Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Nostalgia - Ketika Pele Menjadi Pelayan di Piala Dunia 1970

Pele membukukan enam assist di turnamen tersebut yang menjadi rekor assist terbanyak dalam satu gelaran Piala Dunia.
Taufik HidayatTaufik Hidayat - Selasa, 02 Juni 2020
Nostalgia - Ketika Pele Menjadi Pelayan di Piala Dunia 1970
Pele (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Timnas Brasil merebut gelar Piala Dunia ketiganya pada edisi 1970 yang berlangsung di Meksiko. Dalam turnamen ini, Pele menunjukkan bahwa ia tak cuma ahli dalam mencetak gol tapi juga bisa menjadi pelayan bagi rekan-rekannya.

Pemain bernama lengkap Edson Arantes do Nascimento awalnya sempat menolak panggilan memperkuat Brasil di babak kualifikasi Piala Dunia 1970. Hal itu tak terlepas dari permainan kasar para lawan terhadap dirinya di turnamen edisi sebelumnya.

Pada Piala Dunia 1966, Brasil yang berstatus sebagai juara bertahan gagal lolos dari fase grup. Salah satu penyebabnya karena lawan-lawan mereka bermain kasar.

Sebagai andalan Tim Samba, Pele paling sering menjadi korban dari tekel-tekel keras lawan. Hal itu membuatnya sempat berujar tidak akan mau bermain lagi di Piala Dunia.

Baca Juga:

Nostalgia - Ketika Kepindahan Ruud Gullit ke Chelsea Picu Perubahan di Sepak Bola Inggris

Nostalgia - Miodrag Belodedici, Buronan Politik yang Dua Kali Taklukkan Eropa

Ketika Piala Dunia Dilahirkan di Amsterdam demi Perdamaian Dunia

Namun Pele mengubah keputusannya dan bermain di enam laga kualifikasi. Ia juga mencetak enam gol dan mengantar Brasil lolos ke putaran final.

Salah satu alasan Pele mengubah keputusannya adalah karena FIFA mulai menerapkan hukuman kartu kuning dan kartu merah. Para pemain kini tak bisa lagi melakukan pelanggaran keras sesukanya.

Pele yang sudah hampir berusia 30 tahun menjadi salah satu pemain paling senior Brasil di putaran final Piala Dunia 1970. Rekan-rekan seangkatannya seperti Garrincha, Nilton Santos, Valdir Pereira, Djalma Santos dan Gilmar sudah pensiun.

Hal itu membuat Pele menjadi pemimpin dan memainkan peran yang sedikit berbeda. Dengan formasi 4-2-4, ia lebih sering berperan sebagai pelayan bagi tiga pemain depan lainnya yaitu Jairzinho, Tostao, dan Rivelino.

Dengan formasi ini, Timnas Brasil menunjukkan permainan yang enak untuk ditonton. Kualitas Pele juga menjadi lebih komplit dari sebelumnya.

Pele yang sebelumnya lebih dikenal sebagai predator kotak penalti ternyata juga bisa berperan sebagai kreator serangan. Torehan enam assist menjadi buktinya.

Masing-masing satu assist Pele bukukan ketika menghadapi Cekoslovakia dan Inggris di fase grup. Dua umpan matang itu diberikan kepada Jairzinho.

Pada perempat final, Pele membukukan satu assist saat Brasil mengalahkan Peru dengan skor 4-2. Umpan matangnya kali ini dikonversi menjadi gol oleh Tostao.

Pele kembali menambah jumlah assist-nya kala bersua Uruguay di babak semifinal. Umpan matangnya kepada Rivelino pada menit ke-89 memastikan kemenangan Brasil dengan skor 3-1.

Pele kian tak terbendung saat menghadapi Italia di partai final. Selain mencetak gol pembuka, ia juga memberikan dua assist kepada Jairzinho dan Carlos Alberto.

Berkat kontribusinya tersebut, Brasil menang dengan skor telak 4-1. Mereka pun berhak memiliki trofi Jules Rimet untuk selamanya.

Menariknya, jumlah assist Pele tersebut merupakan yang terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia, Tidak ada pemain yang mampu melebihi catatan tersebut hingga Piala Dunia 2018 silam.

Meski menjalani peran berbeda, Pele tak kehilangan sentuhannya dalam mencetak gol. Total empat gol juga berhasil ia bukukan dan menempatkannya di peringkat keempat dalam daftar top skorer.

Timnas Brasil di Piala Dunia 1970 dianggap sebagai salah satu tim terbaik sepanjang masa. Predikat itu tentu tak lepas dari kontribusi seorang Pele.

Pele dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Hal itu dibuktikan dengan torehan gol sepanjang kariernya yang mencapai lebih dari 1.000 buah.

Pele Piala dunia 1970 Brasil Breaking News

Taufik Hidayat

Agen rahasia yang menyamar jadi kuli tinta.
Show More

Berita Terkait

Piala Dunia
Nimbus Si Kucing Ramal Pemenang Prancis vs Inggris
Nimbus, si kucing peramal Piala Dunia 2026, memprediksi Prancis akan mengalahkan Inggris pada perebutan tempat ketiga. Simak hasil ramalan, akurasi Nimbus, dan prediksi Superkomputer Opta.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Nimbus Si Kucing Ramal Pemenang Prancis vs Inggris
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Hasil Head to Head Prancis vs Inggris
Head to head Prancis vs Inggris jelang perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 menunjukkan keunggulan Les Bleus. Simak rekor pertemuan, hasil enam laga terakhir, dan statistik kedua tim sebelum duel di Miami.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Hasil Head to Head Prancis vs Inggris
Liga Indonesia
STY Buka Suara soal Masa Depan Andritany Ardhiyasa di Persija
Shin Tae-yong akhirnya angkat bicara soal absennya Andritany Ardhiyasa dari latihan Persija Jakarta. STY menyebut keputusan terkait sang kiper akan diumumkan resmi oleh klub.
Rizqi Ariandi - Jumat, 17 Juli 2026
STY Buka Suara soal Masa Depan Andritany Ardhiyasa di Persija
Indonesia
Bandung Seperti Paris, Gabriel Mutombo Nyaman Perkuat Persib
Bek anyar Persib Bandung asal Prancis, Gabriel Mutombo, mengaku terkesan dengan atmosfer tim, Bobotoh, dan kenyamanan Kota Bandung. Simak komentar lengkapnya usai menjalani latihan bersama Persib.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Bandung Seperti Paris, Gabriel Mutombo Nyaman Perkuat Persib
Piala Dunia
Superkomputer Opta Prediksi Skor Prancis vs Inggris: Les Bleus Tak Pulang dengan Tangan Hampa
Superkomputer Opta memprediksi Prancis lebih diunggulkan mengalahkan Inggris pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Simak persentase kemenangan, rekor kedua tim, dan prediksi skor pertandingan.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Superkomputer Opta Prediksi Skor Prancis vs Inggris: Les Bleus Tak Pulang dengan Tangan Hampa
Piala Dunia
Timnas Prancis Mager Menghadapi Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026
Timnas Prancis dikabarkan kehilangan motivasi menghadapi Inggris pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Simak alasan Les Bleus enggan bermain, potensi rotasi Didier Deschamps, serta dampaknya bagi FIFA Ranking dan perburuan top skor.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Timnas Prancis Mager Menghadapi Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026
Liga Indonesia
Frans Putros Angkat Kaki, Persib Aktifkan Mode Senyap Cari Pemain Baru
Persib Bandung membuka peluang merekrut pemain baru usai ditinggal bek Timnas Irak, Frans Putros. Pelatih Igor Tolic memastikan Maung Bandung masih aktif mencari pemain di bursa transfer.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Frans Putros Angkat Kaki, Persib Aktifkan Mode Senyap Cari Pemain Baru
Piala Dunia
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Termahal Mencapai Rp538 Juta
Harga tiket final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina mencapai Rp538 juta untuk kategori pertama. Nilainya bahkan melampaui rata-rata harga tiket Super Bowl LVIII dan Final NBA 2026.
Rizqi Ariandi - Jumat, 17 Juli 2026
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Termahal Mencapai Rp538 Juta
Piala Dunia
Daftar Peraih Peringkat Ketiga Piala Dunia dari 1930 hingga 2022: Jerman Paling Sering
Simak daftar lengkap peraih tempat ketiga Piala Dunia dari 1930 hingga 2022. Jerman menjadi negara dengan koleksi finis peringkat ketiga terbanyak dalam sejarah turnamen FIFA.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Daftar Peraih Peringkat Ketiga Piala Dunia dari 1930 hingga 2022: Jerman Paling Sering
Piala Dunia
Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026, Slavko Vincic Pernah Terseret Kasus Narkoba dan Prostitusi
Slavko Vincic ditunjuk menjadi wasit final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina. Simak profil, rekam jejak, kontroversi, hingga kasus penggerebekan yang pernah menyeret namanya.
Johan Kristiandi - Jumat, 17 Juli 2026
Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026, Slavko Vincic Pernah Terseret Kasus Narkoba dan Prostitusi
Bagikan