BolaSkor.com - Dunia sepak bola berduka atas kepergian Alexander Manninger yang meninggal dunia pada usia 48 tahun. Sosok mantan kiper Arsenal dan Juventus itu dikenal bukan hanya karena kiprahnya di lapangan hijau, tetapi juga karena perjalanan hidupnya yang penuh kerja keras sejak masa muda.
Kabar duka datang dari dunia sepak bola. Manninger dinyatakan meninggal dunia akibat terlibat dalam kecelakaan tragis di Austria.
Baca Juga:
Superkomputer Prediksi Arsenal vs Bayern Munchen di Final Liga Champions
Pertandingan Arsenal vs Sporting Tidak Menarik Perhatian, Penonton Kurang dari 5 Juta
Jadwal Semifinal Liga Champions 2025/2026: Arsenal dan Bayern Munchen Jadi Tim Tamu Terlebih Dahulu
Dalam rilis resmi pihak kepolisian, mobil yang dikendarai Manninger disebutkan tertabrak kereta api dan terseret beberapa meter.
Manninger hanya sendirian dalam mobil tersebut dan para penumpang kereta api tidak ada yang mengalami luka.
Berawal dari Tukang Kayu
Sebelum menjadi pesepak bola profesional, Manninger lebih dulu menekuni pekerjaan sebagai tukang kayu. Ia selalu menganggap pengalaman tersebut sebagai fondasi penting dalam hidupnya.
Dalam wawancara bersama Gazzetta awal bulan ini, ia menegaskan bahwa pekerjaan itu mengajarkannya arti keringat dan pengorbanan, nilai yang terus ia pegang sepanjang karier di sepak bola.
Perjalanan Manninger mulai menanjak saat ia bergabung dengan Arsenal dari Grazer AK pada tahun 1997.
Bersama The Gunners, ia mencatatkan 63 penampilan dan menjadi bagian dari skuad yang meraih gelar Premier League dan Piala FA pada musim 1997/1998.
Setelah itu, perjalanan kariernya membawanya berkelana ke berbagai klub Eropa. Ia pernah memperkuat Torino, RB Salzburg, Udinese, hingga Juventus.
Setelah meninggalkan Augsburg pada 2016, Manninger sempat menjaga kebugaran dengan berlatih bersama Liverpool.
Ia kemudian menandatangani kontrak jangka pendek, meski tidak sempat tampil di tim utama, sebelum akhirnya memutuskan pensiun pada tahun berikutnya.
Di level internasional, Manninger mencatatkan 33 penampilan bersama tim nasional Austria.
Meski kerap berpindah klub, Manninger dikenal sebagai sosok profesional yang dihormati di ruang ganti.
Menariknya, jauh sebelum mengenakan sarung tangan kiper, hidup Manninger sudah lekat dengan dunia tukang kayu.
Bahkan, hampir tiga tahun lalu ia mengungkapkan bahwa dirinya kembali menekuni profesi tersebut setelah pensiun dari sepak bola.