Nostalgia Piala Dunia - Mineirazo, Saat Tim Samba Dihancurkan Panzer

Brasil menelan kekalahan paling memalukan sepanjang sejarah.
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Jumat, 21 Oktober 2022
Nostalgia Piala Dunia - Mineirazo, Saat Tim Samba Dihancurkan Panzer
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Bicara soal Piala Dunia, sejatinya menjadi tuan rumah merupakan nilai plus yang bisa sangat membantu. Tanyakan saja kepada Uruguay yang menjadi tuan rumah dan juara di Piala Dunia 1930, Italia (1934), Inggris (1966), Jerman Barat (1974), Argentina (1978) dan Prancis (1998). Tanyakan juga kepada Swedia (1958), Chili (1962), dan Korea Selatan (2002), yang secara tak terduga bisa melejit saat menjadi tuan rumah Piala Dunia. Tim berstatus tamu bakal ciut melihat semangat dan jumlah pendukung tuan rumah.

Tapi hal ini tidak terjadi pada Piala Dunia 2014 saat Brasil menjadi penyelenggara turnamen empat tahunan terakbar seantero jagat. Di ajang ini Brasil menelan kekalahan paling memalukan sepanjang sejarah. Tim Samba dihantam Tim Panzer Jerman 1-7 pada laga semifinal di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, 8 Juli 2014.

"Anda lihat wajah para pemain Brasil ketika mereka berjalan di atas lapangan selama Piala Dunia. Mereka seperti akan bersaing di Hunger Games," kata Zico, gelandang hebat Brasil tahun 1970-an dan 80-an dikutip dari The Guardian pada Mei 2018.

Baca Juga:

Nostalgia Piala Dunia: Epilog Pahlawan Brasil Berkaki Bengkok dan Panjang Sebelah, Garrincha

Nostalgia Piala Dunia: Mengenang Kiprah Pelatih Tersukses, Vittorio Pozzo

Nostalgia Piala Dunia - Magical Magyars, Sepak Bola Sosialis, dan Prototipe Total Football

"Mereka tidak menikmati momen dan itu membuat segalanya menjadi lebih sulit. Saat mereka bertemu sebuah tim dengan silsilah yang sama, mereka tertangkap basah.”

Melihat ke belakang, Brasil dan Spanyol adalah pemenang Piala Dunia yang tidak pernah juara di kandang. Catatan yang terbilang mengejutkan jika bicara soal Brasil. Pasalnya Brasil bisa lima kali menang di tempat lain, tapi tidak di rumah sendiri. Dan mereka sudah dua kali menjadi tuan rumah.

Pada upaya pertama pada 1950 Tim Samba secara mengejutkan kalah dari Uruguay di final di Stadion Maracana. Kekalaha yang menjadi luka mendalam bagi sepak bola negara. Kekalahan yang kemudian dikenang sebagai "Maracanazo".

Pada 2014 Brasil kembali merasakan kepedihan yang kali ini disebut sebagai Mineirazo. Namun, pada 2014 yang terjadi lebih dari sekadar kesal, berbeda dengan kekecewaan belaka saat 1950. Ini adalah penghinaan, lebih mendekati komedi menyedihkan ketimbang tragedi.

Di atas lapangan, di bawah dukungan nyaris seluruh stadion, Brasil tampil seperti satu kelas di bawah Jerman. Tim Panzer menampilkan apa yang selama ini tidak pernah terjadi dalam sejarah turnamen.

Mengawali pertandingan dengan inisiatif menyerang, Brasil yang tidak diperkuat Neymar yang cedera, lebih dulu mengancam lewat Marcelo yang tembakannya melenceng sebaliknya bola sepakan gelandang Jerman Sami Khedira malah mengenai tubuh rekannya sendiri, Toni Kroos.

Jerman membuka keunggulan pada menit ke-11 lewat situasi sepak pojok pertama ketika Thomas Muller berhasil meloloskan diri dari kawalan David Luiz untuk menyepak bola ke dalam gawang.

Brasil berusaha membalas tetapi serangan mereka tak membuahkan hasil, kendati kapten Jerman Philipp Lahm sempat dipaksa melakukan jegalan cermat untuk menghalau upaya Marcelo menciptakan peluang.

Petaka bagi tuan rumah bermula pada menit ke-23 ketika Miroslav Klose menyambar bola muntah hasil tembakannya sendiri yang tak mampu diantisipasi sempurna oleh Cesar. Gol itu sekaligus mengantarkan Klose menggusur legenda Brasil, Ronaldo, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di putaran final Piala Dunia dengan 16 gol.

Belum reda kekecewaan Brasil, gawang mereka harus kebobolan dua kali beruntun dalam kurun rentang waktu 69 detik saja. Kroos mencetak kedua gol tersebut, pertama lewat sambaran bola muntah dan kedua dengan merebut penguasaan Fernandinho tepat selepas sepak lanjut sebelum melakukan umpan satu dua bersama Khedira yang diselesaikan dengan sempurna.

Luka Brasil makin perih setelah Khedira menjebol gawang Cesar pada menit ke-29. Gol yang membuat Jerman unggul 5-0 hanya dalam kurun waktu kurang dari setengah jam pertandingan berjalan.

Performa Jerman di atas lapangan menimbulkan kengerian di antara para penonton Brasil. Lima gol di babak pertama tersebut mengakhiri harapan besar publik Brasil. Harapan kebahagiaan seketika menjadi petaka.

"Saya hanya ingin memberikan kebahagiaan kepada orang-orang. Untuk masyarakat yang sudah sangat menderita,” kata David Luiz setelah pertandingan. "Saya hanya ingin melihat orang-orang tersenyum."

Di sela-sela pertandingan kamera televisi mengabadikan raut pilu pendukung Brasil, tak sedikit yang beruraikan air mata. Ada pula yang terlihat tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

"Saya menonton di rumah bersama istri. Setelah gol ketiga masuk, istri saya mulai menangis," kenang Tite, pelatih Brasil saat ini.

Rasa Hormat Joachim Low

Di bangku cadangan Jerman, pelatih Jerman juga terlihat seperti tidak percaya dengan yang dilihatnya. "Hansi, katakan pada saya, Apakah ini benar-benar terjadi?" tanya Low kepada asistennya Hansi Flick saat babak pertama masih berjalan. "Itu campuran sukacita dan ketidakpercayaan mutlak. Itu 5-0, di semifinal melawan tuan rumah. Itu tidak bisa dipercaya," kenang Low.

Pelatih Jerman kemudian mengenang apa yang terjadi di ruang ganti saat jeda. Saat itu dia merasa terdorong untuk meminta pemainnya untuk tidak terlalu jemawa. "Saya tidak ingin kalian mempermalukan Brasil di depan jutaan orang," katanya. “Rasa hormat yang ditunjukkan orang Brasil kepada kami, di seluruh negeri, sangat besar. Dan bagi saya, sama sekali tidak terpikirkan bahwa kita harus mempermalukan mereka, atau untuk menunjukkan kesombongan terhadap mereka."

Pernyataan Low tentu sangat terkait dengan kejadian pada delapan sebelumnya. Saat itu Low menjadi asisten Jurgen Klinsmann ketika Jerman dipukul Italia di depan publik sendiri pada semifinal Piala Dunia 2006. "Pada 2006 kami mengalami sendiri betapa menyakitkannya bisa melewatkan final Piala Dunia di depan penggemar Anda sendiri," kata Low.

Brasil berusaha bangkit dari puing-puing reruntuhan pada babak kedua, tetapi upaya serangan mereka tak membuahkan hasil, malahan Jerman menambah keunggulan mereka lewat pemain pengganti Andre Schurrle pada menit ke-69. Schuerrle mencetak gol lagi 10 menit kemudian membuat Jerman unggul jauh 7-0, tetapi kekhawatiran amuk massa tak terjadi dan suporter tuan rumah memilih memberi tepuk tangan memuji penampilan tamunya. Sementara Brasil dapat satu gol hiburan di pengujung laga.

"Skor 7-1 seperti hantu, namun nyata. Orang-orang masih membicarakannya, tetapi semakin banyak Anda membicarakannya, kecil kemungkinannya bahwa 'hantu' menghilang, " ujar Tite lagi.

Bagi Brasil ini adalah kekalahan semifinal Piala Dunia pertama selama 76 tahun dan kekalahan pertama mereka di kandang dalam pertandingan kompetitif apa pun selama 39 tahun.

Tidak hanya itu, hasil di Stadion Mineirao, Belo Horizonte adalah kekalahan terburuk selama hampir seabad, sejak Uruguay mengalahkan mereka 6-0 pada 1920. Dalam sejarah Piala Dunia, satu-satunya tim lain yang kalah lima gol saat jeda adalah Zaire saat melawan Yugoslavia pada 1974) dan Haiti yang dihantam Polandia pada tahun yang sama).

Mineirazo meninggalkan trauma mendalam bagi pasukan Selecao, yang kemudian menelan kekalahan 0-3 melawan Belanda dalam laga perebutan tempat ketiga empat hari kemudian.

Tiga gol tambahan dari Belanda tersebut membuat 14 gol bersarang ke gawang Brasil sekaligus menjadikan mereka sebagai tuan rumah dengan jumlah kebobolan terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

"Ini sebuah kekalahan. Sebuah bencana, kekalahan yang buruk. Ya, kekalahan terburuk sepanjang sejarah tim nasional Brasil," kata Luis Felipe Scolari dikutip The Guardian.

"Hasil ini dirasakan bersama dan para pemain mungkin akan bilang kami menanggung kekalahan ini bersama, tetapi siapa yang memilih taktik? Saya. Jadi sayalah orang yang paling bertanggung jawab," ujarnya menambahkan.

Selepas turnamen, Scolari langsung mundur sebagai pelatih Brasil.

Nostalgia Piala dunia 2022 Breaking News

Yusuf Abdillah

Jurnalis olahraga dan editor senior dengan spesialisasi sepak bola dunia. Pengalaman di media lebih dari 15 tahun. Lulusan Universitas Indonesia. Mengawali karier sebagai reporter di Tabloid Soccer (Kompas Gramedia Group). Sebelum bergabung dengan BolaSkor.com, pernah berkarier di beberapa media besar Indonesia seperti BeritaSatu dan Suara.com. Pernah meliput beberapa event besar seperti UEFA Euro 2008.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Italia
Statistik Goncalo Ramos Jeblok, AC Milan Terancam Kembali Tertipu dalam Membeli Striker
Statistik Goncalo Ramos bersama AC Milan jadi sorotan! Baru cetak satu gol di Serie A, Rossoneri terancam mengulang kesalahan transfer striker.
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Statistik Goncalo Ramos Jeblok, AC Milan Terancam Kembali Tertipu dalam Membeli Striker
Liga Indonesia
The Jakmania Diserang di Tol Palikanci, Anggota Perempuan Jadi Korban
The Jakmania Cikampek diserang di Tol Palikanci saat pulang dari Bantul. Sejumlah anggota terluka, termasuk perempuan, PP The Jakmania minta kasus diusut.
Rizqi Ariandi - Senin, 12 Oktober 2026
The Jakmania Diserang di Tol Palikanci, Anggota Perempuan Jadi Korban
Liga Indonesia
Tim EPA U-18 Diserang Kelompok Suporter, Manajemen Persib Kecam Rivalitas Berubah Jadi Kriminal
Tim EPA Persib U-18 diserang di Rest Area Batang hingga bus rusak dan koper diduga dijarah. Manajemen Persib mengecam keras dan mendesak pelaku diproses hukum.
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Tim EPA U-18 Diserang Kelompok Suporter, Manajemen Persib Kecam Rivalitas Berubah Jadi Kriminal
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Torino vs Udinese, Kebagian Jatah Live di ANTV?
Torino vs Udinese tersaji pada pekan keenam Serie A 2026/2027. Cek jadwal kick-off, prediksi susunan pemain, head to head, dan link streaming Vidio di sini!
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Torino vs Udinese, Kebagian Jatah Live di ANTV?
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Levante vs Sevilla, Live di Sini!
Levante vs Sevilla tersaji Selasa dini hari WIB di LaLiga 2026/2027! Simak link streaming Vidio, jadwal kick-off, prediksi susunan pemain, dan head to head kedua tim. Mampukah Sevilla bangkit?
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Levante vs Sevilla, Live di Sini!
Liga Indonesia
Kakang Butut Menggema di Stadion, Igor Tolic: Suporter Salah Sasaran
Persib ditahan Dewa United 2-2 di Stadion Si Jalak Harupat. Teriakan 'Kakang Butut' terdengar dari tribun, Igor Tolic langsung pasang badan membela Kakang Rudianto!
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Kakang Butut Menggema di Stadion, Igor Tolic: Suporter Salah Sasaran
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Coventry City vs Newcastle United, Live di Sini!
Coventry City vs Newcastle United berlangsung Selasa dini hari WIB! Simak link streaming Vidio, jadwal kick-off, prediksi susunan pemain, dan head to head kedua tim di Premier League 2026/2027.
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Coventry City vs Newcastle United, Live di Sini!
Liga Indonesia
Kronologi Tim EPA Persib Bandung Diserang di Rest Area Batang, Malam yang Mencekam
Rombongan EPA Persib diserang di Rest Area Batang KM 360. Bus rusak, koper dijarah, dan Media Officer Pandu Persada dilaporkan mengalami kekerasan fisik. Polisi turun tangan!
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Kronologi Tim EPA Persib Bandung Diserang di Rest Area Batang, Malam yang Mencekam
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Atalanta vs Venezia, Live di ANTV?
Atalanta vs Venezia berlangsung Selasa (13/10) pukul 23.30 WIB. Simak jadwal, cara menonton, link streaming, dan informasi siaran langsung laga Serie A 2026/2027!
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Atalanta vs Venezia, Live di ANTV?
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Torino vs Udinese: Momen Balas Dendam
Prediksi Torino vs Udinese di Serie A 2026/2027, Selasa (13/10) pukul 01.45 WIB. Simak prediksi skor, susunan pemain, H2H, dan link streaming!
Johan Kristiandi - Senin, 12 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Torino vs Udinese: Momen Balas Dendam
Bagikan