Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
HUT ke-94 PSSI

Nostalgia Lahirnya PSSI, Sepak Bola dan Perjuangan Bangsa

Banyak kejadian tertulis dalam coretan kisah sejarah dalam terbentuknya federasi sepak bola di Indonesia tersebut.
Tengku SufiyantoTengku Sufiyanto - Jumat, 19 April 2024
Nostalgia Lahirnya PSSI, Sepak Bola dan Perjuangan Bangsa
Kongres PSSI Pertama. (BolaSkor.com/Dokumen Istimewa Tengku Sufiyanto)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Hari ini, Jumat (19/4), Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merayakan hari jadinya ke-94. Banyak kejadian tertulis dalam coretan kisah sejarah dalam terbentuknya federasi sepak bola di Indonesia tersebut.

Sepak Bola Hindia Belanda

Jauh sebelum terbentuknya PSSI pada 19 April 1930, sepak bola sudah ada sejak zaman Hindia Belanda. Buktinya, di kota-kota besar sudah ada pertandingan sepak bola di tahun 1986-1901, menurut buku 40 Jaar Voetbal in Nederlandsch-Indie 1896-1934 karangan Berretty. Misalnya, ada pertandingan sepak bola di alun-alun Kota Bandung pada tahun 1901.

Ketika itu, baru bond-bond Hindia Belanda, Tionghoa, dan Arab yang bermunculan di kota-kota besar Indonesia. Warga pribumi hanya menonton pertandingan dan sedikit bergabung dengan bond-bond tersebut. Sebagai informasi tambahan, bond adalah perkumpulan atau organisasi orang yang melakukan kegiatan politik hingga olah raga saat zaman Hindia Belanda.

Para bond tersebut sudah ada yang membentuk tim sepak bola, ada pula baru merintis. Contohnya di Kota Bandung ada klub-klub seperti Laat U Niet Overwinnen (Luno) dan perkumpulan sepakbola militer seperti Velocitas (Cimahi), Sparta, Luchtvaart Afdeeling (LA), Saats Spoor (SS), Yong Men's Combination (YMC, Tionghoa), Opleidingschool voor Inlandsche Ambetenaren, Bandoeng Voetbal Club (BVC), Bandoengsche Sport Vereniging Uitspanning Na Inspanning (POR UNI), dan Sport in de Open Lucht is Gezond (SIDOLIG). Belum lagi di Jakarta ada Tiong Hoa Oen Tong Hwee (THOTH) hingga Union Makes Strength (UMS).

Sepak Bola zaman Hindia Belanda di alun-alun Kota Bandung. (BolaSkor.com/Dokumen Istimewa Tengku Sufiyanto)

Awalnya, tim-tim sepak bola tersebut bernaung kepada klub yang bertugas sebagai federasi di kotanya masing-masing. Contohnya di Bandung ada Bandoengsche Voetbal Bond (BVB) yang didirikan pada tahun 1914, menaungi bond-bond di Bandung. Lalu ada Voetbalbond Batavia Omstreken (VBO) yang bertugas sebagai federasi menaungi para bond di Batavia.

Federasi di kota-kota besar Hindia Belanda ketika itu membentuk sebuah federasi besar sepak bola bernama
NIVB (Nederlands Indisch Voetbal Bond) pada tahun 1919. NIVB akhirnya diakui sebagai anggota FIFA pada 24 Mei 1924.

Terbentuknya NIVB membuat sepak bola sedikit meluas. NIVB mempersilahkan klub-klub luar bangsawan (Hindia Belanda) non-pribumi untuk bergabung ke dalam naungannya. Klub Tionghoa yang menjamur ketika itu, ada yang bergabung ke NIVB. Ada pula yang berkompetisi dengan klub Tionghoa lainnya dengan sumbangan dana dari para pengusaha Tionghoa yang peduli sepak bola.

Kompetisi NIVB memiliki format di mana setiap bond di bawah naungan klub federasi daerahnya masing-masing berkompetisi. Nantinya, sang juara di wilayahnya masing-masing akan saling sikut di kejuaraan NIVB bernama Steden Kampioens-Wedstrijden, dikutip dari buku 40 Jaar Voetbal in Nederlandsch-Indie 1896-1934 karangan Berretty. Format kompetisi ini bakal menjadi cikal bakal Perserikatan PSSI.

Baca Juga:

Nostalgia - Kisah Stadion Siliwangi yang Jadi Bagian Sejarah Persib Bandung

Nostalgia - Cerita Transfer Indriyanto dari Arseto Solo ke Pelita Jaya dengan Uang Rp100

View this post on Instagram

A post shared by Bolaskor.com (@bolaskorcom)

Ekonomi Sepak Bola ala Hindia Belanda dan Pribumi

Kompetisi NIVB di tiap daerah yang semakin populer, tak hanya dijadikan hiburan semata dalam perkembangannya. Sepak bola dalam kompetisi NIVB dijadikan alat pendapatan.

Cerita bermula ketika Eropa terkena depresi ekonomi tahun 1920-an. Depresi ekonomi ini berimbas kepada perekonomian Hindia Belanda. Harga komoditi ekspor Hindia Belanda menurun di Pasar Eropa. Banyak pedagang yang gulung tikar, pabrik-pabrik tutup, dan PHK di mana-mana.

Akhirnya, NIVB memberlakukan sepak bola sebagai alat pendapatan dengan mencetak sebuah harga tiket pertandingan. NIVB juga menyelipkan hiburan rakyat sebelum pertandingan sepak bola. Contohnya, NIVB pernah meraup keuntungan 12.425 Gulden dari 12.559 orang yang hadir di lapangan pertandingan, pada laga persahabatan di Kota Bandung tahun 1922.

Sepak Bola Hiburan ala Pribumi hingga Munculnya Perjuangan Bangsa bernama PSSI

Alhasil, kompestisi NIVB di tiap daerah semakin disukai masyarakat zaman Hindia Belanda. Di satu sisi, kaum pribumi terpinggirkan untuk bisa bermain sepak bola. Lapangan di jantung kota dikuasai para bond Hindia Belanda. Kaum pribumi yang tidak mempunyai gulden tidak bisa menonton kompetisi NIVB di daerahnya masing-masing.

Perlawanan pun muncul. Para kaum pribumi akhirnya membuat bond di setiap daerah untuk menandingi Hindia Belanda. Bond-bond ini akhirnya membentuk sebuah klub federasi di setiap daerahnya. Munculah seperti Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB), Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), hingga Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB).

Tidak ada tiket untuk menonton pertandingan sepak bola. Sepak bola sebagai bentuk hiburan dan alat perjuangan bangsa atas ketimpangan yang dilakukan Hindia Belanda.

Sampai akhirnya, sepak bola diselipkan hiburan rakyat. Hal ini untuk mengundang antusiasme warga pribumi, demi menyatukan sifat nasionalisme. Hal itu dilakukan oleh Kasultanan Ngayogyakarta.

"Sepak bola merupakan hiburan rakyat untuk menyatukan rakyat. Saat itu, Kasultanan Ngayogyakarta mempunyai hiburan wayang wong untuk menarik masyarakat di alun-alun. Keliling Indonesia ke Batavia dan lain-lain. Acara tersebut diselingi dengan pertandingan sepak bola. Laga sepa kbola Yogyakarta saat itu juga dimainkan di Stadion Kridosono," ungkap Dimaz Maulana, seorang pemerhati sejarah sepak bola Yogyakarta, kepada BolaSkor.com.

Bond kaum pribumi semakin kuat. Lalu lahir Indonesische Voetbal Bond (IVB) pada 2 Oktober 1927 diprakasai oleh Soebroto, R.T Tjidarboemi, A.Soeroto, dan Soedarboemi. Keempatnya merupakan perwakilan dari SIVB, BIVB, Vorsterlansche Voetbal Bond (VVB), dan PS Hizboel Wathan (Jogja).

Skuat Persib Bandung saat hadapi Persis Solo di Perserikatan 1932. (BolaSkor.com/Dokumen Istimewa Tengku Sufiyanto)

IVB pun diumumkan ke bond-bond pribumi lainnya. IVB pun akhirnya hilang, dalam artian rela membubarkan diri karena terlalu mesra dengan bond-bond Hindia Belanda. Lalu, pada tanggal 19 April 1930 terbentuklah Persatuan Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) di Gedung Sositet Hande Pryo, Jalan Yudonegaranm, Yogyakarta.

Ada tujuh klub yang membidani terbentuknya PSSI, yakni Voetbalbond Indonesische Jacatra (Persija Jakarta, Sjamsoedin), Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (Persib Bandung, Gatot), Persatuan Sepakraga Mataram (PSIM Yogyakarta, Daslam Hadiwasito, A.Hamid, M. Amir Notopratomo), Vorstenlandsche Voetbal Bond (Persis Solo, Soekarno), Madioensche Voetbal Bond (PSM Madiun, Kartodarmoedjo), Indonesische Voetbal Bond Magelang (PPSM Magelang, E.A Mangindaan), dan Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (Persebaya Surabaya, Pamoedji).

Namun, otak penggagas terbentuknya PSSI adalah Ir Soeratin Sosrosoegondo. Beliau ketika itu sadar salah satu alat untuk mempersatukan bangsa dengan menjunjung tinggi makna Sumpah Pemuda adalah sepak bola. Olah raga yang dikenal dengan sebutan bal-balan tersebut bisa mempersatukan semua golongan untuk melawan kolonialisme.

“Kalau di sepakbola kita bisa mengalahkan Belanda, kelak di lapangan politik pun kita bisa mengalahkan Belanda," kata Ir. Soeratin.

PSSI mengubah kepanjangannya menjadi Persatuan Sepakbola Seloeroeh Indonesia pada Kongres I di Solo pada tahun 1930. PSSI akhirnya membentuk kompetisi Perserikatan I 1931. Di mana, setiap klub di bawah naungan klub besar tiap daerah masing-masing, berkompetisi selama satu tahun penuh. Pemain terbaik dari kompetisi tersebut akan membela klub besar daerahnya masing-masing untuk saling sikut memperebutkan gelar juara Perserikatan.

View this post on Instagram

A post shared by Bolaskor.com (@bolaskorcom)

Kisah Dualisme Pertama

PSSI mengalami cobaan pertama. PSSI dengan anggotanya yakni PSIM Mataram (Yogyakarta) berkonflik pada tahun 1934-1937. PSIM tidak sepaham dengan PSSI.

PSIM pun membentuk federasi tandingan bernama PORSI (Persatuan Olah Raga Seluruh Indonesia). PSSI merespons dengan membentuk klub bernama Persim Mataram. PSIM pun tidak ikut dalam kompetisi Perserikatan sejak 1934. PORSI tidak hanya menaungi sepak bola, tetapi olah raga lainnya seperti voli hingga atletik.

Saat itu, pemain berkualitas PSIM dirayu PSSI untuk keluar dan bergabung dengan klub-klub anggota lainnya, seperti Persis Solo dan lain-lain. Salah satu pemain yang dimaksud adalah Maladi, kiper PSIM. Ia juga merupakan mantan Menteri Olah Raga (sekarang, Menpora) zaman Presiden Soekarno dan Soeharto.

Dalam artikel yang ditulisnya berjudul "Perjalanan Sepakbola Indonesia", Maladi sedikit membocorkan konflik PSSI dan PSIM. Saat itu, PSIM tidak diikutsertakan dalam jajak pendapat kerja sama PSSI yang diwakili Soeratin dengan NIVB. Kerja sama ini adalah untuk timnas Hindia Belanda ke Piala Dunia 1938.

Dikutip dari Koran Pemandangan, Soeratin akhirnya mengasingkan diri ke Bandung. Urusan PSSI dan sepak bola diserahkan kepada Dr R.M Soeratman Erwin ditunjuk Soeratin sebagai Ketua Harian PSSI. Soeratin pun merasa dibohongi dengan jalinan kerja sama NIVB. PSIM akhirnya kembali ke pangkuan PSSI pada 21 Oktober 1937.

Baca Juga:

Ernando Ari, Dua Kali Bikin Australia Frustasi Penalti Ditepis

Nostalgia - Kejayaan Persija dengan Identitas Merah-Putih dan Oranye

Perjalanan PSSI di Zaman Penjajahan Jepang hingga Agresi Militer Belanda

Selanjutnya, sepak bola pribumi pun kian mentereng. Hal itu tidak terlepas dari pengaruh politik, di mana Belanda menyerah kepada Jepang.

NIVB akhirnya bubar setelah Belanda menyerah kepada Jepang. Klub-klub Hindia Belanda ada yang memilih bubar, ada pula yang bergabung di bawah naungan klub besar PSSI (Persija Jakarta, Persib Bandung, PSM Makassar, Persis Solo, hingga PSIM Yogyakarta)

Di saat zaman penjajahan Jepang, seluruh klub berubah nama menjadi Persatuan Olah Raga Indonesia (PORI), sesuai daerahnya masing-masing. Namun, kompetisi Perserikatan masih berjalan.

"Tahun 1942 kegiatan olah raga seizin Jepang. Sebenernya sepak bola masih ada. Namun, atas penguasaan Jepang. Sesudah kemerdekaan, baru di tahun 1948, sepak bola ada lagi, Persib ada laga melawan Persija ketika itu," ungkap Wartawan Senior Sekaligus Penulis Buku, Endan Suhendra, kepada BolaSkor.com.

Jepang akhirnya menyerah kepada sekutu. Hal ini tentu berpengaruh terhadap sepak bola Indonesia. Sepak bola Indonesia secara keseluruhan hidup kembali.

Namun, PSSI kembali mengalami masa cobaan saat agresi militer Belanda I dan II tahun 1947-1948. Banyak klub Belanda yang menggunakan nama Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menyamar agar disangka klub pribumi.
Contohnya, ada PSBS (Persatuan Sepak Bola Bandung dan Sekitarnya).

Namun, klub-klub tersebut akhirnya bubar seiring dengan Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto dan de jure. PSSI pun akhirnya masuk ke dalam anggota FIFA pada tahun 1952. Dua tahun kemudian, PSSI masuk ke dalam anggota AFC.

Pssi Breaking News

Tengku Sufiyanto

I am a senior sports journalist specializing in football, with nearly 14 years of professional experience in the industry. Throughout my career, I have worked for several leading Indonesian media outlets, including Suara.com, Bola.com, and Indosport.com. I have covered major international sporting events, including the FIFA World Cup 2026, the FIFA U-17 World Cup 2023, the AFC Asian Cup 2023, and the Asian Games 2018. Two of my feature articles have been used as academic references in university research projects: "Exploring the Historical Connection Between PSIM Yogyakarta and the Yogyakarta Sultanate" and "How Persib Ended Dutch Football Hegemony in the City of Bandung."
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Timnas
Susunan Pemain Timor Leste vs Timnas Indonesia: Rizky Ridho Cadangan, Mitchell Baker Kembali Jadi Andalan
Simak susunan pemain Timor Leste vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. John Herdman merotasi skuad, Jordi Amat memimpin lini belakang menggantikan Rizky Ridho.
Rizqi Ariandi - Jumat, 31 Juli 2026
Susunan Pemain Timor Leste vs Timnas Indonesia: Rizky Ridho Cadangan, Mitchell Baker Kembali Jadi Andalan
Timnas
Pelatih Malaysia Akui Timnas Indonesia Tim Terkuat di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026
Tan Cheng Hoe mengakui Timnas Indonesia menjadi tim terkuat di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Singapura juga disebut berpotensi menjadi kuda hitam.
Rizqi Ariandi - Jumat, 31 Juli 2026
Pelatih Malaysia Akui Timnas Indonesia Tim Terkuat di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026
Inggris
Manchester United Jatuh Hati dengan Winger Juventus
Michael Carrick dikabarkan menginginkan Francisco Conceicao untuk memperkuat Manchester United. Juventus pun terancam kehilangan winger andalannya jika tawaran besar datang.
Johan Kristiandi - Jumat, 31 Juli 2026
Manchester United Jatuh Hati dengan Winger Juventus
E-sports
Jadwal dan Link Streaming ONIC vs Team Spirit di MSC MLBB 2026, Live Jumat (31/7)
Simak jadwal ONIC vs Team Spirit pada semifinal MSC MLBB 2026 yang berlangsung Jumat, 31 Juli 2026. Dapatkan link live streaming, jam tayang, serta peluang ONIC melaju ke grand final.
Johan Kristiandi - Jumat, 31 Juli 2026
Jadwal dan Link Streaming ONIC vs Team Spirit di MSC MLBB 2026, Live Jumat (31/7)
Italia
Marcus Rashford Tidak Menyimpan Dendam kepada Barcelona
Marcus Rashford resmi mengucapkan salam perpisahan kepada Barcelona setelah tak dipermanenkan. Simak pesan emosional Rashford, alasan Barca melepasnya, dan peluang bertahan di Manchester United.
Johan Kristiandi - Jumat, 31 Juli 2026
Marcus Rashford Tidak Menyimpan Dendam kepada Barcelona
Inggris
Daftar Pemain Indonesia All Stars Lawan Aston Villa di Jakarta: Ada Ezra Walian hingga Hokky Caraka
Simak daftar lengkap pemain Indonesia All Stars yang akan menghadapi Aston Villa di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Ezra Walian, Arkhan Kaka, Jordy Wehrmann, Hokky Caraka, hingga Brandon Scheunemann siap menantang The Villans.
Johan Kristiandi - Jumat, 31 Juli 2026
Daftar Pemain Indonesia All Stars Lawan Aston Villa di Jakarta: Ada Ezra Walian hingga Hokky Caraka
Timnas
Timor Leste Kebobolan 9 Gol, John Herdman Minta Timnas Indonesia Tak Kelewat Pede
John Herdman meminta Timnas Indonesia tidak meremehkan Timor Leste pada laga Grup A Piala AFF 2026. Fokus utama Skuad Garuda adalah meraih tiga poin.
Rizqi Ariandi - Jumat, 31 Juli 2026
Timor Leste Kebobolan 9 Gol, John Herdman Minta Timnas Indonesia Tak Kelewat Pede
Timnas
John Herdman Bikin Penasaran, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Timor Leste Masih Dirahasiakan
John Herdman masih merahasiakan susunan pemain Timnas Indonesia untuk menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026. Pelatih asal Inggris itu memberi sinyal rotasi, tetapi memastikan seluruh pemain fit kecuali Marselino Ferdinan.
Rizqi Ariandi - Jumat, 31 Juli 2026
John Herdman Bikin Penasaran, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Timor Leste Masih Dirahasiakan
Prediksi
Prediksi dan Statistik Juventus vs Nice: Ujian Berat bagi Bianconeri
Prediksi Juventus vs Nice dalam laga uji coba pramusim 2026. Simak head to head, statistik, kondisi tim, prediksi susunan pemain, hingga perkiraan skor Juventus vs Nice.
Johan Kristiandi - Jumat, 31 Juli 2026
Prediksi dan Statistik Juventus vs Nice: Ujian Berat bagi Bianconeri
Piala Dunia
FIFA Ngotot Jual Piala Dunia, UEFA Tegaskan Ogah Main di Seluruh Kompetisi
UEFA secara resmi menolak rencana FIFA menjual sebagian saham Piala Dunia kepada investor. Bahkan, federasi sepak bola Eropa itu mengancam memboikot seluruh kompetisi FIFA jika proposal tetap dijalankan.
Johan Kristiandi - Jumat, 31 Juli 2026
FIFA Ngotot Jual Piala Dunia, UEFA Tegaskan Ogah Main di Seluruh Kompetisi
Bagikan