai mantan klubnya tersebut.
"Maguire diwawancarai setelah pertandingan dan berkata, ‘Kami menunjukkan karakter yang hebat’. Saya tidak melihat karakter dalam kelompok pemain ini, sungguh. Saya sampai pada tahap di mana saya hampir tidak menyukai mereka."
"Kualitas yang mereka miliki sudah jelas, namun ketika mereka memiliki tim yang mereka inginkan dan pertandingan dimenangkan, mereka hanya akan mengambil tindakan. Seolah-olah mereka takut untuk maju dan memenangkan pertandingan. Saya menunggu kepemimpinan . Tunjukkan keberanian," pungkasnya.
Arief Hadi
16.363
Berita Terkait
Rekap Transfer Manchester United pada Musim Dingin 2026: Setan Merah Berpuasa
Michael Carrick Bawa Manchester United Menang Terus, Manajemen Justru Kelimpungan
Uang yang Harus Dikeluarkan Manchester United jika Ingin Membajak Cole Palmer dari Chelsea
Marcus Rashford Tegaskan Pantang Kembali ke Manchester United Meski Diinginkan Michael Carrick
Sihir Michael Carrick di Manchester United Berlanjut, Tidak Panik Ketika Skor Imbang
Klasemen Terkini Premier League: Manchester United Kembali ke Empat Besar, Manchester City Semakin Sulit Kejar Arsenal
Hasil Premier League: Bungkam Fulham 3-2, Manchester United Menang Tiga Kali Beruntun di Era Michael Carrick
Michael Carrick Dukung Protes Anti-Glazer yang Dilakukan Suporter Manchester United
Sisca Saras Eks JKT48 Yakin King MU Bangkit Usai Menang atas Man City dan Arsenal