Nostalgia - Medali Emas Timnas di SEA Games 1991 Buah 'Shadow Football' Anatoli Polosin

Bahkan, metode Polosin yang bernama "Shadow Football" sempat menjadi polemik dan ditentang oleh Satgas Pelatnas kala itu, Kuntadi Djalana.
Tengku SufiyantoTengku Sufiyanto - Kamis, 05 Mei 2022
Nostalgia - Medali Emas Timnas di SEA Games 1991 Buah 'Shadow Football' Anatoli Polosin
Timnas Indonesia SEA Games 1991. (Istimewa)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Anatoly Fyodorovich Polosin menjadi pelatih Timnas Indonesia di ajang SEA Games 1991. Ia merupakan pelatih asal Uni Soviet (Rusia) yang lahir di Moskow pada 30 Agustus 1935.

Sebelum melatih Timnas Indonesia, karier kepelatihannya banyak dihabiskan dengan membesut tim dari tanah kelahirannya atau hanya sebatas klub dari Eropa Timur. Seperti pelatih Eropa Timur lainnya, ia memiliki karakter yang tegas, disiplin, serta kerja keras.

Polosin menyiapkan Timnas Indonesia dengan jangka waktu tiga bulan. Beberapa pemain jempolan dipanggilnya, yakni Ansyari Lubis, Fakhri Husaini, Jaya Hartono, hingga Eryono Kasiba.

Baca Juga:

Nostalgia - Kombinasi Perserikatan dan Galatama Hadirkan Emas Sepak Bola hingga Sempurnakan SEA Games 1987

Nostalgia - Ketika Indonesia Sapu Bersih Tujuh Medali Emas Bulu Tangkis di SEA Games 2007

Anatoli Polisin dan Danurwindo
Anatoli Polosin dan Danurwindo. (Istimewa)

Polemik Shadow Football ala Anatoli Polosin

Polosin menggenjot para pemain Timnas Indonesia dengan latihan super fisik. Banyak pemain yang kewalahan, hingga memutuskan keluar dari Pelatihan Nasional (Pelatnas).

Mereka adalah Ansyari Lubis, Fakhri Husaini, Jaya Hartono, hingga Eryono Kasiba. Fisik para pemain Timnas Indonesia terus digenjot selama tiga bulan.

Salah satu pemain ketika itu, Sudirman menceritakan bagaimana Polosin memoles Skuat Garuda dengan latihan fisik yang luar biasa.

"Kami hanya kuat bertanding satu babak. Bila umumnya latihan digelar pagi dan sore hari, maka Polosin menerapkan tiga kali latihan setiap harinya. Ada pula kejadian konyol kala latihan dengan menaiki gunung. Kas Hartadi sampai menangis. Katanya, “Bal-balan opo iki kok pakai naik gunung segala," kata Sudirman.

Latihan fisik selama 3 bulan itu melebihi cara latihan fisik di militer seperti yang pernah dilakukan Timnas Garuda I dan II. Bahkan, metode Polosin yang bernama "Shadow Football" sempat menjadi polemik dan ditentang oleh Satgas Pelatnas kala itu, Kuntadi Djalana.

Namun, Polosin menghiraukannya. Ia membentuk Vo2Max pemain Timnas Indonesia untuk bisa menyamai pesepak bola Eropa. Sanggup menempuh jarak 4 kilometer hanya dalam waktu 15 menit dengan berlari.

Dalam kepelatihannya, ia didampingi Vladimir Urin dan Danurwindo. Ia pun menguji Timnas Indonesia dalam ajang President Cup di Seoul, Korea Selatan.

Timnas Indonesia jadi bulan-bulanan Cina U-23, Mesir, Korea Selatan, Malta, dan salah satu klub asal Austria. Skuat Garuda hanya mengemas satu gol berbanding 17 gol kebobolan.

Timnas Indonesia SEA Games 1991
Timnas Indonesia SEA Games 1991. (Salahudin Bp)

Skuat ABG Timnas Indonesia

Polisin enggan menjadikan President Cup sebagai patokan. Ia terus mempersiapkan Timnas Indonesia untuk SEA Games 1991.

Ia pun memutuskan untuk membawa rata-rata pemain ABG (Anak Baru Gede). Mereka di antaranya adalah Rochi Putiray, Sudirman, Peri Sandria, hingga Widodo Cahyono Putro. Mereka dipadukan dengan beberapa senior macam Eddy Harto, Robby Darwis, hingga sang kapten Ferril Raymond Hattu.

“Pemain senior dan junior tidak ada jarak, kami sudah seperti keluarga,” ujar striker Peri Sandria.

Timnas Indonesia pun bertarung di SEA Games 1991 di Grup B bersama Malaysia, Vietnam, dan Filipina. Hasilnya, Skuat Garuda melaju ke semifinal dengan sapu bersih kemenangan.

Timnas Indonesia menang 2-0 atas Malaysia di laga perdana. Lalu menang 1-0 atas Vietnam. Kemudian, menang 2-1 atas tuan rumah Filipina.

Timnas Indonesia Timnas indonesia u-23 SEA GAMES SEA Games 1991 SEA Games 2021 Nostalgia Breaking News

Tengku Sufiyanto

I am a senior sports journalist specializing in football, with nearly 14 years of professional experience in the industry. Throughout my career, I have worked for several leading Indonesian media outlets, including Suara.com, Bola.com, and Indosport.com. I have covered major international sporting events, including the FIFA World Cup 2026, the FIFA U-17 World Cup 2023, the AFC Asian Cup 2023, and the Asian Games 2018. Two of my feature articles have been used as academic references in university research projects: "Exploring the Historical Connection Between PSIM Yogyakarta and the Yogyakarta Sultanate" and "How Persib Ended Dutch Football Hegemony in the City of Bandung."
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Inggris
Gara-Gara Kebiasaan Unik Enzo Maresca, Erling Haaland Terancam Gagal Jadi Kapten Man City
Pelatih anyar Manchester City, Enzo Maresca, memberikan petunjuk menarik mengenai sosok yang akan mengenakan ban kapten The Citizens.
Yusuf Abdillah - Rabu, 12 Agustus 2026
Gara-Gara Kebiasaan Unik Enzo Maresca, Erling Haaland Terancam Gagal Jadi Kapten Man City
Liga Indonesia
Utang ke Robert Rene Alberts Tuntas, FIFA Cabut Permanen Registration Ban Persib
FIFA mencabut Registration Ban Persib setelah kewajiban kepada Robert Alberts tuntas. Persib kini fokus menatap musim 2026/2027.
Johan Kristiandi - Rabu, 12 Agustus 2026
Utang ke Robert Rene Alberts Tuntas, FIFA Cabut Permanen Registration Ban Persib
Liga Europa
Piala Super Eropa: Setelah Ajukan Protes, PSG Dapat Ruang Ganti Tambahan
PSG menyampaikan keberatan kepada UEFA terkait fasilitas yang mereka dapatkan sebelum pertandingan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 12 Agustus 2026
Piala Super Eropa: Setelah Ajukan Protes, PSG Dapat Ruang Ganti Tambahan
Eropa
Superkomputer Opta Prediksi Skor PSG vs Aston Villa: Les Parisiens Pertahankan Gelar
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026. Superkomputer Opta menjagokan PSG dengan peluang menang 45 persen atas Aston Villa.
Johan Kristiandi - Rabu, 12 Agustus 2026
Superkomputer Opta Prediksi Skor PSG vs Aston Villa: Les Parisiens Pertahankan Gelar
Jadwal
Jadwal Pertandingan Bola Hari Ini: Piala Super Eropa hingga Uji Coba Man United, Arsenal, dan Madrid
Jadwal bola hari ini, Rabu 12 Agustus 2026: PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa, serta Man United, Arsenal, dan Real Madrid dalam laga uji coba.
Johan Kristiandi - Rabu, 12 Agustus 2026
Jadwal Pertandingan Bola Hari Ini: Piala Super Eropa hingga Uji Coba Man United, Arsenal, dan Madrid
Italia
Malam yang Sibuk untuk Inter Milan di Bursa Transfer: Dua Hengkang, Tiga Target Diburu
Berita transfer Inter Milan terbaru: Luis Henrique dan Davide Frattesi berpotensi hengkang, sementara Nerazzurri memburu Djed Spence, Moussa Diaby, Nico Gonzalez, dan Curtis Jones.
Johan Kristiandi - Rabu, 12 Agustus 2026
Malam yang Sibuk untuk Inter Milan di Bursa Transfer: Dua Hengkang, Tiga Target Diburu
Inggris
Harry Maguire Pede Manchester United Makin Kuat di Bawah Michael Carrick
Harry Maguire yakin momentum positif yang dibangun bersama Michael Carrick bisa menjadi modal penting untuk menghadapi musim baru.
Yusuf Abdillah - Rabu, 12 Agustus 2026
Harry Maguire Pede Manchester United Makin Kuat di Bawah Michael Carrick
Ragam
Profil 3 Klub Promosi LaLiga 2026-2027: Racing Santander, Deportivo La Coruna, dan Malaga
Profil tiga klub promosi LaLiga musim 2026/2027. Racing Santander, Deportivo La Coruna, dan Malaga bukanlah wajah asing di kompetisi kasta teratas Spanyol.
Yusuf Abdillah - Rabu, 12 Agustus 2026
Profil 3 Klub Promosi LaLiga 2026-2027: Racing Santander, Deportivo La Coruna, dan Malaga
Liga Europa
Omar Artan Torehkan Sejarah, Jadi Wasit Non-Eropa Pertama Pimpin Piala Super Eropa
Wasit asal Somalia, Omar Artan, mencatat sejarah baru di sepak bola Eropa.
Yusuf Abdillah - Rabu, 12 Agustus 2026
Omar Artan Torehkan Sejarah, Jadi Wasit Non-Eropa Pertama Pimpin Piala Super Eropa
Liga Europa
Piala Super Eropa: PSG Minim Persiapan, Luis Enrique Tak Pasang Ekspektasi Tinggi
Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, tidak berharap pertandingan melawan Aston Villa pada Piala Super Eropa 2026 berjalan dengan intensitas maksimal.
Yusuf Abdillah - Rabu, 12 Agustus 2026
Piala Super Eropa: PSG Minim Persiapan, Luis Enrique Tak Pasang Ekspektasi Tinggi
Bagikan