Palestina Sebut Laga Kontra Indonesia Bukan Sekadar Menang dan Kalah
BolaSkor.com - Kalah atau menang bukan hal serius yang diusung timnas Palestina kontra Timnas Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (14/6) malam WIB. Laga FIFA Matchday ini dinilai lebih berharga.
Timnas Palestina datang ke Indonesia dengan kekuatan terbaiknya. Mereka hanya tidak diperkuat Oday Dabbagh dan Amr Kaddoura, dua pemain yang berkarier di Eropa. Termasuk juga Kapten Palestina, Musab Al-Battat tak ikut ke Indonesia.
Meski begitu, penyerang Palestina Mohammed Bassim Ahmed Rashid mengatakan bentrokan dengan Indonesia tidak hanya mencari kemenangan semata. Menurutnya Palestina dan Indonesia memiliki hubungan persahabatan yang kuat.
“Saya sangat senang, rasanya seperti ke rumah lagi. Alhamdulillah. Tentu untuk melawan Indonesia, kami datang untuk pertandingan. Dimana kami punya dua pertandingan FIFA Matchday, berikutnya lawan China,” terangnya usai sesi latihan di Stadion Gelora 10 November, Surabaya.
“Kami berlatih dan Insya Allah, tidak ada pecundang di antara saudara, Indonesia dan Palestina itu sama. Tidak ada perbedaan. Semoga beruntung diantara kedua tim, tidak ada pecundang diantara kedua tim,” tambah Mohammed Rashid.
Baca Juga:
4.300 Personel Gabungan Amankan Laga FIFA Matchday Timnas Indonesia Vs Palestina di Stadion GBT
Pratama Arhan Tahu Cara Main Palestina, Yakin Timnas Indonesia Raih Hasil Terbaik
Hal senada disampaikan Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) Susan R Shalabi Molano yang menyebutkan kalau Indonesia adalah negara yang spesial. Mereka juga sangat berterima kasih karena Indonesia konsisten memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina.
“Saya tidak suka memprediksi. Tidak ada pemenang atau pecundang. Siapapun yang menang, bagi kami itu persaudaraan. Indonesia adalah saudara kami dan kami senang bisa di sini untuk menjalani pertandingan,” ujar Susan Shalabi yang turut mendampingi sesi latihan tim.
Dia juga menyatakan Indonesia telah banyak berkorban untuk Palestina. Salah satunya adalah saat batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Status Indonesia sebagai tuan rumah lantas dicabut dan diganti dengan Argentina.
“Ini tidak akan dilupakan masyarakat Palestina. Hati kami sedih karena Indonesia kehilangan kesempatan. Dimana suporter seharusnya bisa menikmati momen jadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Kami sangat mengapresiasi apa yang Indonesia korbankan untuk Palestina,” terangnya.
“Izinkan saya memberitahu sesuatu, stadion ini, Gelora 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Bagi kami, ini sangat berarti (bersejarah). Jadi, ini juga sangat penting bagi kami sebagai warga Palestina,” pungkas Susan Shalabi. (Laporan Kontributor Keyzie Zahir/Surabaya)
Tengku Sufiyanto
17.960
Berita Terkait
Jadwal Siaran Langsung Duel Coppa Italia Antara Inter Milan vs Torino, Live di ANTV
3 Pemain Muda Termahal di Bursa Transfer Januari 2026
Selangkah Lagi Tandatangani Kontrak Baru, Kenan Yildiz Akan Jadi Pemain Bergaji Tertinggi Juventus
Analisis Fabio Capello: Bodoh jika AC Milan Tidak Memikirkan Scudetto
Sergio Castel, Striker Anyar Persib Bandung
Hadapi Jepang di Semifinal, Timnas Futsal Indonesia Targetkan Tiket Final Piala Asia Futsal 2026
Butuh Playmaker Pengalaman, Hansi Flick Dorong Barcelona Gaet Bernardo Silva
Mauro Zijlstra Didukung Keluarga untuk Gabung Persija Jakarta
Tak Terkalahkan dalam 22 Laga, AC Milan Siap Ramaikan Perburuan Scudetto
Eks Penyerang Malaga Sepakat Gabung Persib Bandung