3 Masalah Utama Penyebab Kemunduran Performa Tottenham Hotspur

Dalam kurun waktu dua laga gawang Tottenham Hotspur kebobolan 10 gol. Ada apa dengan Tottenham?
Arief HadiArief Hadi - Minggu, 06 Oktober 2019
3 Masalah Utama Penyebab Kemunduran Performa Tottenham Hotspur
Tottenham Hotspur alami krisis (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Krisis. Satu kata itu tepat untuk menggambarkan kondisi Tottenham Hotspur saat ini. Usai dibantai Bayern Munchen dengan skor telak 2-7 di Liga Champions, tim asal London Utara tersebut kalah telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion di Premier League.

Memainkan pekan delapan Premier League di Falmer Stadium, Brighton menang 3-0 melalui gol Neal Maupay (3') dan dua gol Aaron Connolly (32' dan 65'). Ini jadi kemenangan kedua yang diraih Brighton musim ini di Premier League.

Dua kekalahan beruntun dan gawang Hugo Lloris, yang cedera kala melawan Brighton, kebobolan 10 gol hanya dalam waktu dua laga. Wajar jika publik mulai bertanya-tanya "Ada apa dengan Tottenham Hotspur?".

Skuat tidak mengalami perubahan besar, manajer masih tetap sama (Mauricio Pochettino), dan klub merekrut tiga pemain baru: Giovani Lo Celso, Ryan Sessegnon, dan rekor transfer klub, Tanguy Ndombele. Logikanya, Spurs seharusnya semakin bertambah kuat.

Baca Juga:

Hugo Lloris Alami Cedera Mengerikan

Hasil Laga Grup Liga Champions: Real Madrid Imbang, Tottenham Kebobolan 7 Gol

Dimitar Berbatov Ungkap Alasan di Balik Penurunan Performa Tottenham Hotspur

Faktanya tidak demikian. Jadi, BolaSkor.com coba mengulik masalah-masalah yang sekiranya terjadi saat ini di Tottenham. Menjadikan beberapa sumber sebagai referensi, berikut tiga masalah penyebab kemunduran performa Tottenham.

1. Perpecahan di Ruang Ganti Pemain

Christian Eriksen dan Jan Vertonghen

Lima tahun sudah Pochettino menangani Tottenham. Dalam kurun waktu tersebut Pochettino mampu meningkatkan level bermain klub, namun, peningkatan ini tak dibarengi dengan raihan trofi hingga menurut kabar ESPN, beberapa pemain senior tim sudah mulai jenuh.

Meski konsisten bermain di Liga Champions, kegagalan meraih trofi dan musim lalu gagal di final Liga Champions menjadi pemicu rasa jenuh tersebut. Ditambah kurangnya komitmen petinggi klub untuk menjadikan klub petarung titel prestisius, maka perpecahan internal itu tak lagi dapat dihindari.

Bukan hanya rasa jenuh yang menjadi penyebab perpecahan ruang ganti pemain dan kemunduran klub, melainkan juga beberapa isu lainnya seperti: pemain ingin hengkang, nasib masa depan manajer tak jelas, dan kurangnya determinasi bermain.

2. Spekulasi Transfer

Christian Eriksen

Dua figur utama Tottenham, Pochettino dan Christian Eriksen, masuk ke dalam pusaran transfer di bursa transfer musim panas lalu. Pochettino dihubungkan dengan klub sebesar Real Madrid, begitu juga dengan Eriksen.

Gelandang serang asal Denmark ibarat orang dengan fisik yang terlihat di satu tempat namun pikirannya berada di mana-mana. Tottenham mempertahankannnya, namun Eriksen diyakini sudah tidak 100 persen lagi membela Spurs.

Hal itu bisa dilihat dari tidak adanya pembicaraan kontrak pemain yang berakhir di akhir musim ini. Eriksen tentu dalam posisi yang menguntungkan karena ia bisa berganti klub di akhir musim dan melakukan negosiasi pada Januari 2020.

Sebaliknya Spurs, mereka tidak akan mendapatkan uang sepeser pun dari kepergian Eriksen. Alhasil, mempertahankan pemain yang sudah ingin hengkang berpotensi memengaruhi atmosfer ruang ganti pemain.

Begitu juga berlaku untuk Pochettino. Eks striker Tottenham, Dimitar Berbatov, pernah mengungkapkan kekhawatirannya mengenai mantan pelatih Espanyol tersebut.

"Rumor konstan mengenai pekerjaan di Real Madrid membingungkan untuk orang-orang yang terlibat. Dalam situasi tersebut, ketika Anda membaca hal-hal seperti ini, Anda mulai menanyakan diri sendiri. Apakah saya ada di tempat yang tepat? Apakah saya harus pindah sekarang? Apakah ini waktunya perubahan?" tutur Berbatov, dilansir dari Marca.

"Itu tidak memengaruhi siapa pun dalam cara yang positif. Semuanya harus mengesampingkan pemikiran itu dan biarkan Pochettino fokus dengan pekerjaannya sebagai manajer Tottenham. Akan ada waktu ketika dia mengucapkan salah perpisahan, tapi saya harap tidak sekarang ini."

Trivia Sepak Bola Breaking News Tottenham Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino Christian eriksen Analisis
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Posts

17.361

Berita Terkait

Sosok
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Perjalanan penyerang Ali Al-Hamadi menuju panggung Piala Dunia bukanlah kisah yang biasa.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Piala Dunia
Spanyol Harus Waspadai Uruguay yang Bakal Tampil Mati-matian
Bek Spanyol Aymeric Laporte mengingatkan rekan-rekannya agar tidak menganggap remeh Uruguay saat kedua tim bertemu pada laga terakhir Grup H Piala Dunia 2026 di Guadalajara.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Spanyol Harus Waspadai Uruguay yang Bakal Tampil Mati-matian
Piala Dunia
Julian Nagelsmann Merasa Jerman 'Dihukum' Meski Jadi Juara Grup
Pelatih Jerman Julian Nagelsmann menilai timnya justru berada dalam posisi yang kurang menguntungkan meski sudah memastikan diri sebagai juara Grup E Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Julian Nagelsmann Merasa Jerman 'Dihukum' Meski Jadi Juara Grup
Piala Dunia
Park Ji-sung Kritik Permainan Korsel yang Tidak Jelas, Cemas Sejarah Piala Dunia 2014 Terulang
Park Ji-sung melontarkan kritik terhadap penampilan timnas Korea Selatan setelah kalah 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Park Ji-sung Kritik Permainan Korsel yang Tidak Jelas, Cemas Sejarah Piala Dunia 2014 Terulang
Sosok
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Di balik kemenangan 3-0 Meksiko atas Republik Ceko pada laga terakhir Grup A di Stadion Azteca, Kamis (25/6), terselip sebuah momen spesial yang penuh emosi.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Piala Dunia
Carlo Ancelotti Bikin Vinicius Gacor di Piala Dunia 2026
Vinicius Junior kembali menunjukkan kelasnya saat membawa Brasil meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Skotlandia pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 di Miami Stadium.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Carlo Ancelotti Bikin Vinicius Gacor di Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Ismael Saibari Ukir Sejarah saat Antar Maroko Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Keberhasilan Maroko melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 tidak lepas dari penampilan gemilang Ismael Saibari.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Ismael Saibari Ukir Sejarah saat Antar Maroko Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi
Prediksi dan Statistik Jepang vs Swedia: Samurai Biru di Atas Angin
Berikut prediksi Jepang vs Swedia di Grup F Piala Dunia 2026, lengkap dengan kabar tim, statistik, head to head, dan perkiraan susunan pemain.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Jepang vs Swedia: Samurai Biru di Atas Angin
Prediksi
Prediksi dan Statistik Tunisia vs Belanda: Potensi Hujan Gol
Berikut prediksi Tunisia vs Belanda di Grup F Piala Dunia 2026, lengkap dengan kabar tim, statistik, head to head, dan perkiraan susunan pemain.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Tunisia vs Belanda: Potensi Hujan Gol
Prediksi
Prediksi Turki vs Amerika Serikat: Tuan Rumah Mengincar Sejarah
Prediksi Turki vs Amerika Serikat pada laga terakhir Grup D Piala Dunia 2026. Turki membidik poin pertama, Amerika Serikat mengincar sejarah baru.
Rizqi Ariandi - Kamis, 25 Juni 2026
Prediksi Turki vs Amerika Serikat: Tuan Rumah Mengincar Sejarah
Bagikan