Nostalgia Piala Dunia: Nestapa Spanyol dan Puncak Kontroversi Superioritas Korea Selatan

Kesuksesan Korea Selatan mencapai semifinal Piala Dunia 2002 diwarnai banyak kontroversi.
Taufik HidayatTaufik Hidayat - Rabu, 26 Oktober 2022
Nostalgia Piala Dunia: Nestapa Spanyol dan Puncak Kontroversi Superioritas Korea Selatan
Korea Selatan menyingkirkan Spanyol pada perempat final Piala Dunia 2002 lewat adu penalti. (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Kesuksesan Korea Selatan melaju jauh pada gelaran Piala Dunia 2002 diiringi sederet kontroversi. Puncaknya tersaji saat berhadapan dengan Spanyol pada babak perempat final.

Korea Selatan benar-benar memanfaatkan status tuan rumah dengan maksimal. Taeguk Warriors mencatatkan sejarah sebagai wakil Asia pertama yang mampu menginjakkan kaki di semifinal.

Korea Selatan melakukan hal itu dengan cara yang sulit dipercaya. Mereka mampu mengalahkan tim-tim unggulan seperti Portugal, Italia, dan Spanyol.

Korea Selatan tampil superior sejak fase grup. Tim asuhan Guus Hiddink sukses menjadi yang terbaik di grup D dengan rekor dua kemenangan dan satu hasil imbang serta tanpa terkalahkan.

Baca Juga:

Nostalgia Piala Dunia: Kemunculan Bocah Ajaib dan Tonggak Sejarah Dominasi Brasil

5 Pemain yang Kariernya Melesat Usai Tampil Gemilang di Piala Dunia

Kumpulan Lagu Resmi Piala Dunia Sepanjang Sejarah, Ada Band Indonesia

Tak tanggung-tanggung, Korea Selatan membuat Portugal pulang lebih cepat usai mengalahkannya pada laga terakhir fase grup. Amerika Serikat akhirnya menjadi pendamping dengan status runner up.

Kejutan Korea Selatan kemudian berlanjut pada babak 16 besar. Mereka secara dramatis mampu mengalahkan Italia dengan skor 2-1 lewat golden goal Ahn Jung-Hwan.

Banyak pihak menilai kemenangan Korea Selatan atas Italia sangat berbau kontroversi. Kepemimpinan wasit menjadi sorotan utama karena dianggap terlalu menguntungkan tuan rumah.

Saking kontroversialnya, Byron Moreno selaku wasit yang memimpin pertandingan tersebut masih terus diingat sampai saat ini. Pengadil berkebangsaan Ekuador itu memang membuat sejumlah keputusan aneh seperti memberi kartu kuning kedua Francesco Totti karena dianggap diving, menganulir gol Damiano Tommasi, hingga membiarkan permainan keras para pemain Korea Selatan.

Namun puncak kontroversi dari superioritas Korea Selatan pada Piala Dunia 2002 sejatinya terjadi setelah itu. Laga kontra Spanyol pada babak perempat final yang dipimpin oleh wasit Mesir bernama Gamal Ahmed Al-Ghandour menghadirkan banyak keanehan.

Dalam laga yang berlangsung di Gwangju World Cup Stadium, Korea Selatan mendapat dukungan penuh suporternya. Namun Spanyol tetap diunggulkan karena memiliki deretan bintang-bintang papan atas seperti Fernando Hierro, Carles Puyol, Rubén Baraja, Joaquin Sanchez, Luis Enrique, hingga Fernando Morientes.

Spanyol menunjukkan status unggulan tersebut di atas lapangan. Tim asuhan Jose Antonio Camacho mengurung pertahanan Korea Selatan dan menciptakan banyak peluang emas.

Sayang, penyelesaian akhir yang dilakukan para pemain Spanyol cukup buruk. Ketangguhan Lee Won-jae di bawah mistar Korea Selatan juga berperan penting membuat skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Sebuah kontroversi terjadi saat babak kedua baru berjalan empat menit. Wasit menganulir gol Spanyol yang tercipta dari bunuh diri Kim Tae-young.

Berawal dari skema tendangan bebas, terjadi duel udara yang melibatkan Kim dan dua pemain Spanyol. Bola kemudian menyentuh bahunya dan mengarah ke gawang sendiri.

Namun wasit menganulir gol tersebut karena dianggap Kim dilanggar oleh dua pemain Spanyol yang mengapitnya. Tidak ada protes berlebihan yang dilakukan para pemain La Furia Roja.

Usaha Spanyol untuk memecah kebuntuan tak kunjung membuahkan hasil. Justru Korea Selatan yang sempat balik mengancam meski masih mampu diamankan oleh Iker Casillas di bawah mistar.

Skor 0-0 tetap tak berubah hingga babak kedua berakhir. Laga terpaksa dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Pada fase ini, Spanyol sempat mencetak gol lewat sundulan Morientes. Namun wasit kembali menganulirnya karena dianggap bola telah keluar lapangan lebih dulu sebelum Joaquin memberikan umpan silang.

Namun dari tayangan ulang, bola terlihat belum melewati garis gawang. Itu berarti gol yang dicetak Morientes harusnya sah.

Laga kemudian harus diakhiri dengan adu penalti. Joaquin yang tampil impresif sepanjang pertandingan berubah menjadi pesakitan karena menjadi satu-satunya algojo yang gagal mencetak gol sehingga Spanyol takluk dengan skor 3-5.

Selepas pertandingan, para pemain Spanyol langsung mengerubungi wasit Al=Ghandour. Mereka ingin menumpahkan kekesalannya karena harus tersingkir secara tragis.

"Anda bisa melihat dari tayangan TV. Saya tidak ingin berpikir bahwa wasit pergi untuk merampok salah satu tim tetapi gambar berbicara sendiri, jelas wasit tidak mendukung kami," keluh Puyol.

"Semua orang melihat dua gol yang sangat bagus. Jika Spanyol tidak menang, itu karena mereka tidak membiarkan kami menang."

Kemenangan atas Spanyol memang memperkuat dugaan Korea Selatan mendapat perlakuan khusus dari wasit. Apalagi situasi serupa juga terjadi saat mereka mengalahkan Italia.

Anehnya, Korea Selatan tampil kurang bertaji saat jumpa Jerman pada laga semifinal. Tanpa adanya keputusan kontroversial dari wasit, mereka takluk dengan skor 1-0.

Korea Selatan juga gagal mengamankan peringkat ketiga karena lagi-lagi menelan kekalahan. Kali ini mereka dipecundangi Turki dengan skor 2-3.

Melempemnya penampilan Korea Selatan usai kemenangan kontroversial atas Spanyol mungkin disebabkan mereka kehabisan bensin. Namun tidak sedikit anggapan yang menyebut karena wasit sudah tidak memberikan dukungan.

Pada peringatan 20 tahun pertandingan tersebut, Marca melakukan wawancara dengan Al-Ghandour atau sang pengadil kontroversial. Ia tetap enggan disalahkan terkait kekalahan Spanyol.

"Orang-orang Spanyol tidak bisa menyalahkan saya atas kekalahan melawan Korea itu karena sebelum akhir pertandingan, mereka memiliki beberapa peluang yang jelas. Mereka bisa saja memenangkan pertandingan sebelum adu penalti," kata Al-Ghandour.

"Bagi saya hanya ada satu keputusan yang bisa diperdebatkan dan itu adalah gol yang dianulir karena umpan silang Joaquin mungkin tidak keluar dari permainan. Namun kesalahan yang dibuat oleh asisten saya seharusnya tidak diserahkan kepada saya."

Piala Dunia 2002 Timnas korea selatan Timnas Spanyol Nostalgia Breaking News
Ditulis Oleh

Taufik Hidayat

Agen rahasia yang menyamar jadi kuli tinta.
Posts

6.514

Berita Terkait

Inggris
Masa Depan Harry Maguire Bergantung kepada Nasib Michael Carrick
Masa depan Harry Maguire di Manchester United masih abu-abu. Kontrak, gaji, dan faktor pelatih disebut jadi penentu apakah bek Inggris itu bertahan di Old Trafford musim depan.
Johan Kristiandi - Rabu, 28 Januari 2026
Masa Depan Harry Maguire Bergantung kepada Nasib Michael Carrick
Italia
AC Milan Mulai Misi Rekrut Dua Pemain Manchester City
AC Milan dikabarkan mulai bergerak memburu dua pemain Manchester City. Nathan Ake dan Mateo Kovacic jadi target utama Rossoneri di bursa transfer. Mungkinkah terwujud?
Johan Kristiandi - Rabu, 28 Januari 2026
AC Milan Mulai Misi Rekrut Dua Pemain Manchester City
Liga Indonesia
Diaspora Banjiri Super League, Shayne Pattynama Beri Jawaban Menohok untuk Pengkritik
Shayne Pattynama menjawab kritik pihak yang tidak senang pemain diaspora melanjutkan karier di Indonesia. Super League tengah dibanjiri para pemain diaspora.
Rizqi Ariandi - Rabu, 28 Januari 2026
Diaspora Banjiri Super League, Shayne Pattynama Beri Jawaban Menohok untuk Pengkritik
Liga Champions
Superkomputer Prediksi Hasil Barcelona vs FC Copenhagen: Blaugrana Menang Telak
Superkomputer Opta memprediksi hasil Barcelona vs FC Copenhagen di Liga Champions 2025/2026. Peluang menang Blaugrana sangat besar meski posisi belum aman.
Johan Kristiandi - Rabu, 28 Januari 2026
Superkomputer Prediksi Hasil Barcelona vs FC Copenhagen: Blaugrana Menang Telak
Timnas
Pemain Muda Persija dan Hokky Caraka Curi Perhatian Pelatih Timnas Indonesia
John Herdman mulai menemukan pemain-pemain yang akan menjadi pilihannya. John sejauh ini menyebut dua nama, Dony Tri Pamungkas dan Hokky Caraka.
Rizqi Ariandi - Rabu, 28 Januari 2026
Pemain Muda Persija dan Hokky Caraka Curi Perhatian Pelatih Timnas Indonesia
Liga Champions
Superkomputer Prediksi Hasil Borussia Dortmund vs Inter Milan: Nerazzurri Unggul Tipis
Superkomputer Opta memprediksi hasil Borussia Dortmund vs Inter Milan di Liga Champions 2025/2026. Kans menang Nerazzurri tipis, laga diprediksi berjalan sengit!
Johan Kristiandi - Rabu, 28 Januari 2026
Superkomputer Prediksi Hasil Borussia Dortmund vs Inter Milan: Nerazzurri Unggul Tipis
Liga Indonesia
Pelatih Persija Puji Cara John Herdman Membangun Komunikasi dengan Klub
John Herdman berkunjung ke Persija Training Center dan mendapatkan sambutan hangat di sana. Pelatih Persija Mauricio Souza turut mendoakan John Herdman.
Rizqi Ariandi - Rabu, 28 Januari 2026
Pelatih Persija Puji Cara John Herdman Membangun Komunikasi dengan Klub
Inggris
Isu Cole Palmer Gabung Manchester United Berembus Kencang, Pelatih Chelsea Buka Suara
Rumor Cole Palmer hengkang dari Chelsea kian kencang. Manchester United disebut paling berpeluang. Bagaimana respons pelatih The Blues soal masa depan sang bintang?
Johan Kristiandi - Rabu, 28 Januari 2026
Isu Cole Palmer Gabung Manchester United Berembus Kencang, Pelatih Chelsea Buka Suara
Liga Champions
Superkomputer Prediksi Hasil Benfica vs Real Madrid: Los Blancos Dekat dengan Kemenangan
Superkomputer Opta memprediksi hasil Benfica vs Real Madrid di Liga Champions 2025/2026. Peluang kemenangan El Real lebih besar, Benfica butuh keajaiban!
Johan Kristiandi - Rabu, 28 Januari 2026
Superkomputer Prediksi Hasil Benfica vs Real Madrid: Los Blancos Dekat dengan Kemenangan
Liga Champions
Superkomputer Prediksi Hasil Pertandingan Liverpool vs Qarabag: The Reds Berpotensi Mengamankan Delapan Besar
Superkomputer Opta memprediksi hasil Liverpool vs Qarabag di Liga Champions 2025/2026. The Reds berpeluang besar menang dan mengamankan tiket delapan besar.
Johan Kristiandi - Rabu, 28 Januari 2026
Superkomputer Prediksi Hasil Pertandingan Liverpool vs Qarabag: The Reds Berpotensi Mengamankan Delapan Besar
Bagikan