Nostalgia Derby d'Italia: Ketika Inter Milan Tak Lagi Tunduk di Markas Juventus

Inter Milan yang dalam keadaan tak stabil meraih kemenangan tandang perdana kontra Juventus sejak 1993.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Jumat, 28 Februari 2020
Nostalgia Derby d'Italia: Ketika Inter Milan Tak Lagi Tunduk di Markas Juventus
Juventus Vs Inter Milan (Inter Milan)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Inter Milan melangkah ke Stadio delle Alpi pada 29 November 2003 dengan status tak diunggulkan. Bagaimana tidak, sang empunya rumah, Juventus, tak terkalahkan di Serie A (16 pertandingan) dan tidak pernah keok dari Inter ketika bermain di kandang sejak 21 Maret 1993.

Pelatih Inter saat itu, Alberto Zaccheroni, memainkan formasi 3-4-3. Obafemi Martins dan Julio Ricardo Cruz menjadi tumpuan mencetak gol. Sementara itu, duo Zanetti (Javier dan Cristiano) menjadi motor serangan dari lini kedua.

Dari kubu tuan rumah, Marcello Lippi bermain dengan formas andalannya, 4-3-1-2. David Trezeguet, Alessandro Del Piero, dan Pavel Nedved adalah pemain-pemain yang diharapkan menembus pertahanan Inter.

Inter Milan yang tak diunggulkan melakukan gebrakan ketika pertandingan berjalan 12 menit. Tendangan bebas Cruz tidak bisa dibendung Gianluigi Buffon.

Baca juga:

Spirit Kedai Kopi Wina dan Total Football

Menanti Asap Putih dari Gianluca Di Marzio

10 Gelandang Serang U-21 Termahal Dunia

Juventus Vs Inter Milan

Julio Cruz kembali menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Bianconeri usai mencetak gol keduanya pada menit ke-68. Serangan balik cepat yang dilakukan Javier Zanetti diselesaikan Cruz melalui tendangan kaki kirinya. Sebelumnya, percobaan pertama striker asal Argentina itu bisa dimentahkan Buffon.

La Beneamata semakin di atas angin usai Martins mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-77. Pemain yang sering melakukan selebrasi salto itu memanfaatkan kesalahan pemain belakang Juve sebelum melepaskan bola di antara kedua kaki Buffon.

Gol hiburan Juventus tercipta jelang akhir pertandingan. Berawal dari sepak pojok, sundulan Paolo Montero masuk ke dalam gawang Francesco Toldo.

Kemenangan tersebut tak hanya memangkas jarak Inter dengan Juve menjadi empat poin, namun juga membuktikan Nerazzurri masih bertaji di Turin.

Duel Juve kontra Inter pada 2003 tersebut hanyalah satu halaman dari berlembar-lembar sejarah panjang rivalitas kedua klub. Tensi tinggi kedua tim bermula pada musim 1960-1961.

Memang, kedua tim juga punya cerita panjang sebelum musim tersebut. Namun, pada musim 1960-1961, gesekan semakin kencang.

Setelah kejadian penonton masuk ke dalam lapangan, otoritas sepak bola Italia memberikan kemenangan kepada Inter. Namun, keputusan itu dibatalkan tanpa alasan yang jelas. Kemudian, pertandingan dijadwalkan ulang.

Presiden Inter saat itu, Angelo Moratti, kecewa dengan sikap pengelola liga. Ia menilai, ada udang di balik batu sehingga kemenangan yang sudah diberikan kepada Inter direnggut. Apalagi, presiden FIGC ketika itu masih keluarga Agnelli, Umberto Agnelli.

Sebagai protes, Inter menurunkan tim junior pada laga ulangan. Pada akhirnya, Il Biscione pun kalah dengan skor mencolok 9-1. Omar Sivori menjadi bintang dengan mendulang enam gol.

Setelah kejadian tersebut, persaingan kedua tim semakin melebar. Bahkan, pada 1967, jurnalis olahraga Italia, Gianni Brera, memberikan julukan pertandingan Inter kontra Juve sebagai Derby d'Italia. Inter dan Juve dianggap sebagai dua tim terbaik di Italia.

Juventus Inter Milan Breaking News
Ditulis Oleh

Johan Kristiandi

Experienced Journalist with a work history in the online media industry of more than 7 years.
Posts

18.078

Berita Terkait

MotoGP
Marc Marquez Ungkap 3 Nama Pesaing Terberat di MotoGP 2026
Juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, mengungkapkan sejumlah nama yang akan menjadi pesaing terberatnya pada 2026.
Yusuf Abdillah - Jumat, 02 Januari 2026
Marc Marquez Ungkap 3 Nama Pesaing Terberat di MotoGP 2026
Italia
AS Roma Ingin Reuni dengan Mohamed Salah
AS Roma dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah untuk memulangkan Mohamed Salah dari Liverpool.
Yusuf Abdillah - Jumat, 02 Januari 2026
AS Roma Ingin Reuni dengan Mohamed Salah
Inggris
Gagal Kalahkan Sunderland, Pep Guardiola Soroti Penyelesaian Akhir Manchester City
Pep Guardiola harus puas dengan hasil imbang 0-0 setelah menghabiskan malam pertama Tahun Baru dengan kurang produktif di markas Sunderland.
Yusuf Abdillah - Jumat, 02 Januari 2026
Gagal Kalahkan Sunderland, Pep Guardiola Soroti Penyelesaian Akhir Manchester City
Jadwal
Link Streaming Cagliari vs AC Milan, Sabtu 3 Januari 2026
AC Milan akan bertamu ke markas Cagliari pada pertandingan lanjutan Serie A 2025/2026, di Stadion Unipol Domus, Sabtu (3/1) puiul 02.45 WIB.
Yusuf Abdillah - Jumat, 02 Januari 2026
Link Streaming Cagliari vs AC Milan, Sabtu 3 Januari 2026
Liga Indonesia
Persija Berharap PSM dan Persik Bisa Adang Laju Persib serta Borneo FC
Persaingan di empat besar sangat ketat memasuki pekan ke-16 Super League musim ini. Persib yang ada di puncak klasemen hanya unggul dua poin dari Persija.
Rizqi Ariandi - Jumat, 02 Januari 2026
Persija Berharap PSM dan Persik Bisa Adang Laju Persib serta Borneo FC
Liga Indonesia
Ketua Badan Tim Nasional Sumardji Dapat Tugas Baru dari PSSI
Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, ditunjuk sebagai pelaksana tugas (plt) Ketua Asprov PSSI Lampung.
Rizqi Ariandi - Jumat, 02 Januari 2026
Ketua Badan Tim Nasional Sumardji Dapat Tugas Baru dari PSSI
Timnas
Masuki Hari Kedua Januari 2026, Ketua BTN Ungkap Rencana Pengumuman John Herdman
Pengumuman John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia tidak akan lewat dari bulan Januari.
Rizqi Ariandi - Jumat, 02 Januari 2026
Masuki Hari Kedua Januari 2026, Ketua BTN Ungkap Rencana Pengumuman John Herdman
Italia
Superkomputer Prediksi Pemenang Pertandingan Cagliari vs AC Milan
Superkomputer Opta merilis hasil simulasi laga Cagliari vs AC Milan. Rossoneri difavoritkan menang dan berpeluang besar merebut puncak klasemen.
Johan Kristiandi - Jumat, 02 Januari 2026
Superkomputer Prediksi Pemenang Pertandingan Cagliari vs AC Milan
Spanyol
Jadikan Bintang Muda AZ Alkmaar sebagai Target Utama, Real Madrid Butuh Rp1,17 Triliun
Real Madrid dikabarkan memasukkan gelandang muda AZ Alkmaar, Kees Smit, ke dalam radar transfer. El Real disebut harus menyiapkan dana fantastis demi proyek jangka panjang.
Johan Kristiandi - Jumat, 02 Januari 2026
Jadikan Bintang Muda AZ Alkmaar sebagai Target Utama, Real Madrid Butuh Rp1,17 Triliun
Italia
AC Milan Terdepan dalam Perburuan Bek Muda Brasil
AC Milan disebut berada di barisan terdepan dalam perburuan bek muda Brasil milik Santos. Tawaran pertama Rossoneri ditolak, namun negosiasi belum berhenti.
Johan Kristiandi - Jumat, 02 Januari 2026
AC Milan Terdepan dalam Perburuan Bek Muda Brasil
Bagikan