Nostalgia Piala AFF 2016 - Kenangan Terakhir Alfred Riedl
BolaSkor.com - Piala AFF 2016 diselenggarakan di FIlipina dan Myanmar tanggal 19 November dan 17 Desember 2016. Ada 8 tim yang ikut serta di Piala AFF 2016. Kamboja lolos dari babak kualifikasi usai bersaing dengan Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Grup A dihuni oleh Thailand, Indonesia, Filipina, dan Singapura. Grup B ada Vietnam, Myanmar, Malaysia, dan Kamboja.
Baca Juga:
Nostalgia Piala AFF 2014 - Thailand Superior, Timnas Indonesia Melempem
Nostalgia Piala AFF 2012 - Dualisme buat Timnas Indonesia Melempem
Timnas Indonesia memulai persiapan PIala AFF 2016 dengan sejumlah keterbatasan dan masalah. Indonesia yang baru keluar dari sanksi FIFA tidak memiliki kompetisi resmi. Hanya turnamen berformat kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 yang bergulir.
Lucunya, pelatih Timnas Indonesia saat itu, Alfred Riedl, hanya diperbolehkan mengambil dua pemain dari satu klub di ISC. Klub lebih egois mementingkan kompetisi tak resmi ketimbang Timnas Indonesia.
PSSI pun mengiyakan permintaan klub. Alfred Riedl tak bisa berbuat banyak. Pelatih asal Austria itu hanya fokus untuk menggeber persiapan Skuat Garuda yang mepet.
Alhasil, Timnas Indonesia dihuni pemain yang terbatas. Alfred Riedl mengandalkan Kurnia Meiga, Boaz Solossa, Stefano Lilipaly, Andik Vermansah, Bayu Pradana, Rizky Pora, hingga Fachruddin Aryanto. Irfan Bachdim yang dipersiapkan Riedl harus absen di menit-menit akhir karena menderita cedera saat latihan.
Di Grup A, Timnas Indonesia kurang meyakinkan usai kalah 2-4 dari Thailand di pertemuan pertama. Sementara di laga kedua, Timnas Indonesia ditahan 2-2 oleh Filipina. Timnas Indonesia pun lolos ke babak semifinal dengan dramatis menemani Thailand, usai menang 2-1 atas Singapura.
Timnas Indonesia bertemu dengan Vietnam di semifinal. Sebelumnya, Vietnam tampil bagus di Grup B dengan catatan tiga kemenangan.
Di semifinal, Skuat Garuda menjawab keraguan usai menang 2-1 pada pertemuan pertama di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Pada pertemuan kedua di Stadion My Dinh, Hanoi, Timnas Indonesia menahan imbang Vietnam 2-2.
Timnas Indonesia bertemu Thailand di laga final. Euforia masyarakat Indonesia menyaksikan Skuat Garuda bertanding makin membesar seperti Piala AFF 2010.
Apalagi antusias masyarakat terhadap Skuat Garuda kian tinggi usai menang 2-1 atas Thailand di Stadion Pakansari. Sayang, Timnas Indonesia harus kalah 0-2 di Stadion Rajamangala, Bangkok.
Indonesia untuk kelima kalinya menjadi runner-up. Sementara Thailand kelima kalinya menjadi juara sekaligus jadi tim tersukses sejak 1996.
Babak Penyisihan:
Grup A:
Thailand: 9 Poin dari 3 Laga
Indonesia: 4 Poin dari 3 Laga
Filipina: 2 Poin dari 3 Laga
Singapura: 1 Poin dari 3 Laga
Thailand 4-2 Indonesia
Filipina 0-0 Singapura
Thailand 1-0 Singapura
Indonesia 2-2 Filipina
Singapura 1-2 Indonesia
Filipina 0-1 Thailand
Grup B:
Vietnam: 9 Poin dari 3 Laga
Myanmar: 6 Poin dari 3 Laga
Malaysia: 3 Poin dari 3 Laga
Kamboja: 0 Poin dari 3 Laga
Malaysia 3-2 Kamboja
Myanmar 1-2 Vietnam
Malaysia 0-1 Vietnam
Kamboja 1-3 Myanmar
Vietnam 2-1 Kamboja
Myanmar 1-0 Malaysia
Semifinal:
Indonesia 2-1 Vietnam
Vietnam 2-2 Indonesia
Myanmar 0-2 Thailand
Thailand 4-0 Myanmar
Final:
Indonesia 2-1 Thailand
Thailand 2-0 Indonesia
Top Skorer: Teerasil Dangda (Thailand) - 6 Gol
Pemain Terbaik: Chanathip Songkrasin
Tim Fairplay: Thailand
Tengku Sufiyanto
17.942
Berita Terkait
Ilham Rio Fahmi Pergi untuk Kembali ke Persija Jakarta
Persib Rekrut Layvin Kurzawa, Eliano Reijnders Tak Masalah Ganti Posisi
Link Streaming Persis Solo vs Persib Bandung Sabtu 31 Januari 2026, Live Sebentar Lagi
Bojan Hodak Akui Laga Melawan Persis Akan Terasa Berat bagi Persib Bandung
Jelang Hadapi Persib, Persis Solo Resmikan Eks Bomber Timnas Brasil U-23
Marc Klok Cedera, Persib Pulangkan Dedi Kusnandar
Persembahkan Kemenangan untuk Mettu Dwaramury, Owen Rahadiyan Ingatkan Persipura Fokus Persaingan Promosi
Konsistensi Bandung bjb Tandamata Diuji JPE di Awal Putaran Kedua Proliga 2026
Persija Menang atas Persita, Mauricio Souza Sebut Fisik Pemain Lawan Sulitkan Macan Kemayoran
Diky Soemarno Sebut Kehadiran The Jakmania di Tangerang Sebagai Sebuah Sejarah