BolaSkor.com - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menggelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) 2026 guna mengambil keputusan atas sejumlah topik.
Rapat yang digelar di Kantor NOC Indonesia, Jakarta, Senin (20/7) itu dihadiri lebih dari tiga perempat anggota secara resmi menetapkan penyelenggaraan Kongres Komite Olimpiade Indonesia yang memuat agenda pemilihan eksekutif akan dilaksanakan pada Maret 2029.
Keputusan yang diambil itu menjadi lanjutan dari amanat Rapat Anggota 2026 yang dilangsungkan di Hotel Fairmont pada 9 Mei lalu. Penentuan tanggal kongres diambil sebagai langkah menyelaraskan dengan siklus Olimpiade.
Baca Juga:
Jadi Saksi di Sidang PTUN, Sekjen NOC Indonesia Tekankan Kepatuhan Terhadap Olympic Charter
Ketum NOC Indonesia Apresiasi Torehan Satu Emas dan Satu Perak di Asian Boxing Championship 2026
Selain membahas kesiapan kontingen Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026, RALB 2026 juga mengesahkan penggunaan klausul pengecualian terkait penyelenggaraan Kongres serta menetapkan jadwal pelaksanaannya pada Maret 2029,
Ketua Pelaksana RALB NOC Indonesia 2026, Jadi Rajagukguk mengatakan keputusan ini diambil untuk memastikan seluruh keputusan organisasi memiliki dasar yang kuat sekaligus menjawab kebutuhan organisasi dalam menghadapi siklus olahraga internasional yang semakin padat. ungkap Jadi kepada awak media termasuk BolaSkor.com.
"Rapat juga memutuskan membentuk tim penyempurnaan AD/ART yang terdiri dari unsur anggota dan para pakar agar tata kelola organisasi semakin kuat," ujar Jadi yang juga Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia tersebut.
Bukan Perpanjangan Masa Jabatan
Menurut Jadi, keputusan yang diambil bukan merupakan perpanjangan masa bakti Ketua Umum maupun kepengurusan, melainkan penyesuaian waktu penyelenggaraan Kongres berdasarkan kebutuhan organisasi.
"Yang diputuskan bukan memperpanjang masa jabatan, tetapi menyesuaikan waktu penyelenggaraan Kongres. Kalender olahraga internasional hingga Olimpiade Los Angeles 2028 sangat padat," terang Jadi.
"Tahun ini Indonesia menghadapi Asian Games, dilanjutkan SEA Games pada tahun berikutnya, berbagai multievent internasional sepanjang 2027, hingga puncaknya Olimpiade Los Angeles 2028."
"Karena itu, anggota berpandangan Kongres lebih tepat dilaksanakan setelah Olimpiade selesai agar organisasi dapat memusatkan perhatian pada pembinaan atlet dan pencapaian prestasi Indonesia," jelasnya.
Penyempurnaan AD/ART
Sementara itu, Ketua Dewan Etik Komite Olimpiade Indonesia Anthony C. Sunarjo mengatakan bahwa penyesuaian jadwal Kongres juga menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi organisasi menghadapi tantangan olahraga ke depan.
"Di sisi lain, momentum ini juga dimanfaatkan untuk menyempurnakan AD/ART agar selaras dengan perkembangan Undang-Undang Keolahragaan, Olympic Charter, Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga, serta berbagai regulasi internasional lainnya," kata Anthony.
"Sebagai National Olympic Committee yang merupakan bagian dari IOC, Komite Olimpiade Indonesia harus memastikan seluruh tata kelola organisasinya tetap sejalan dengan Olympic Charter dan prinsip-prinsip good governance," tutupnya.
Penulis: Gazza Roosaryatama

