Piala Dunia 2022: Ghana Vs Uruguay, Lebih dari Sekedar Momen Balas Dendam Black Stars

Arief HadiArief Hadi - Kamis, 01 Desember 2022
Piala Dunia 2022: Ghana Vs Uruguay, Lebih dari Sekedar Momen Balas Dendam Black Stars
Handball yang dilakukan Luis Suarez pada 2010 lawan Ghana (Twitter)

BolaSkor.com - Selalu ada kesempatan kedua dalam dunia sepak bola, entah itu terjadi cepat atau butuh penantian panjang. Kesempatan itulah yang juga dimiliki oleh timnas Ghana jelang laga melawan Uruguay.

Ghana dan Uruguay akan saling bertarung segenap tenaga untuk mencapai 16 besar Piala Dunia 2022, mendampingi Portugal yang sudah lolos. Saat ini di grup H Ghana berada di urutan dua dengan tiga poin dan Uruguay di dasar klasemen dengan satu poin - urutan tiga ada Korea Selatan dengan satu poin.

Ghana bisa lolos dengan hasil imbang dan jika Korea menang lawan Portugal maka penentuannya nanti ditentukan dari selisih gol. Sementara bagi Uruguay kemenangan adalah harga mati jika ingin melaju ke-16 besar.

Baca Juga:

Babak 16 Besar Piala Dunia 2022: Inggris Lawan Senegal, Belanda Tantang Amerika Serikat

Hasil dan Klasemen Akhir Grup D Piala Dunia 2022: Australia Dampingi Prancis ke 16 Besar

Jika Lolos ke 16 Besar, Jerman Diprediksi Tidak Akan Jadi Juara Piala Dunia 2022

Pertemuan terakhir kedua negara terjadi untuk kali pertama pada 2010 atau 12 tahun lalu. Kedudukan berakhir imbang 1-1 di waktu normal dan Uruguay pada akhirnya melaju ke semifinal setelah memenangi drama adu penalti.

Momen yang Sudah Dinanti Ghana Selama 12 Tahun

12 tahun. Ya selama itu Ghana menanti momen pertemuan melawan Uruguay dan ucapan singkat dari Kurt Okraku, Presiden Asosiasi Sepak Bola Ghana, saat undian fase grup menjelaskannya. "Itu akan jadi saatnya waktu pembalasan."

Pertemuan pada Piala Dunia 2010 antara Ghana melawan Uruguay di perempat final memang menyisakan cerita: pahit untuk Ghana. Laga nanti bukan jadi momen untuk balas dendam kepada Uruguay, tetapi fokus juga terarah kepada Luis Suarez.

El Pistolero seketika jadi musuh publik nomor satu pada 2010 saat ia dengan sengaja melakukan handball dan mencegah bola masuk ke gawang. Padahal jika bola itu masuk maka Ghana unggul 2-1 dan dapat ke semifinal tanpa melalui adu penalti, plus mencatatkan sejarah. Belum ada teknologi garis gawang dan VAR kala itu.

Piala Dunia 2010 jadi momen pertama Afrika jadi tuan rumah dan Ghana di ambang memecahkan rekor sebagai tim Afrika pertama yang lolos ke semifinal, setelah sebelumnya pencapaian terjauh adalah perempatfinal: Kamerun (1990), Senegal (2002), dan Ghana (2010).

"Suarez mencurangi kami," kata mantan bek timnas Ghana John Paintsil, yang bermain malam itu, kepada ESPN.

"Saya akan selalu ingat apa yang dia lakukan, yang bukan bagian dari aturan sepak bola. Kami dicurangi olehnya. Menggunakan kedua tangan di garis dan melakukannya dengan sengaja untuk menghentikan kami melaju ke semifinal, saya akan mengatakan bahwa Suarez bukan pemain profesional. Dia curang."

Mewakili warga Ghana, Joseph Dadson, yang notabene fans Ghana juga berbicara kepada ESPN bahwa laga melawan Uruguay sudah sangat dinantinya untuk menjadi momen balas dendam.

"Saatnya membalas. Saat undian keluar, semua orang di Ghana berpikir, 'Akhirnya ada kesempatan untuk balas dendam'," tambah Dadson.

"Itu (2010) adalah pertama kalinya Afrika menjadi tuan rumah Piala Dunia dan itu adalah pertama kalinya tim Afrika pergi ke semifinal dan itu tidak terjadi dan itu semua karena Suarez. Dia mencurinya dari kami."

"Itu sangat menghancurkan, dan bukan hanya untuk Ghana tetapi seluruh Afrika. Pada saat itu, seluruh Afrika berada di belakang (mendukung) Ghana dan kekalahan serta bagaimana itu terjadi terlalu banyak. Sangat menghancurkan."

Dadson salah satu fans yang rela pergi jauh untuk menyaksikan Black Stars berakhir. Ia menempuh perjalanan sejauh 6000 mil dari Ghana ke Doha, Qatar.

Paintsil salah satu sosok yang tidak pernah melupakan momen pahit tersebut, apalagi ia pemain yang mengambil tendangan bebas Ghana kala momen handball hantu Suarez itu terjadi. Kekecewaan itu dituturkannya kembali.

John Paintsil

"Saya tidak punya masalah dengan Suarez, dia melakukan apa yang dia lakukan untuk negaranya. Kesalahan adalah bagian dari manusia tapi bahkan setelah 12 tahun, saya masih kecewa dengan apa yang dia lakukan," tambah Paintsil.

"Itu adalah hal besar yang dia lakukan untuk seluruh Afrika, bukan hanya Ghana. Ghana akan menjadi negara Afrika pertama yang berada di semifinal tetapi cara kami tersingkir, kami langsung ke final dan memenangkan trofi karena kami memiliki begitu banyak keyakinan."

"Kami merasa bahwa seluruh dunia berada di belakang kami, bukan hanya Afrika. Itu adalah kekecewaan besar," pungkasnya.

Suarez Luis Suarez Ghana Timnas Ghana Uruguay Timnas Uruguay Piala dunia 2022 Piala Dunia 2022 Qatar
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Posts

12.400

Bagikan