Piala Eropa 2020 dan Penyesalan Marcus Rashford
BolaSkor.com - Marcus Rashford secara tersirat mengungkapkan penyesalannya tampil di Piala Eropa 2020. Namun perasaan tersebut tidak ada hubungannya dengan kegagalan penalti pada partai final.
Piala Eropa 2020 memang meninggalkan cerita yang kurang menyenangkan bagi Rashford. Ia mendapat serangan rasial dari suporter Inggris usai gagal mengeksekusi penalti ke gawang Italia.
Kegagalan tersebut terjadi pada babak adu penalti. Padahal Rashford dimasukkan khusus untuk menjadi salah satu eksekutor.
Rashford kemudian dianggap sebagai biang kerok kegagalan Inggris meraih gelar juara. Walaupun tak sedikit yang memberikan dukungan.
Baca Juga:
Marcus Rashford Curhat Penyebab Gagal Penalti
Manchester United Terancam Kehilangan Rashford pada Awal Musim 2021-2022
4 Pemain Man United yang Bisa Gantikan Peran Marcus Rashford
Meski begitu, ada hal lain yang membuat Rashford seperti menyesal tampil di Piala Eropa. Hal yang dimaksud adalah fakta bahwa dirinya harus melewatkan awal musim 2021-2022 karena harus menjalani operasi bahu.
Jika absen di turnamen tersebut, Rashford bisa menjalani operasi pada akhir Mei silam. Pemain berusia 23 tahun tersebut hanya akan melewatkan sedikit laga di musim baru.
Namun karena tampil di Piala Eropa, Rashford baru akan menjalani operasi pada akhir bulan ini. Ia terpaksa harus absen hingga Oktober mendatang untuk menjalani pemulihan.
Sedikit hal yang mengganjal Rashford adalah terkait fakta bahwa dirinya hanya menjadi pelapis di Piala Eropa. Kesempatan bermainnya sangatlah minim.
"Sulit untuk menggambarkan perasaan mewakili negara Anda. Tidak ada yang akan menolak bermain di turnamen sebesar itu," tulis Rashford di media sosial.
“Saya berlatih dengan baik dan menemukan banyak kenyamanan di kamp Inggris setelah final Liga Europa. Kalau dipikir-pikir, jika saya tahu saya tidak akan memainkan peran penting di Piala Eropa, apakah saya akan pergi?"
"Melihat ke belakang adalah hal yang luar biasa buka," sambungnya.
Meski begitu, Rashford enggan menyalahkan pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate. Ia hanya menjadikan hal ini sebagai pelajaran.
Seperti diketahui, Rashford nyaris sepanjang musim bermain dengan obat penghilang rasa sakit. Namun ia masih mampu membukukan 36 gol dan menjadi top skorer kedua Manchester United.
"Jangan pernah ragukan komitmen saya kepada klub dan tim nasional. Ini sulit, tetapi saya akan kembali secara fisik dan mental dengan lebih kuat," pungkasnya.
6.514
Berita Terkait
Mauricio Souza Tak Mau Bertemu Pemain Persija Dulu Usai Kalahkan PSIM di SUGBK
Persija Berharap Kembali ke JIS saat Jamu Bhayangkara FC
Pelatih Persija Sebut Rumput SUGBK Lebih Baik dari JIS
Terkesan dengan Atmosfer Jakmania dan Brajamusti di SUGBK, Pelatih PSIM Bandingkan dengan Fans Feyenoord hingga Besiktas
Jadi Top Skorer Persib di Kompetisi Asia, Andrew Jung Main Termotivasi
Merasa Seimbang dengan An Se-young, Putri KW Termotivasi Raih Peringkat 1 Dunia
PBSI Rombak Skuad SEA Games 2025 demi Penuhi Target Menpora, Berikut Daftar 20 Wakil Indonesia di Cabor Bulutangkis
Link Streaming Barcelona vs Deportivo Alaves, Sabtu 29 November 2025
Prediksi dan Statistik Barcelona vs Deportivo Alaves: Waktunya Move On
Prediksi dan Statistik Manchester City vs Leeds United: The Citizens Cari Pelampiasan